Tabel analisis unsur kebahasaan dalam novel sejarah borobudur (2023)

Contoh Teks Cerita Sejarah

Sejarah Peninggalan Megah Candi Borobudur

Candi Borobodur adalah monumen Buddha terbesar yang ada di bumi ini. Dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra pada sekitar tahun 824. Candi ini didirikan sekitar 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 400 tahun sebelum katedral-katedral agung di Eropa dibangun.

Monumen Buddha terbesar di Indonesia ini memiliki luas 123×123 m² dengan 504 patung Buddha, 72 stupa terawang dan 1 stupa induk. Candi Borobudur ini beraksitektur Gupta yang menggambarkan kekentalan gaya arsitektur dari India. Anda akan mendapat pengalaman tersendiri setelah mengunjungi candi ini.

Lembaga internasional dari PBB yaitu UNESCO mengakui dan juga memuji kemegahan dari arsitektur Candi Borobudur sebagai salah satu monumen Budha terbesar tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia. Candi ini memiliki 2672 panel relief yang jika ditata berjajar-jajar akan menghasilkan panjang mencapai 6 km. Ansambel reliefnya sendiri merupakan yang paling lengkap di dunia dan tidak bisa ditandingi dari segi nilai seninya serta setiap bagiannya adalah maha karya yang sangat mengagumkan

Membutuhkan waktu sekitar 75 tahun untuk menyelesaikan pembangunan candi ini. Di bawah komando arsitek Gunadarma dengan 60 ribu meter kubik batuan vulkanik yang diambil di Sungai Elo dan Progo yang letaknya tidak jauh, yaitu sekitar 2 km sebelah timur candi. Pada masa pembangunan candi ini, sistem metrik belum dikenal dan satuan panjang yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur adalah tala yang dihitung dengan cara merentangkan ibu jari dan jari tengah atau mengukur panjang rambut dari dahi hingga dasar dagu.

Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, sejarawan J.G. de Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram kuno dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga, dan membangunan candi ini sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

Candi Borobudur menjadi salah satu candi terbesar tidak hanya di Indonesia saja, melainkan juga di dunia. Hal ini tentunya menjadi kekayaan tersendiri bagi negara kita dan patut kita jaga sebaik mungkin agar dapat dinikmati oleh anak cucu kita dimasa yang akan datang.

Ulasan Teks Cerita Sejarah

Sejarah Peninggalan Megah Candi Borobudur

  • Definisi Teks Cerita Sejarah

TEKS CERITA SEJARAH merupakan teks yang di dalamnya menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai sejarah.

kata kata asli dari pengarang yang menuturkan perbuatan,pengalaman atau penderitaan orang yang benar benar terjadi di masa lampau.

  • Gagasan utama dan kalimat utama

Definisi : Kalimat utama (Pernyataan Yang Menjadi Inti Dari Sebuah Pembahasan)

Gagasan utama (Kalimat Yang Berisi Pook Pikiran Utama Atau Ide Pokok Utama)

Pembuktian

Kalimat utama: Candi Borobodur adalah monumen Buddha terbesar yang ada di bumi ini.

Alasan : Karena kalimat inti yang dapat dijabarkan dengan kalimat penjelas.

Gagasan utama : candi Borobudur merupakan monument budha tersebar di dunia

Alasan : Karena berada pada kalimat utama

Kalimat utama : Monumen Buddha terbesar di Indonesia ini memiliki luas 123×123 m² dengan 504 patung Buddha, 72 stupa terawang dan 1 stupa induk.

Alasan : Karena kalimat inti yang dapat dijabarkan dengan kalimat penjelas.

Gagasan utama : Candi Borobudur ini beraksitektur Gupta yang menggambarkan kekentalan gaya arsitektur dari India

Alasan : Karena berada pada kalimat utama

Kalimat utama : Ansambel reliefnya sendiri merupakan yang paling lengkap di dunia dan tidak bisa ditandingi dari segi nilai seninya serta setiap bagiannya adalah maha karya yang sangat mengagumkan

Alasan : Karena kalimat inti yang dapat dijabarkan dengan kalimat penjelas.

Gagasan utama : Candi Borobudur sebagai salah satu monumen Budha terbesar tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia.

Alasan : Karena berada pada kalimat utama

Kalimat utama : Pada masa pembangunan candi ini, sistem metrik belum dikenal dan satuan panjang yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur adalah tala yang dihitung dengan cara merentangkan ibu jari dan jari tengah atau mengukur panjang rambut dari dahi hingga dasar dagu.

Alasan : Karena kalimat inti yang dapat dijabarkan dengan kalimat penjelas.

Gagasan utama : membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun Candi Borobudur

Alasan : Karena berada pada kalimat utama

Kalimat utama : Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, sejarawan J.G. de Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram kuno dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga, dan membangunan candi ini sekitar tahun 824 M

Alasan : Karena kalimat inti yang dapat dijabarkan dengan kalimat penjelas.

Gagasan utama : Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu yang cukup lama

Alasan : Karena berada pada kalimat utama

Kalimat utama : Candi Borobudur menjadi salah satu candi terbesar tidak hanya di Indonesia saja, melainkan juga di dunia

Alasan : Karena kalimat inti yang dapat dijabarkan dengan kalimat penjelas.

Gagasan utama : Candi Borobudur menjadi kekayaan tersendiri bagi negara kita dan patut kita jaga sebaik mungkin

Alasan : Karena berada pada kalimat utama

Paragraf Deduktif adalah sebuah paragraf yang kalimat utamanya diletakkan di awal paragraf. Diawali dengan pernyataan yang bersifat umum kemudian dilengkapi dan diperjelas dengan pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus.

Pembuktian : paragraf 1,3, 5, 6

Paragraf Induktif adalah sebuah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada bagian akhir paragraf, diawali dengan kalimat-kalimat penjelas yang berupa fakta, contoh-contoh, rincian khusus maupun bukti-bukti yang kemudian disimpulkan ke dalam satu kalimat pada akhir paragraf.

Pembuktian : paragraf 2

Paragraf Campuran adalah paragraf yang diawali dengan mengungkapkan kalimat utama, dilanjutkan dengan kalimat-kalimat penjelas, kemudian diakhiri dengan kesimpulan pada bagian akhir paragraf.

Pembuktian : paragraf 4

  • Struktur Teks Cerita Sejarah

Struktur Teks adalah bagian-bagian yang terpisah yang membangun sebuah teks hingga menjadi sebuah teks yang utuh.

  • Orientasi : Bagian pengenalan atau pembuka dari suatu teks cerita sejarah.

Pembuktian : Paragraf 1

Candi Borobodur adalah monumen Buddha terbesar yang ada di bumi ini. Dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra pada sekitar tahun 824. Candi ini didirikan sekitar 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 400 tahun sebelum katedral-katedral agung di Eropa dibangun.

  • Urutan peristiwa : Rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, umumnya disampaikan dalam urutan kronologis.

Pembuktian : Paragraf 2-5

Monumen Buddha terbesar di Indonesia ini memiliki luas 123×123 m² dengan 504 patung Buddha, 72 stupa terawang dan 1 stupa induk. Candi Borobudur ini beraksitektur Gupta yang menggambarkan kekentalan gaya arsitektur dari India. Anda akan mendapat pengalaman tersendiri setelah mengunjungi candi ini.

Lembaga internasional dari PBB yaitu UNESCO mengakui dan juga memuji kemegahan dari arsitektur Candi Borobudur sebagai salah satu monumen Budha terbesar tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia. Candi ini memiliki 2672 panel relief yang jika ditata berjajar-jajar akan menghasilkan panjang mencapai 6 km. Ansambel reliefnya sendiri merupakan yang paling lengkap di dunia dan tidak bisa ditandingi dari segi nilai seninya serta setiap bagiannya adalah maha karya yang sangat mengagumkan

Membutuhkan waktu sekitar 75 tahun untuk menyelesaikan pembangunan candi ini. Di bawah komando arsitek Gunadarma dengan 60 ribu meter kubik batuan vulkanik yang diambil di Sungai Elo dan Progo yang letaknya tidak jauh, yaitu sekitar 2 km sebelah timur candi. Pada masa pembangunan candi ini, sistem metrik belum dikenal dan satuan panjang yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur adalah tala yang dihitung dengan cara merentangkan ibu jari dan jari tengah atau mengukur panjang rambut dari dahi hingga dasar dagu.

Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, sejarawan J.G. de Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram kuno dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga, dan membangunan candi ini sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

  • Reorientasi : Penutup dari sebuah teks cerita sejarah yang berisi komentar penulis tentang Teks Cerita Sejarah tersebut atau kesimpulan opini penulis.

Pembuktian : Paragraf 6

Candi Borobudur menjadi salah satu candi terbesar tidak hanya di Indonesia saja, melainkan juga di dunia. Hal ini tentunya menjadi kekayaan tersendiri bagi negara kita dan patut kita jaga sebaik mungkin agar dapat dinikmati oleh anak cucu kita dimasa yang akan datang.

Ciri Bahasa adalah tanda khas yang mempunyai sifat dalam membedakan suatu percakapan atau komunikasi.

Nomina

Adalah kelas kata yang menyatakan subjek atau objek menjadi benda.

Pembuktian : Candi

Alas an : Merupakan kata benda

  • Nomina Modifikatif : Nomina Kelas kata benda yang mengalami perubahan tetapi tidak merubah fungsi sebenarnya.

Pembuktian : Candi Borobudur

Alasan : Candi (KB) + Borobudur (KB)

  • Nomina Koordinatif : Kelas kata benda yang digabungkan maka tidak saling menerangkan atau saling bertentangan artinya.

Pembuktian : Segi nilai seninya serta setiap bagiannya adalah Maha Karya

Alasan : Maha (KS) + Karya (KB)

  • Nomina Apositif : Kelas kata benda yang ditambahkan pada suatu kalimat dan berfungsi untuk menjelaskan kalimat atau kata sebelumnya.

Pembuktian : Prasati Karangtengah dan kahulunan, Sejarawan J.G de Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram

Alasan : karena merupakan tambahan berupa penjelasan

Adalah kelas kata yang menggambarkan perbuatan atau kata kerja.

Pembuktian : Membangun

Alasan : Merupakan kata kerja

  • Verba Modifikatif : Kata yang memiliki makna berbeda, apabila di gabung menimbulkan pengubahan makna baru dan memiliki pewatas pada makna tersebut.

Pembuktian : Memakan waktu

Alasan : Memakan (KataKerja, awalan Me-) + Waktu (KB)

  • Verba Koordinatif : Dua kata kerja digabungkan menjadi satu dengan adanya penambahan kata hubung (dan,atau, -).

Pembuktian : Berjajar – Jajar

` Alasan : Berjajar (KK) + – (KP) + Jajar (KK)

  • Verba Apositif : Kelas kata kerja yang ditambahkan pada suatu kalimat dan berfungsi untuk menjelaskan kalimat atau kata sebelumnya.

Pembuktian : Dapat di selesaikan pada masa Putrinya, Ratu Pramudawardhani

Alasan : Putrinya (Kata Kerja tambahan berupa penjelasan) + disertai tanda baca koma(,)

Adalah suatu kata tugas atau kata penghubung yang berfungsi untuk menghubungkan dua buah klausa, kalimat, paragraf atau lebih.

Pembuktian : –

  • Konjungsi Temporal Sederajat : Konjungsi yang menyatakan hubungan waktu.

Pembuktian : –

  • Konjungsi Temporal Tidak Sederajat : Konjungsi yang mempunyai kedudukan bertingkat atau tidak sederajat dan biasanya digunakan pada kalimat majemuk.

Pembuktian : –

Nominalisasi adalah proses membendakan suatu kata

Pembuktian : Pembangunan

Alasan : Karena kata pembangunan sendiri berasal dari kata dasar bangunan (kata sifat) yang mendapat imbuhan pe-…-an sehingga menjadi Kata Benda

Afiksasi adalah imbuhan, awalan, akhiran, awalan akhiran.

  • Prefiks : awalan
  • Pembuktian : mendapat pengalaman tersendiri setelah mengunjungi candi ini
  • Alasan : Ter+ sendiri = tersendiri (KB menjadi KB)
  • Infiks : sisipan
  • Pembuktian : –
  • Sufiks : akhiran
  • Pembuktian : Bangunan raksasa
  • Alasan :Bangun + -an = bangunan(KB menjadi KB)
  • Konfiks : awalan dan akhiran
  • Pembuktian : Memuji Kemegahan dari arsitektur Candi Borobudur
  • Alasan : Ke- + Megah+ -an = Kemegahan (KK menjadi KB)
  • Kombinasi Afiks : awalan,awalan dan akhiran
  • Pembuktian :-

Teks Cerita Sejarah yang berjudul “Sejarah Peninggalan Megah Candi Borobudur” adalah teks yang belum sempurna.

No .Bagian-bagian Teks Cerita SejarahAda atau tidak ada
1.Gagasan utamaAda
2.Kalimat utamaAda
3.Struktur teks

• Orientasi

• Urutan peristiwa

• Reorientasi

Ada

Ada

Ada

4.Ciri Bahasa

• Nomina

• Nomina modifikatif

• Nomina koordinatif

• Nomina apositif

• Verba

• Verba modifikatif

• Verba koordinatif

• Verba apositif

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

Ada

• Konjungsi

• Konjungsi temporal sederajat

• Konjungsi temporal tidak sederajat

Tidak ada

Tidak ada

• NominalisasiAda
• Afiksasi / pengimbuhan

• Prefiks (awalan)

• Infiks (sisipan)

• Sufiks (akhiran)

• Konfiks (awalan dan akhiran)

• Kombinasi afiks

Ada

Tidak ada

Ada

Ada

Tidak ada

DAFTAR PUSTAKA :

http://www.contoh HYPERLINK “http://www.contohteksku.com/2016/10/contoh-teks-cerita-sejarah.html?m=1″teksku.com/2016/10/contoh-teks-cerita-sejarah.html?m=1

Nama : Aditya Herdianto

Kelas : XII-RPL/01

2. Ali Shodikin Maskur

TEKS CERITA SEJARAH

Ali Shodikin Maskur

XII RPL

SMKN 2 BUDURAN

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menceritakan/menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.
Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari atau direnungkan pada peristiwa sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Orientasi : bagian ini merupakan pembukaan/pengenalan dari teks cerita sejarah.

Urutan peristiwa : bagian ini merupakan rekaman peristiwa sejarah yang telah terjadi, umumnya disampaikan dalam urutan kronologis.

Re-orientasi : bagian ini merupakan komentar pribadi penulis tentang kejadian atau peristiwa sejarah yang diceritakan. Reorientasi boleh ada atau boleh tidak. Sesuai keinginan penulis teks cerita sejarah.

  1. Ciri-Ciri Teks Cerita Sejarah
  2. Bentuk teks cerita ulang “recount”.
  3. Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau urutan kejadian.
  4. Sering menggunakan konjungsi temporal.
  5. Struktur teksnya: orientasi, urutan peristiwa, reorientasi.
  6. Isi berupa fakta.
  1. Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Pronomina (kata ganti): jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Contohnya adalah saya, kapan, -nya, ini.

Frasa Adverbial: kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.

Verba Material: kata kerja berimbuhan yang mengacu pada tindakan fisik, atau pun perbuatan yang dilakukan secara fisik oleh partisipan, contohnya menulis, mengepel, menyapu.

Konjungsi Temporal (kata sambung waktu): berfungsi menata urutan peristiwa yang diceritakan. Umumnya banyak menggunakan kata penghubung temporal

  1. Contoh Teks Cerita Sejarah

Sejarah Vapor

Sejarah Rokok Elektrik. Banyak yang mengira bahwa yang mematenkan pertama kali rokok elektrik adalah Herbert Gilbert pada tahun 1963 memang iya benar namun penemuan tersebut tidak menghasilkan vapor yang sekarang sedang menjadi trend, namun pada tahun 2003 Hon Lik lah yang menemukan dan mematenkan e-cigarrete yang menjadi awal mula munculnya vapor. Cerita Hon Lik menemukan e-ciggarette bisa di bilang unik karena ia menumukaan inspirasi membuat e ciggaret dari mimpinya pada tahun 2000. Hon Lik adalah seorang pecandu rokok konvensional berat yang menderita penyakit infeksi pernafasan. Dia sering batuk batuk dan bersin sehingga ia kesulitan untuk tidur. Saat dia bisa tertidur dia bermimpi bahwa dia tenggalam dan mati, namun tiba tiba air laut itu menguap dan di tiba tiba terbaring di sebuah pulau yang indah dan penuh kabut yang berwarna warni. Dan dari mimpi itulah dia menemukan inspirasinya lalu siang dan malam pun dia gunakan untuk bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya membuat rokok elektrik pengganti rokok konvensional, dan akhirnya dia pun menemukan sebuah perangkat yang bisa merubah cairan nikotin menjadi uap/kabut atau yang biasa kita kenal sekarang dengan nama e ciggarette, dan yang paling hebat dari penemuanya ini adalah alat ini memilliki sensasi yang sama dengan rokok konvensional biasa namun tidak memeliki kandungan seperti tar dan zat karsinogen yang menyebabkan kanker yang biasanya ada pada semua macam rokok konvensional.

Hon Lik memberikan penemuan rokok elektrik ini pertama kali kepada ayahnya, ayahnya adalah perokok berat dan mengidap penyakit kanker paru paru akibat rokok konvensional, ayahnya pun senang dan menggatakan dengan penemuanya ini kelak di masa mendatang akan sedikit anak anak yang akan melihat ayahnya sekarat terkena penyakit kanker paru paru akibat rokok konvensional biasa. Rokok tembakau atau rokok konvensional biasa dapat membunuh satu orang setiap enam detik. Dengan penemuan Hon Lik ini kita akhirnya bisa mendapatkan alternatife menikmati sensasi merokok yang benar benar menyenangkan.

Perkembangan personal vaporizer ini bisa dikatakan sangat cepat, sejak awal pembuatan tahun 2003 di Bangkok, Tiongkok lalu diperkenalkan di Amerika pada tahun 2007, salah satu pabrik di tiongkok yang didirikan pada tahun 2009 telah mendapaktan omset lebih dari 1,5 milyar dolar per tahun, dan mungkin beberapa tahun ke depan penjualan e cigarette ini akan melampaui penjualan dari rokok konvensional. Di Indonesia sendiri rokok elektrik baru masuk pada tahun 2010 itupun belum mendapat sertifikat legal dari badan POM, namun walaupun belum mendapatkan sertifikat atau ijin yang resmi e ciggarete ini dapat dengan mudah kita dapatkan di Indonesia dengan membelinya secara online.

Hingga sekarang sangat banyak perokok yang ingin berhenti ataupun ingin menikmati sensasi merokok dengan resiko mendapatkan penyakit dari rokok yang rendah beralih dari rokok konvensional ke personal vaporizer ini. Memang belum ada yang mengeluarkan kepastian manfaat ataupun resiko dari e ciggarete ini, dan juga belum ada rekomendasi dari badan POM Negara manapun yang menganjurkan para perokok konvensional di negaranya agar seceptanya beralih ke e ciggarette agar mengurangi resiko dari merokok, namun fakta yang ada sekarang sangatlah banyak perokok konvensional yang beralih ke rokok elektrik karena semua orang yang beralih dari rokok konvensional ke personal vaporizer beranggapan vape memiliki resiko mendapatkan penyakit yang lebih rendah jika dibandingkan dengan rokok konvensional yang ada pada umumnya.

3. Alvian Ababil

Nama : Alvian Ababil

Kelas : XII RPL

No : 03

Teks Cerita Sejarah

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang atau asal muasal terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah
  2. Orientasi

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Contoh Teks Cerita Sejarah

Kemerdekaan Indonesia

Orientasi:
Berawal dari pecahnya “Perang Asia Timur Raya “ , dan Amerika menyatakan perang kepada Jepang karena serbuan tentara Jepang di Pusat Pertahanan Amerika Serikat “Pearl Harbour” pada tgl 8 Desember 1941. Tentara Jepang dengan Angkatan Laut dan Angkatan Udaranya semakin agresif beraksi mendarat di wilayah Indocina ,Filipina , Malaya dan Indonesia. Pemerintah Hindia Belanda ikut ikutan Sekutu menyatakan perang dengan Jepang. Jepang mendarat ke Indonesia dengan tujuan melumpuhkan pasukan Belanda .Pendaratan pertama tentara Jepang di Tarakan kemudian merambah ke daerah Balik Papan,Manado, Ambon, Makasar, Pontianak dan Palembang. Daerah daerah di Jawa juga dikuasainya ,pada tgl 1 Maret 1942 ,Jepang mendarat di BAnten, Indramayu dan Rembang. Wilayahnya semakin meluas dengan dikuasainya Batavia tgl 5 Maret 1942 , dan semakin merajalela ke wilayah Surakarta, Cikampek, Semarang dan Surabaya . Belanda semakin terdesak dengan penyerangan Jepang dan Ooh akhirnya Pemeritah Hindia Belanda menyatakan “menyerah tanpa syarat”.

Urutan Peristiwa :
Masyarakat Indonesia pada awalnya menyambut dengan ramah kedatangan militer Jepang , dapat dilihat dari sikap kooperatif tokoh tokoh Nasional kita Ir. Soekarno dan Moh Hatta. Pemerintahan Jepang mulai aktif merangkul rakyat dengan pembentukan organiasasi masyarakat , yang sebenarnya “ada udang di balik batu” sebenarnya dibalik itu untuk kepentingan Jepang di Perang Dunia II. Organisasi itu antara lain :Gerakan Tiga A, Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA), Jawa Hokokai, Seinendan, Keibodan, Fujinkai, Heiho, MIAI, Pembentukan BPUPKI.

BPUPKI(Badan Penyelidik Usaha Usaha Persiapan Kemerdekaan RI) dibentuk pada th 1943 dibawah pemerintah Perdana Menteri Tojo, bertugas untuk mempelajari dan menyelidiki hal hal yang penting dan perlu bagi pembentukan pemerintah Indonesia. Dalam perkembangannya selanjutnya BPUPKI dibubarkan dan diganti nama oleh tokoh pejuang kita , dari BPUPKI menjadi PPPKI atau dikenal dengan Docoritsu Junbi Inkai, dengan penggantian nama ini terkesan bahwa organisasi PPPKI bukan bentukan Jepang tetapi hasil kesepakatan dan perjuangan para tokoh kemerdekaan Indonesia. Peristiwa penting yaitu pertemuan Soekarno ,M Hata dan Rajiman Wedyodiningrat dengan Jenderal Terauchi di Dalat menyampaikan bahwa pemerintah Jepang telah memutuskan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia yang wilayahnya meliputi bekas wilayah Hindia-Belanda.

Pasukan Jepang mulai melemah, kekalahan dan kekalahan diperolehnya dan Amerika semakin kuat, apalagi setelah menarik pasukannya yang ada di Eropa. Serangan Jepang dapat dihentikan oleh tentara Amerika antara lain pada bulan Mei 1942 di pertempuran Laut Koral dan Juni 1942 di Pertempuran Midway. Jepang semakin klepek klepek karena Amerika mengamuk sehingga pada tgl 6 Agustus 1945 AS menjatuhkan Bom Atom pertamanya di Hiroshima . Amerika belum puas juga dan tiga hari kemudian tanggal 9 Agustus Bom Atom kedua mendarat kembali di kota Nagasaki, dua pusat kota pemerintahan Jepang menjadi hancur rata dengan tanah. Akhirnya Ohhhh Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tgl 14 Agustus 1945. Penyerahan kalah itu dilakukan di kapal Missouri pada tanggal 2 September 1945 oleh Kaisar Hirohito(Jepang) dan Jendral Douglas Mc Arthur (Sekutu).

Reorientasi :

Berita kekalahan Jepang terhadap Sekutu tidak dapat disembunyikan, dengan perjanjian Post Dam Jepang menyerahkan kekuasaannya kepada Sekutu dan otomatis di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan . Kesempatan ini dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia dengan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  2. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  3. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  4. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  5. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  6. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Penjelasan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Penjelasan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Penjelasan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

    Contoh kalimat :

  • Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  • Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  • Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  • SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.
  1. Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

    Contoh kalimat :

  • Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  • Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  • Sayasekelasdengan Sadewa.
  • Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  • Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.
  1. Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

    Contoh kalimat :

  • Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  • Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  • KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  • BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.
  1. Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

    Contoh kalimat :

  • Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  • Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  • Serulingitu terbuat dari bambu.
  • Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  • Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.
  1. Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

    Contoh kalimat :

  • Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  • KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  • Daerah kumuh perlu dipugar untukpenyerasiandengan daerah sekitarnya.
  • Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatubangsa.
  • Pemberhentian bus selanjutnya ada di Surabaya

4. Ari Setiawan Pribadi

KATA PENGANTAR

Rasa syukur kami sampaikan kehadirat Allah Swt, Karena berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai yang diharapkan.Dalam makalah ini kami membahas “ Teks Cerita Sejarah”, yaitu sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman tentang teks cerita sejarah yang sangat diperlukan untuk menambah wawasan para siswa dengan harapan siswa dapat mengerti dan memahami jika suatu saat akan berhadapan dengan soal yang berkaitan dengan teks cerita sejarah, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang dalam-dalamnya kami sampaikan :

Drs. Devina

Makalah ini tentunya jauh darikata sempurna tapi penulis tentunya bertujuan untuk menjelaskan atau memaparkan point-point di makalah ini, sesuai dengan pengetahuan yang saya peroleh, baik dari buku maupun sumber-sumber yang lain. Semoga semuanya memberikan manfaat bagi kita. Bila ada kesalahan tulisan atau kata-kata di dalam makalah ini, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Sidoarjo, 20 September 2017

Penyusun,

Ari Setiawan Pribadi

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………….1

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………..2

BAB 1 :

PENDAHULUAN…………………………………………………………………….……………….3

BAB 2 :

PEMBAHASAN…………………………………………………………………….…………………4

a.Definisi Teks Cerita Sejarah…………………………………………………………………4

b.Struktur Teks Cerita Sejarah…………………………………………………………………5

c.Contoh Teks Cerita Sejarah…………………………………………………………………..5

d.Cara membuat Teks Cerita Sejarah………………………………………………………….6

e.Ciri kebahasaan Teks Cerita Sejarah…………………………………………………………7

f.Kelompok nomina dan kelompok verba……………………………………………………..7

g.Konjungsi…………………………………………………………………………………….9

h.Nominalisasi………………………………………………………………………………….9

BAB 3 :

PENUTUP…………………………………………………………………………………………….11

a.Kesimpulan………………………………………………………………………………….11

b.Saran…………………………………………………………………………………………11

BAB I

PENDAHULUAN

Kurangnya pengetahuan tentang teks cerita sejarah membuat siswa menjadi sulit untuk menghadapi soal di ujian nasional dan adanya tugas untuk membuat makalah tentang teks cerita sejarah.

Apa itu Teks Cerita Sejarah?

Bagaimana Struktur Teks Cerita Sejarah?

Dengan menulis makalah ini penulis bertujuan untuk memberikan wawasan tentang Teks Cerita Sejarah.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah
  2. Orientasi

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  1. Contoh Teks Cerita Sejarah

Teknologi Internet

Orientasi :

Internet adalah sebuah jaringan komputer yang pada mulanya diciptakan oleh Departemen Pertahanan milik Amerika Serikat pada sekitar tahun 1969. Awal mula diciptakannya internet adalah untuk kepentingan militer. Dengan sistem sistem operasi berbasis UNIX, mereka mendemonstrasikan dan mencoba perangkat keras dan lunak untuk berkomunikasi secara jarak jauh yang jaraknya tidak terjangkau melebihi jarak sambungan telepon.

Demonstrasi dan tes ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) ini meliputi ketangkasan jaringan, bentuk jaringan, dan kapasitas informasi yang dapat dipindahkan. Dan akhirnya setelah melewati beberapa kali uji ARPANET menjadi standard untuk menentukan pembangunan sebuah protokol baru yang saat ini kita sebut dengan transmission control protocol/internet protocol (TCP/IP).

Seperti yang disebutkan diatas, tujuan diciptakannya internet pada awalnya untuk keperluan pertahanan militer saja. Pada masa itu, departemen pertahanan AS menempatkan sejumlah komputer-komputer di beberapa daerah yang menjadi titik vital dan menghubungkannya dengan jaringan internet untuk mengantisipasi terjadinya serangan nuklir dan informasi terpusat yang notabennya sangat mudah dihancurkan jika ada serangan.

Urutan Peristiwa :

Pada awalnya, ARPANET ini hanya menghubungkan tidak lebih dari 4 situs saja, yakni university of california, university of utah, standford research instittute, dan santa barbara yang pada mulanya mereka membentuk sebuah jaringan terpadu sekitar tahun 1969 silam. Secara garis besar ARPANET resmi diluncurkan pada bulan oktober tahun 1972, dan tidak lama setelahnya proyek ini mengalami perkembangan yang sangat pesat hingga ke seluruh penjuru daerah di Amerika Serikat. Hal ini memicu antusias barbagai universitas untuk bergabung dengan jaringan ARPANET hingga membuat departemen pertahanan kewalahan.Maka dari itu, untuk menanggapi fenomena ini akhirnya Arpanet dipisah dan dipecah menjadi dua bagian yakni Milnet yang mengatur keperluan militer saja dan Arpanet baru dengan skala yang lebih kecil untuk keperluan non militer seperti untuk universitas. Penggabungan dari kedua sistem ini akhirnya disebut dengan DARPA internet, namun seiring perkembangan jaman akhirnya nama tersebut mengalami bentuk penyederhanaan menjadi internet saja.

Reorientasi :

Penggunaan internet di jaman sekarang ini sudah sangat dianggap penting bagi banyak orang. Seperti contoh seorang siswa sekolah dapat mencari dan mendapatkan informasi dari berbagai sumber yang tidak akan mereka temukan di perpustakaan sekolah mereka. Saling berkomunikasi jarak jauh baik itu dala lingkung siswa dengan siswa lain maupun siswa dengan guru. Semua hal hal diatas dapat mereka lakukan dengan mengakses internet.

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  2. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  3. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  4. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  5. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  3. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Lemari.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Lemari besi, Lemari baju dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh kata lemarimemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katalemari besi,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu lemari dari besi .

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Ikhlas

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Lahir Batin

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katalahirdan katabatin.Di mana katalahirtidak memiliki makna yang sama dengankatabatin.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Jepang, negeri matahari terbit, bukan hanya terkenal dengan keindahan sejuta sakuranya saja, tetapi juga terkenal dengan negara sejuta stasiun

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Jepang

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : kerja rodi, kerja lembur.

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : tidur dan makan.

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : berdagang baju.

  1. Konjungsi
  2. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

    Contoh kalimat :

  2. Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  3. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  4. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  5. Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  6. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.
  1. Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

    Contoh kalimat :

  2. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  3. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  4. Sayasekelasdengan Sadewa.
  5. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  6. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.
  1. Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

    Contoh kalimat :

  2. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  3. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  4. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  5. Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

    Contoh kalimat :

  6. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  7. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  8. Serulingitu terbuat dari bambu.
  9. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  10. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.
  11. Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

    Contoh kalimat :

  12. Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  13. KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  14. Daerah kumuh perlu dipugar untukpenyerasiandengan daerah sekitarnya.
  15. Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatubangsa.

BAB III

PENUTUP

Karya tulis ilmiah (KTI) merupakan tulisan yang mengungkapkan buah pikiran, yang diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian, atau peninjauan terhadap sesuatu yang disusun menurut metode dan sistematika tertentu, dan yang isi dan kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam pembuatan makalah ini penulis mendapatkan pengalaman sangat berharga mengenai pengetahuan sistematika dan penulisan Karya Tulis Ilmiah Sederhana. Penulis menyarankan kepada semua pembaca untuk mempelajari sistematika dan penulisan Karya Tulis Ilmiah Sederhana dalam membuat karya tulis. Dengan mempelajari sistematika dan penulisan Karya Tulis Ilmiah Sederhana diharapkan siswa dan siswi memiliki ketetapan dalam menyampaikan dan menyusun suatu gagasan agar yang disampaikan mudah dipahami dengan baik.

5. Aufa Nafis Hibatulloh

MAKALAHBAB 1REVIEW TEKS CERITA SEJARAHBAHASA INDONESIAOLEH :Aufa Nafis H.

XII-RPL/05

Daftar IsiCover 1Daftar Isi 2Definisi Teks Cerita Sejarah 3Strukutur Teks Cerita Sejarah 3Contoh Teks Cerita Sejarah 4Cara Membuat Teks Cerita Sejarah 6Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah 6Kelompok Nomina dan Verba 7Konjungsi 8

Nominalisasi 8

Teks Cerita Sejarah

I. Definisi Teks Cerita SejarahTeks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

II. Struktur Teks Cerita SejarahA. OrientasiOrientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.B. Urutan PeristiwaUrutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.C. Reorientasi

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

III. Contoh Teks Cerita Sejarah
Tsunami Melanda AcehOrientasi :Peristiwa yang sangat memilukan terjadi di bumi serambi Mekkah Aceh. Gempa bumi dan Tsunami Aceh pada hari Minggu pagi, 26 Desember 2004. Kurang lebih 500.000 nyawa melayang dalam sekejab di seluruh tepian dunia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di daerah Aceh merupakan korban jiwa terbesar di dunia dan ribuan banguan hancur lebur, ribuan pula mayat hilang dan tidak di temukan dan ribuan pula mayat yang di kuburkan secara masal.Urutan Peristiwa :Gempa terjadi pada waktu tepatnya jam 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.Kepanikan ini terjadi dalam durasi yang tercatat paling lama dalam sejarah kegempaan bumi, yaitu sekitar 500-600 detik (sekitar 10 menit). Beberapa pakar gempa mengatakan menganalogikan kekuatan gempa ini, mampu membuat seluruh bola Bumi bergetar dengan amplitude getaran diatas 1 cm. Gempa yang berpusat di tengah samudera Indonesia ini, juga memicu beberapa gempa bumi diberbagai tempat didunia.Gempa yang mengakibatkan tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.Kekuatan gempa pada awalnya dilaporkan mencapai magnitude 9.0. Pada Februari 2005 dilaporkan gempa berkekuatan magnitude 9.3. Meskipun Pacific Tsunami Warning Center telah menyetujui angka tersebut. Namun, United States Geological Survey menetapkan magnitude 9.2. atau bila menggunakan satuan seismik momen (Mw) sebesar 9.3.Kecepatan rupture diperkirakan sebesar 2.5km/detik ke arah antara utara – barat laut dengan panjang antara 1200 hingga 1300 km. Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1/2005) mencapai 127.672 orang.Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh.Menurut U.S. Geological Survey korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983 tewas. Tsunami Samudra Hindia menjadi gempa dan Tsunami terburuk 10 tahun terakhir.Di Indonesia, gempa dan tsunami menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama, terutama di Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami. Tetapi, kebanyakan korban disebabkan oleh tsunami yang menghantam pantai barat Aceh.

Pemerintahan daerah Aceh lumpuh total, saat terjadi gempa bumi dan Tsunami Aceh, kebetulan di Jakarta sendiri sedang di adakan acara Halal Bi Halal masyarakat Aceh pasca menyambut lebaran Idul Fitri. Gempa Bumi yang terjadi pada jam 08:00 WIB dengan 9 Skala Richter Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Tepat jam 09:00 WIB satu persatu masyarakat Aceh yang hadir di Istora Jakarta panik karena hubungan telepon seluler ke Aceh putus total, mata mereka pada berkaca-kaca.

Reorientasi :
Peristiwa ini merupakan salahsatu peristiwa yang sangat mengenaskan dan paling banyak memakan korban yang pernah terjadi di Indonesia. Semoga kejadian ini tidak terjadi kembali di negri kita yang tercinta ini.

IV. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah

1. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi berbagai sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?2. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.3. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.

4. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.

V. Ciri Kebahasaan Teks Cerita SejarahSetiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.

4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.

VI. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba

1. Kelompok Nomina, yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :a. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.Contoh. Nomina : Rumah.Kelompok Nomina (Modifikatif) : Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.*Keterangan:Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh kata rumah memiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada kata rumah makan, merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.b. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.Contoh. Nomina : MakananKelompok Nomina (Koordinatif) : Sandang pangan*Keterangan :Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat kata sandang dan kata pangan. Di mana kata pangan tidak memiliki makna yang sama dengan kata sandang. Begitu pun sebaliknya.c. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.Contoh kalimat : Cirebon, kota udang, adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

2. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :a. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis suratb. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipi dan, atau)contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadilic. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi, kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

VII. Konjungsi1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.2. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

VIII. NominalisasiNominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :A. Sufiks (akhiran) (-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas) Contoh kalimat :1. Buku bacaan yang dipegang anak itu milik Rika.2. Aku sangat menyukai asinan yang dibuat ibu.3. Maman S. Mahayana adalah seorang kritikus sastra yang terkenal.4. Anggaran yang digunakan negara terlalu banyak.

5. Sosialisasi Anti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.

B. Prefiks (imbuhan) (ke-, pe-, dan se-) Contoh kalimat :1. Andi terpilih sebagai ketua kelompok kami.2. Pedagang kaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.3. Saya sekelas dengan Sadewa.4. Bapak setiap pagi minum segelas air hangat.

5. Pecandu narkoba itu ditangkap saat terjaring razia.

C. Konfiks (imbuhan gabung) (ke-an, pe-an, dan per-an) Contoh kalimat :1. Pengaturan jam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.2. Pertunjukan sirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.3. Kekayaan Haji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.

4. Bantuan Kemanusiaan itu datang terlambat.

D. Infiks (sisipan) (-el- dan -er-) Contoh kalimat :1. Rafa dan Vania sedang asyik bermain gelembung sabun.2. Telunjuk ibu tergores pisau saat mengiris bawang.3. Seruling itu terbuat dari bambu.4. Telapak tangan anak itu kotor saat bermain lumpur.

5. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakai kerudung.

E. Kombinasi afiks (pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an) Contoh kalimat :1. Keberhasilan tidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.2. Keterlibatan Ranto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.3. Daerah kumuh perlu dipugar untuk penyerasian dengan daerah sekitarnya.

4. Garuda Pancasila merupakan salah satu alat pemersatu bangsa.

6. Bagoes Ihsan Taufiqurrahman

Nama : Bagoes Ihsan Taufiqurrahman

Kelas : 12 RPL

Absen : 06

Makalah Teks Cerita Sejarah

  1. Definis Teks Cerita Sejarah

Teks Cerita Sejarah adalah teks cerita yang dibuat berdasarkan suatu peristiwa yang terjadi di masa lampau dan menjelaskan fakta / asal muasal kejadian sejarah tersebut.

Definisi dari Teks sendiri adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran, berpidato, dan sebagainya. Kemudian Cerita sendiri adalah tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal atau peristiwa. Dan terakhir Sejarah sendiri adalah pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi dalam masa lampau.

Dari 3 pengertian diatas , dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah adalah bahan atau wacana tertulis yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa yang benar – benar terjadi di masa lampau.

Teks Cerita Sejarah sendiri menurut saya memiliki tujuan untuk menggambarkan ulang bagaimana suatu peristiwa di masa lampau terjadi, baik asal-muasal tentang suatu kejadian, keberhasilan para pendahulu dalam memperjuangkan apa yang mereka ingin raih, kegagalan para pendahulu dalam mewujudkan impiannya, dan juga cara para pendahulu mengatasi masalah – masalah dalam riwayat sejarah tersebut.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Merupakan bagian perkenalan dari apa yang akan diceritakan dalam teks cerita sejarah dan dapat berisis ide atau gagasan utama dalam pembentukan teks cerita sejarah

Merupakan bagian isi atau badan dari teks cerita sejarah yang dituliskan dalam bentuk kronologis (Berurutan)

Bagian dari teks cerita sejarah yang berisi tentang pendapat pribadi penulis tentang isi dari teks yang dia tulis

  1. Contoh Teks Cerita Sejarah

Asal Mulanya Tercipta Instagram

Orientasi:
Siapa yang tidak kenal dengan instagram, Aplikasi yang berfungsi untuk berbagi foto dan video ini memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto, memfilter digital, menambahkan efek, dan mempubikasikan foto tersebut ke berbagai jenis jejaring sosial yang ada termasuk kedalam jejaring instagram itu sendiri.

Instagram sendiri terbentuk dari dua kata utama yakni “insta” yang berarti “instan” seperti pada kamera jenis polaroid yang lebih akrab disebut dengan foto instan. Dan kata “gram” mengarah pada kata “telegram” yang cara atau pengaplikasiannya adalah untuk mengirimkan sejumlah informasi pada seseorang dengan sangat cepat.

Urutan Peristiwa:
Burbn, Inc yang merupakan perusahaan start up teknologi yang notabennya hanya berkonsentrasi pada pengembangan dan pembuatan aplikasi telepon genggam berdiri pada sekitar tahun 2010 lalu. Pada mulanya Burbn, Inc sendiri berfokus pada pendalaman seluruh fungsi bahasa pemprograman yakni HTML5. Namaun seiring berjalannya waktu, Mike krieger dan Kevin Systorm selaku CEO dari perusahaan ini memilih untuk berfokus hanya pada satu hal asaja.

Seminggu lamanya mereka berusaha membuat ide ide yang mungkin dapat mendatangkan profit, pada akhirnya kedua CEO ini berhasil enciptakan versi pertama dari instagram, namun seperti pada prototype pada umumnya, versi awal dari instagram ini masih memiliki banyak sekali kelemahan dalam segala sistemnya. Setelah melalui berbagai tahap penyempurnaan versi burbn (instagram) ini akhirnya sudah dapat diujicoba dengan menggunakan perangkat iphone. Namun tetap saja dirasa memiliki banyak sekali fitur yang tidak terkategori dengan baik.

Sulit bagi Kevin dan Mike untuk mengatur ulang seluruh fitur yang ada dan memulai semuanya dari awal. Akhirnya mike dan kevin memilih untuk berfokus hanya pada fitur foto, berkomentar dan menyukai foto saja. Inilah kerangka awal terbentuknya jejaring sosial instagram saat ini.

Pada tahun 2012 tepatnya tanggal 09 april diumuman sebuah berita besar yakni saha dan kepemilikan facebook akan diambil alih oleh mark zuckerberg selaku pemiliki facebook dengan uang tunai dan saham senilai 1 miliar dollar.

Reorientasi:
Instagram saat ini telah banyak diminati baik tua maupun muda. Penggunaan yang mudah dan fitur yang terkesan canggih membuat instagram semakin populer dari tahun ke tahun. Dengan jejaring sosial instagram ini kita dapat mengetahui segala aktivitas teman teman kita hanya dengan melihat foto dan video mereka.

  1. Cara membuat Teks Cerita Sejarah
  1. Mencari ide atau gagasan utama untuk membuat suatu teks cerita sejarah, dengan mendapatkan ide atau gagasan utama kita dapat membuat Orientasi dalam teks cerita sejarah. Untuk mempermudah dalam membuat suatu Orientasi , kita dapat menggukan unsur 5W 1H seperti , Siapa yang terlibat peristiwa tersebut ?,

Apa yang terjadi dalam peristiwa tersebut ?, Kapan peristiwa tersebut terjadi ?, Kenapa peristiwa tersebut terjadi ?, dan Dimana peristiwa tersebut terjadi ?.

  1. Menganalisa / Mengidentifikasi permasalahan dan menulis kronologi/peristiwa secara lengkap
  1. Mengulas kembali isi teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri. Bagian ini merupakan bagian Optional / tidak harus ada dalam semua Teks Cerita Sejarah (Re-Orientasi)
  1. Menyempurnakan Teks Cerita Sejarah menggunakan EYD yang benar dan membenarkan tata bahasa agar mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  3. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

Contoh kalimat :

  1. Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  2. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  3. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  4. Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  5. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.

Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

Contoh kalimat :

  1. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  2. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  3. Sayasekelasdengan Sadewa.
  4. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  5. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.

Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh kalimat :

  1. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  2. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  3. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  4. BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.

Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

Contoh kalimat :

  1. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  2. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  3. Serulingitu terbuat dari bambu.
  4. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.

7. Daffi Sukmadiansyah I.D

TEKS CERITA SEJARAH

DAFFI SUKMADIANSYAH INDRA DRAJAD

XII RPL

SMKN 2 BUDURAN

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menceritakan/menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari atau direnungkan pada peristiwa sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Orientasi : bagian ini merupakan pembukaan/pengenalan dari teks cerita sejarah.

Urutan peristiwa : bagian ini merupakan rekaman peristiwa sejarah yang telah terjadi, umumnya disampaikan dalam urutan kronologis.

Re-orientasi : bagian ini merupakan komentar pribadi penulis tentang kejadian atau peristiwa sejarah yang diceritakan. Reorientasi boleh ada atau boleh tidak. Sesuai keinginan penulis teks cerita sejarah.

  1. Ciri-Ciri Teks Cerita Sejarah
  2. Bentuk teks cerita ulang “recount”.
  3. Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau urutan kejadian.
  4. Sering menggunakan konjungsi temporal.
  5. Struktur teksnya: orientasi, urutan peristiwa, reorientasi.
  6. Isi berupa fakta.
  1. Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Pronomina (kata ganti): jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Contohnya adalah saya, kapan, -nya, ini.

Frasa Adverbial: kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.

Verba Material: kata kerja berimbuhan yang mengacu pada tindakan fisik, atau pun perbuatan yang dilakukan secara fisik oleh partisipan, contohnya menulis, mengepel, menyapu.

Konjungsi Temporal (kata sambung waktu): berfungsi menata urutan peristiwa yang diceritakan. Umumnya banyak menggunakan kata penghubung temporal

  1. Contoh Teks Cerita Sejarah

Gempa bumi Sumatera Barat 30 September 2009

Provinsi Sumatera Barat berada di antara pertemuan dua lempeng benua besar (lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia) dan patahan (sesar) Semangko. Di dekat pertemuan lempeng terdapat patahan Mentawai. Ketiganya merupakan daerah seismik aktif. Menurut catatan ahli gempa wilayah Sumatera Barat memiliki siklus 200 tahunan gempa besar yang pada awal abad ke-21 telah memasuki masa berulangnya siklus.

Gempa Bumi Sumatera Barat 2009 terjadi dengan kekuatan 7,6 Skala Richter di lepas pantai Sumatera Barat pada pukul 17:16:10 WIB tanggal 30 September 2009. Gempa ini terjadi di lepas pantai Sumatera, sekitar 50 km barat laut Kota Padang. Gempa menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah di Sumatera Barat seperti Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Agam, Kota Solok, dan Kabupaten Pasaman Barat. Menurut data Satkorlak PB, sebanyak 1.117 orang tewas akibat gempa ini yang tersebar di 3 kota & 4 kabupaten di Sumatera Barat, korban luka berat mencapai 1.214 orang, luka ringan 1.688 orang, korban hilang 1 orang. Sedangkan 135.448 rumah rusak berat, 65.380 rumah rusak sedang, & 78.604 rumah rusak ringan.

Meski Gempa bumi Sumatera Barat 30 September 2009 sudah terjadi 7 tahun yang lalu, namun kejadian tersebut masih selalu ada dalam ingatan, terlebih untuk orang-orang yang keluarganya menjadi korban dalambencana alamini. Mengingat kejadian di masa lalu, sudah sepantasnya kita memahami tentang gempa bumi agar kita selalu berhati-hati ketika mengunjungi daerah rawan gempa, atau kita mencari informasi akurat dari badan terkait yang bertugas memantau aktivitas dalam perut bumi untuk mendeteksi gempa.

8. Daniel Wicaksono

Ulasan Teks Cerita SejarahOleh

Daniel Wicaksono (XII RPL/08)

Teks Cerita Sejarah

I. Definisi Teks Cerita Sejarah
Banyak orang yang merasa asing mendengarkan istilah Teks Cerita Sejarah, padahal dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu menjumpai Teks tersebut, baik dalam membaca koran, ataupun ketika berselancar di Internet. Apakah yang di maksud dari Teks Cerita Sejarah? Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

II. Struktur Teks Cerita SejarahA. OrientasiOrientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.B. Urutan PeristiwaUrutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.C. Reorientasi

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

III. Contoh Teks Cerita Sejarah
Sebulan Berlalu, Air Masih Menggenangi Beberapa Lokasi di Manado

Orientasi :Banjir bandang yang menerjang Manado telah berlalu hampir sebulan. Namun tumpukan sampah dan lumpur masih saja terlihat di beberapa wilayah. Bahkan di beberapa ruas jalan dan lorong, air sisa banjir masih terlihat tergenang.Urutan Peristiwa :Seperti yang terpantau Kompas.com, Senin (10/2/2014), air setinggi 20 sentimeter terlihat di ruas jalan Persimpangan Plaza dan depan Makmur, Kecamatan Wenang.Salah satu warga, Yudi yang terlihat masih berusaha membersihkan lumpur dari rumah miliknya, mengaku kesal dengan kondisi tersebut.Menurutnya, pemerintah kota Manado tidak mencari solusi yang tepat untuk mengatasi hal itu. “Air di sini tidak mau surut, tetap tergenang. Kalau hujan datang, air langsung masuk di dalam rumah, karena selokan tersumbat,” ujar Yudi.Menurut dia, percuma saja mereka membersihkan rumah mereka, karena air bercampur lumpur di jalan masih ada. Selain di persimpangan Plaza, air dan lumpur juga masih terlihat di lorong samping Klenteng Kwang Kong, Kampung Cina.Di lorong tersebut beberapa rumah warga keturunan Tionghoa terlihat masih dipenuhi lumpur. Sampah dan lumpur yang telah lama terendap menimbulkan bau yang tidak sedap. Tak ayal, warga yang melintas di kawasan ramai tersebut harus menutup hidung mereka.Sampah juga masih terlihat di simpang tiga Terminal Paal Dua, samping SPBU Paal 2, Tanjung Baru, Ketang Baru, lorong Lililoyor, Dendengan Dalam, Tikala dan beberapa lokasi lainnya. Banyaknya sampah yang ditinggalkan banjir bandang yang terjadi pada 15 Januari 2014 lalu memang membuat pemerintah kewalahan. Walau ribuan relawan setiap hari turun membantu membersihkan dan mengangkat sampah, tetap saja masih banyak sampah yang belum terangkat.

Diperkirakan sampah yang ditinggalkan banjir bandang tersebut mencapai 100.000 kubik. Sementara Tempat Pembuangan Sampah di Sumompo sudah melebihi kapasitas tampung.

IV. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah1. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?2. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.3. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.

4. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.

V. Ciri Kebahasaan Teks Cerita SejarahSetiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.

4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.

VI. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
1. Kelompok Nomina, yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :

a. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.Contoh.Nomina : Rumah.Kelompok Nomina (Modifikatif) : Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan: Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh kata rumah memiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada kata rumah makan, merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

b. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.Contoh.Nomina : MakananKelompok Nomina (Koordinatif) : Sandang pangan

*Keterangan : Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat kata sandang dan kata pangan. Di mana kata pangan tidak memiliki makna yang sama dengan kata sandang. Begitu pun sebaliknya.

c. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.Contoh kalimat : Cirebon, kota udang, adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

2. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :a. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis suratb. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipi dan, atau)contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadilic. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi, kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

VII. Konjungsi1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.2. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

VIII. NominalisasiNominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :A. Sufiks (akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)Contoh kalimat :1. Buku bacaan yang dipegang anak itu milik Rika.2. Aku sangat menyukai asinan yang dibuat ibu.3. Maman S. Mahayana adalah seorang kritikus sastra yang terkenal.4. Anggaran yang digunakan negara terlalu banyak.5. Sosialisasi Anti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.B. Prefiks (imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)Contoh kalimat :1. Andi terpilih sebagai ketua kelompok kami.2. Pedagang kaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.3. Saya sekelas dengan Sadewa.4. Bapak setiap pagi minum segelas air hangat.5. Pecandu narkoba itu ditangkap saat terjaring razia.C. Konfiks (imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)Contoh kalimat :1. Pengaturan jam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.2. Pertunjukan sirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.3. Kekayaan Haji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.4. Bantuan Kemanusiaan itu datang terlambat.D. Infiks (sisipan)(-el- dan -er-)Contoh kalimat :1. Rafa dan Vania sedang asyik bermain gelembung sabun.2. Telunjuk ibu tergores pisau saat mengiris bawang.3. Seruling itu terbuat dari bambu.4. Telapak tangan anak itu kotor saat bermain lumpur.5. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakai kerudung.E. Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)Contoh kalimat :1. Keberhasilan tidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.2. Keterlibatan Ranto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.3. Daerah kumuh perlu dipugar untuk penyerasian dengan daerah sekitarnya.

4. Garuda Pancasila merupakan salah satu alat pemersatu bangsa.

IX. KesimpulanTeks Cerita Sejarah merupakan teks yang digunakan untuk menceritakan kembali

suatu peristiwa yang sudah terjadi di masa lampau. Oleh karena itu setiap orang perlu mempelajari secara rinci baik maksud-tujuan, struktur dan kaidah kebahasaan mengenai Teks Cerita Sejarah agar dapat menceritakan kembali dengan aktual peristiwa bersejarah apa yang sudah dialami.

9. Dimas Afrizal Fadilasyah

Menganalisa Teks Cerita Sejarah “Sejarah Torino FC”

Nama : Dimas Afrizal Fadilasyah

Kelas : XII-RPL

No.Absen : 09

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah
  2. Orientasi

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  1. Contoh Teks Cerita Sejarah

Sejarah TORINO FC

Orientasi :

Torino Football Club adalah salah satu klub tertua di Italia,klub ini berjuluk “Il Toro” yang berarti Si-Banteng berdiri pada tanggal 3 Desember 1906 dengan nama Football Club Torino, bermaskas di kota Turin Italia. Berdiri nya Torino sendiri di awali dari perpecahan yang ada dalam internal Juventus FC, di mana Sang Presiden Juventus saat itu Alfredo Dick kesal dengan rencana pemindahan markas klub keluar kota Turin yang kemudian Dick memutuskan untuk hengkang dari Juventus.

Urutan Peristiwa :

Hengkang dari La Vechia Signora, Alfredo Dick mempunyai rencana mendirikan klub baru yang bernama Torino FC serta membawa beberapa pemain dari Juventus. Impian Dick akhir nya terwujud, setelah berhasil mendirikan Torino, sehingga terjadi rivalitas yang sangat sengit antara dua klub kota Turin tersebut.

Pertandingan derby kota Turin antara Juventus dan Torino biasa di kenal dengan sebutan Derby Della Mole. Partai Derby Della Mole yang pertama terjadi yaitu pada tanggal 16 Desember 1906, yang ketika itu Il Toro berhasil mengalahkan Juventus dengan skor 2 – 1.

Di musim 1926 – 1927 sebenar nya Il Toro berhasil meraih gelar scudetto pertama nya namun sayang karena terbukti terlibat skandal pengaturan skor akhir nya gelar tersebut di copot oleh FIGC. Gelar scudetto pertama bagi Torino akhir nya datang semusim berikut nya tepat nya pada 1927 – 1928.

Di era 1940-an merupakan masa kejayaan bagi Il Granata yang kala itu berhasil meraih lima gelar scudetto di mana empat kali di antara nya di raih secara berturut -turut yaitu pada musim 1942 – 1943, 1945 – 1946, 1946 – 1947, 1947 – 1948, 1948 – 1949. Masa kejayaan Torino saat itu di kenal dengan sebutan Il Grande Torino yang berarti “Torino Yang Hebat”.

Berjalan nya waktu masa, tiba masa kejayaan Il Toro berakhir setelah terjadi salah satu insiden yang paling tragis dalam persepakbolaan Italia yang di kenal dengan Tragedi Superga pada tahun 1949. Tragedi Superga tersebut terjadi karena pesawat yang mengangkut seluruh skuat Torino menabrak bukit Superga hingga menewaskan seluruh penumpangnya.

Pasca tragedi Superga tersebut, Il Toro mengalami penurunan drastis hingga pada tahun 1958 – 1959 mereka terdegradasi ke Serie B namun berhasil promosi kembali ke Serie A di musim berikut nya.Pahit manis yang di terima Torino di Serie A sudah mereka lalui, akhir nya pada tahun 1975 – 1976 Torino berhasil meraih gelar scudetto nya yang ketujuh sepanjang sejarah Il Toro.

Namun performa tidak konsisten yang di tampilkan skuat tim, setelah musim tersebut Il Granata hanya sebagai tim papan tengah Serie A dan sempat beberapa kali naik turun ke Serie B.Masuk di era 1990-an awal kebangkitan Torino mulai kembali, mereka berhasil menjadi runner-up Piala UEFA pada musim 1991 – 1992 dan semusim berikut nya meraih trofi Coppa Italia.

Reorientasi :

Pada tahun 2005, Torino mengalami krisis keuangan yang berujung pada pencoretan mereka sebagai peraih tiket promosi ke Serie A.Urbano Cairo seorang pengusaha di Turin menyelamatkan Torino pada tahun tersebut. Setelah beberapa musim berjuang di kasta bawah, akhir nya pada musim 2006 – 2007 Il Toro berhasil promosi kembali ke Serie A.

Torino lagi-lagi terelegasi pada musim 2008/2009, dan selama tiga musim mereka berkutat di Serie B.Pada musim2012/2013 mereka berhasil kembali lagi ke Serie A dengan kekuatan baru yang cukup diperhitungkan.Sampai musim ini Torino bukan hanya berhasil bertahan di Serie A,tetapi mereka juga selalu mempertontonkan permainan yang menarik,dan berhasil merangsek ke papan atas.

  1. Cara membuat Teks Cerita Sejarah
  2. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  3. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  4. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  5. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya mempertontonkan, mendirikan, dan menjuarai.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
    1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh :Bulan Pertama, bulan januari, bulan purnama, dll.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh. : Pahit manis yang di terima Torino di Serie A

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Torino, Il Toro,adalah salah satu klub tertua di Italia.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Torino.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : akan menyanyikan, bekerja keras, sedang bermain

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : Pergi atau menunggu, Makan dan Minum, Merusak dan Menghancurkan

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Merupakan masa kejayaan, Tempat tinggalku dulu,.

7.Konjungsi

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat:

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

Contoh: Pasca tragedi Superga tersebut, Il Toro mengalami penurunan drastis hingga pada tahun 1958 – 1959 mereka terdegradasi ke Serie B.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Contoh: Sesudah tragedi Superga, Torino mampu bangkit.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

adi antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

    Contoh kalimat : Tendangan (dari kata “tending” dan mendapat imbuhan -an)

  2. Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

    Contoh kalimat : Sedarah (dari kata ”darah” dan mendapat imbuhan se-)

  3. Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

    Contoh kalimat : Perperangan (dari kata “perang” dan mendapat imbuhan per-an)

  4. Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

    Contoh kalimat : Telapak (dari kata ”tapak” dan mendapat imbuhan –el-)

  5. Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

    Contoh kalimat : Penyesalan (dari kata “sesal” dan mendapat imbuhan penye-an).

Menurut pendapat saya teks cerita sejarah “Sejarah Torino FC’ adalah teks cerita sejarah yang sempurna. Karena teks tersebut sudah memiliki kaidah kebahasaan yang seharusnya dimiliki oleh sebuah teks cerita sejarah. Seperti adanya beberapa penggunaan nominalisasi, konjungsi, verba modifikatif dan apositif. Teks ini juga memiliki struktur yang lengkap dengan orientasi diawal lalu diteruskan oleh urutan peristiwa dan ditutup oleh reorientasi yang sebenarnya bersifat opsional atau pilihan.

10. Dimas Rehan Nabiel Avianto

MAKALAH

TEKS CERITA SEJARAH

Disusun Oleh

Dimas Rehan Nabiel Avianto

XII RPL / 10

Teks Cerita Sejarah

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi pada masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis yang memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks dari bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah
  2. Orientasi

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Contoh Teks Cerita Sejarah

Teknologi Internet

Internet adalah sebuah jaringan komputer yang pada mulanya diciptakan oleh Departemen Pertahanan milik Amerika Serikat pada sekitar tahun 1969. Awal mula diciptakannya internet adalah untuk kepentingan militer. Dengan sistem sistem operasi berbasis UNIX, mereka mendemonstrasikan dan mencoba perangkat keras dan lunak untuk berkomunikasi secara jarak jauh yang jaraknya tidak terjangkau melebihi jarak sambungan telepon.

Demonstrasi dan tes ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) ini meliputi ketangkasan jaringan, bentuk jaringan, dan kapasitas informasi yang dapat dipindahkan. Dan akhirnya setelah melewati beberapa kali uji ARPANET menjadi standard untuk menentukan pembangunan sebuah protokol baru yang saat ini kita sebut dengan transmission control protocol/internet protocol (TCP/IP).

Seperti yang disebutkan diatas, tujuan diciptakannya internet pada awalnya untuk keperluan pertahanan militer saja. Pada masa itu, departemen pertahanan AS menempatkan sejumlah komputer-komputer di beberapa daerah yang menjadi titik vital dan menghubungkannya dengan jaringan internet untuk mengantisipasi terjadinya serangan nuklir dan informasi terpusat yang notabennya sangat mudah dihancurkan jika ada serangan.

Pada awalnya, ARPANET ini hanya menghubungkan tidak lebih dari 4 situs saja, yakni university of california, university of utah, standford research instittute, dan santa barbara yang pada mulanya mereka membentuk sebuah jaringan terpadu sekitar tahun 1969 silam. Secara garis besar ARPANET resmi diluncurkan pada bulan oktober tahun 1972, dan tidak lama setelahnya proyek ini mengalami perkembangan yang sangat pesat hingga ke seluruh penjuru daerah di Amerika Serikat. Hal ini memicu antusias barbagai universitas untuk bergabung dengan jaringan ARPANET hingga membuat departemen pertahanan kewalahan

Maka dari itu, untuk menanggapi fenomena ini akhirnya Arpanet dipisah dan dipecah menjadi dua bagian yakni Milnet yang mengatur keperluan militer saja dan Arpanet baru dengan skala yang lebih kecil untuk keperluan non militer seperti untuk universitas. Penggabungan dari kedua sistem ini akhirnya disebut dengan DARPA internet, namun seiring perkembangan jaman akhirnya nama tersebut mengalami bentuk penyederhanaan menjadi internet saja.

Penggunaan internet di jaman sekarang ini sudah sangat dianggap penting bagi banyak orang. Seperti contoh seorang siswa sekolah dapat mencari dan mendapatkan informasi dari berbagai sumber yang tidak akan mereka temukan di perpustakaan sekolah mereka. Saling berkomunikasi jarak jauh baik itu dala lingkung siswa dengan siswa lain maupun siswa dengan guru. Semua hal hal diatas dapat mereka lakukan dengan mengakses internet

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  2. Mencari ide gagasan yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  3. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  4. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  5. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  3. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

Contoh kalimat :

  1. Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  2. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  3. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  4. Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  5. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.

Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

Contoh kalimat :

  1. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  2. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  3. Sayasekelasdengan Sadewa.
  4. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  5. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.

Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh kalimat :

  1. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  2. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  3. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  4. BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.

Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

Contoh kalimat :

  1. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  2. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  3. Serulingitu terbuat dari bambu.
  4. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  5. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.

Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

Contoh kalimat :

  1. Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  2. KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  3. Daerah kumuh perlu dipugar untukpenyerasiandengan daerah sekitarnya.
  4. Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatubangsa.

11. Dwi Nala Lesmana

12. Efry Anggraini Maharani

BAHASA INDONESIA

Ulasan Teks Cerita Sejarah

Nama : Efry Anggraini Maharani

Kelas : XII RPL

No Absen :12

  • Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

  • Struktur Teks Cerita Sejarah

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

Contoh Teks Cerita Sejarah

Tsunami Aceh

Orientasi

Peristiwa yang sangat memilukan terjadi di bumi serambi Mekkah Aceh. Gempa bumi dan Tsunami Aceh pada hari Minggu pagi, 26 Desember 2004. Kurang lebih 500.000 nyawa melayang dalam sekejab di seluruh tepian dunia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di daerah Aceh merupakan korban jiwa terbesar di dunia dan ribuan banguan hancur lebur, ribuan pula mayat hilang dan tidak di temukan dan ribuan pula mayat yang di kuburkan secara masal.


Urutan Peristiwa

Gempa terjadi pada waktu tepatnya jam 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

Kepanikan ini terjadi dalam durasi yang tercatat paling lama dalam sejarah kegempaan bumi, yaitu sekitar 500-600 detik (sekitar 10 menit). Beberapa pakar gempa mengatakan menganalogikan kekuatan gempa ini, mampu membuat seluruh bola Bumi bergetar dengan amplitude getaran diatas 1 cm. Gempa yang berpusat di tengah samudera Indonesia ini, juga memicu beberapa gempa bumi diberbagai tempat didunia.

Gempa yang mengakibatkan tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.

Kekuatan gempa pada awalnya dilaporkan mencapai magnitude 9.0. Pada Februari 2005 dilaporkan gempa berkekuatan magnitude 9.3. Meskipun Pacific Tsunami Warning Center telah menyetujui angka tersebut. Namun, United States Geological Survey menetapkan magnitude 9.2. atau bila menggunakan satuan seismik momen (Mw) sebesar 9.3.

Kecepatan rupture diperkirakan sebesar 2.5km/detik ke arah antara utara – barat laut dengan panjang antara 1200 hingga 1300 km. Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1/2005) mencapai 127.672 orang.

Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.

Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh.

Menurut U.S. Geological Survey korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983 tewas. Tsunami Samudra Hindia menjadi gempa dan Tsunami terburuk 10 tahun terakhir.

Di Indonesia, gempa dan tsunami menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama, terutama di Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami. Tetapi, kebanyakan korban disebabkan oleh tsunami yang menghantam pantai barat Aceh.

Pemerintahan daerah Aceh lumpuh total, saat terjadi gempa bumi dan Tsunami Aceh, kebetulan di Jakarta sendiri sedang di adakan acara Halal Bi Halal masyarakat Aceh pasca menyambut lebaran Idul Fitri. Gempa Bumi yang terjadi pada jam 08:00 WIB dengan 9 Skala Richter Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Tepat jam 09:00 WIB satu persatu masyarakat Aceh yang hadir di Istora Jakarta panik karena hubungan telepon seluler ke Aceh putus total, mata mereka pada berkaca-kaca.

Reorientasi

Peristiwa ini merupakan salahsatu peristiwa yang sangat mengenaskan dan paling banyak memakan korban yang pernah terjadi di Indonesia. Semoga kejadian ini tidak terjadi kembali di negri kita yang tercinta ini.

  • Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  1. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  2. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  3. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  4. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  • Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  • Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  1. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon,kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

Contoh kalimat :

  1. Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  2. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  3. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  4. Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  5. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.

Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

Contoh kalimat :

  1. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  2. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  3. Sayasekelasdengan Sadewa.
  4. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  5. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.

Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh kalimat :

  1. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  2. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  3. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  4. BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.

Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

Contoh kalimat :

  1. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  2. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  3. Serulingitu terbuat dari bambu.
  4. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  5. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.

Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

Contoh kalimat :

  1. Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  2. KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  3. Daerah kumuh perlu dipugar untukpenyerasiandengan daerah sekitarnya.
  4. Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatubangsa.

13. Gilang Firdaus Pratama

Teks Cerita Sejarah

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Contoh Teks Cerita Sejarah

Cerita Sejarah Terciptanya INSTAGRAM

Orientasi :

Siapa yang tidak kenal dengan instagram, Aplikasi yang berfungsi untuk berbagi foto dan video ini memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto, memfilter digital, menambahkan efek, dan mempubikasikan foto tersebut ke berbagai jenis jejaring sosial yang ada termasuk kedalam jejaring instagram itu sendiri.

Instagram sendiri terbentuk dari dua kata utama yakni “insta” yang berarti “instan” seperti pada kamera jenis polaroid yang lebih akrab disebut dengan foto instan. Dan kata “gram” mengarah pada kata “telegram” yang cara atau pengaplikasiannya adalah untuk mengirimkan sejumlah informasi pada seseorang dengan sangat cepat..

Urutan Peristiwa :

Burbn, Inc yang merupakan perusahaan start up teknologi yang notabennya hanya berkonsentrasi pada pengembangan dan pembuatan aplikasi telepon genggam berdiri pada sekitar tahun 2010 lalu. Pada mulanya Burbn, Inc sendiri berfokus pada pendalaman seluruh fungsi bahasa pemprograman yakni HTML5. Namaun seiring berjalannya waktu, Mike krieger dan Kevin Systorm selaku CEO dari perusahaan ini memilih untuk berfokus hanya pada satu hal asaja.

Seminggu lamanya mereka berusaha membuat ide ide yang mungkin dapat mendatangkan profit, pada akhirnya kedua CEO ini berhasil enciptakan versi pertama dari instagram, namun seperti pada prototype pada umumnya, versi awal dari instagram ini masih memiliki banyak sekali kelemahan dalam segala sistemnya. Setelah melalui berbagai tahap penyempurnaan versi burbn (instagram) ini akhirnya sudah dapat diujicoba dengan menggunakan perangkat iphone. Namun tetap saja dirasa memiliki banyak sekali fitur yang tidak terkategori dengan baik.

Sulit bagi Kevin dan Mike untuk mengatur ulang seluruh fitur yang ada dan memulai semuanya dari awal. Akhirnya mike dan kevin memilih untuk berfokus hanya pada fitur foto, berkomentar dan menyukai foto saja. Inilah kerangka awal terbentuknya jejaring sosial instagram saat ini.

Pada tahun 2012 tepatnya tanggal 09 april diumuman sebuah berita besar yakni saha dan kepemilikan facebook akan diambil alih oleh mark zuckerberg selaku pemiliki facebook dengan uang tunai dan saham senilai 1 miliar dollar.

Reorientasi :

Instagram saat ini telah banyak diminati baik tua maupun muda. Penggunaan yang mudah dan fitur yang terkesan canggih membuat instagram semakin populer dari tahun ke tahun. Dengan jejaring sosial instagram ini kita dapat mengetahui segala aktivitas teman teman kita hanya dengan melihat foto dan video mereka

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  2. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  3. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  4. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  5. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  3. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

    Contoh kalimat :

  2. Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  3. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  4. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  5. Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  6. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.
  7. Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

    Contoh kalimat :

  8. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  9. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  10. Sayasekelasdengan Sadewa.
  11. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  12. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.
  13. Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

    Contoh kalimat :

  14. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  15. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  16. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  17. BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.
  18. Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

    Contoh kalimat :

  19. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  20. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  21. Serulingitu terbuat dari bambu.
  22. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  23. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.
  24. Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

    Contoh kalimat :

  25. Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  26. KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  27. Daerah kumuh perlu dipugar untukpenyerasiandengan daerah sekitarnya.
  28. Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatubangsa.

Nama : Gilang Firdaus Pratama

Kelas : XII RPL

No : 13

14. Hafidz Al Ashar

Menganalisa Teks Cerita Sejarah

“Erupsi Gunung Krakatau”

Hafidz Al Ashar

XII RPL – 14

Teks Cerita Sejarah

  1. Pengertian Teks Cerita Sejarah

Teks Cerita Sejarah Terdiri dari 3 kata “Teks”, “Cerita”, dan “Sejarah”. Teks memiliki definisi naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang, Cerita memiliki definisi tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal, dan Sejarah yang memiliki definisi kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

Jadi Teks Cerita Sejarah adalah kata kata asli dari pengarang yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu kejadian dan peristiwa penting yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Awal atau pengenalan dari sebuah teks cerita sejarah yang biasanya berisi, kapan peristiwa tersebut terjadi, dimana peristiwa tersebut terjadi.

Rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya diceritakan dalam sebuah urutan kronologis.

Komentar pribadi penulis tentang peristiwa atau kejadian sejarah yang diceritakan. Reorientasi bersifat opsional yang artinya tidak harus ada dalam sebuah teks cerita sejarah.

  1. Contoh Teks Cerita Sejarah

Erupsi Gunung Krakatau

Krakatau (bahasa Inggris: Krakatoa)adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra yang termasuk dalam kawasan cagar alam. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat;awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australiadan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York. Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia,Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh pada masa ketika populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegrafsudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.

Sebelum letusan 1883, aktivitas seismik di sekitar Krakatau sangat tinggi, menyebabkan sejumlah gempa bumi yang dirasakan hingga ke Australia. Pada 20 Mei 1883, pelepasan uap mulai terjadi secara teratur diPerboewatan, pulau paling utara di Kepulauan Krakatau.Pelepasan abu vulkanik mencapai ketinggian hingga 6 km dan suara letusan terdengar hingga ke Batavia (sekarang Jakarta), yang berjarak 160 km dari Krakatau. Aktivitas vulkanik menurun pada akhir Mei, dan tidak ada aktivitas lebih lanjut yang tercatat hingga beberapa minggu ke depan.

Letusan kembali terjadi pada 16 Juni, yang menimbulkan letusan keras dan menutupi pulau dengan awan hitam tebal selama lima hari. Pada 24 Juni, angin timur yang bertiup membersihkan awan tersebut, dan dua gulungan kabut asap terlihat membubung dari Krakatau. Letusan ini diyakini telah menyebabkan munculnya dua ventilasi baru yang terbentuk di antara Perboewatan dan Danan. Aktivitas gunung juga menyebabkan air pasang di sekitarnya menjadi sangat tinggi, dan kapal-kapal di pelabuhan harus ditambatkan dengan rantai agar tidak terseret laut. Guncangan gempa mulai terasa diAnyer, Jawa Barat, dan kapal-kapal Belanda melaporkan mengenai adanya batu apung besar yang mengambang di Samudera Hindia di sebelah barat.

Pada tanggal 11 Agustus, pakar topografi Belanda, Kapten H. J. G. Ferzenaar, mulai menyelidiki pulau. Ia menemukan tiga gulungan abu telah melingkupi pulau, dan lepasan uap dari setidaknya sebelas ventilasi lainnya, sebagian besarnya terdapat di Danan dan Rakata. Saat mendarat, Ferzenaar mencatat adanya lapisan abu setebal 0,5 m, dan musnahnya semua vegetasi pulau, hanya menyisakan tunggul-tunggul pohon. Keesokan harinya, sebuah kapal yang lewat melaporkan mengenai adanya ventilasi baru yang berjarak “hanya beberapa meter di atas permukaan laut”. Aktivitas vulkanik Krakatau terus berlanjut hingga pertengahan Agustus.

Tanggal 25 Agustus, letusan semakin meningkat. Sekitar pukul 13.00 tanggal 26 Agustus, Krakatau memasuki fase paroksimal. Satu jam kemudian, para pengamat bisa melihat awan abu hitam dengan ketinggian 27 km (17 mi). Pada saat ini, letusan terjadi terus menerus dan ledakan terdengar setiap sepuluh menit sekali. Kapal-kapal yang berlayar dalam jarak 20 km (12 mi) dari Krakatau telah dihujani abu tebal, dengan potongan-potongan batu apung panas berdiameter hampir 10 cm (3.9 in) mendarat di dek kapal. Tsunami kecil menghantam pesisir Pulau Jawa dan Sumatera hampir 40 km (25 mi) jauhnya pada pukul 18.00 dan 19.00.

Pada 27 Agustus, empat letusan besar terjadi pukul 05.30, 06.44, 10.02, dan 10:41 waktu setempat. Pada pukul 5.30, letusan pertama terjadi di Perboewatan, yang memicu tsunami menuju Telock Botong. Pukul 06.44, Krakatau meletus lagi di Danan, menimbulkan tsunami di arah timur dan barat. Letusan besar pada pukul 10.02 terjadi begitu keras dan terdengar hampir 3,110 km (1,930 mi) jauhnya ke Perth, Australia Barat, danRodrigues di Mauritius (4,800 km (3,000 mi) jauhnya).

Penduduk di sana mengira bahwa letusan tersebut adalah suara tembakan meriam dari kapal terdekat. Masing-masing letusan disertai dengan gelombang tsunami, yang tingginya diyakini mencapai 30 m di beberapa tempat. Wilayah-wilayah di Selat Sunda dan sejumlah wilayah di pesisir Sumatera turut terkena dampak aliran piroklastik gunung berapi. Energi yang dilepaskan dari ledakan diperkirakan setara dengan 200 megaton TNT ,kira-kira hampir empat kali lipat lebih kuat dari Tsar Bomba(senjata termonuklir paling kuat yang pernah diledakkan). Pada pukul 10.41, tanah longsor yang meruntuhkan setengah bagian Rakata memicu terjadinya letusan akhir.

Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut. Gunung Krakatau yang meletus, getarannya terasa sampai Eropa.

  1. Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
    1. Pronomina (kata ganti), adalah sebuah kata yang digunakan untuk menggantikan benda, orang, dan sesuatu secara tidak langsung. Contoh : dia, mereka, anda, dan -nya
    2. Frasa Adverbal adalah kata yang terdiri dari kata inti yang berupa kata sifat dan kata pembatasnya. Contoh : Hampir Baik (Baik sebagai inti kalimat yang merupakan kata sifat, dan Hampir adalah kata pewatas yang membatasi kata inti)
    3. Verba Material, adalah kata kerja yang menunjukan aktivitas atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang ikut berperan pada kegiatan tersebut Contoh : Budi sedang menonton TV
    4. Konjungsi Temporan adalah kata hubung yang berkaitan dengan waktu.

Kelompok nomina adalah kata benda yang memiliki dari satu kata, yang memiliki arti lain yang lebih spesifik.

Nomina Modifikatif

Yaitu nomina yang memiliki fungsi untuk membatasi kata sebelumnya yang bersifat umum.

Contoh : Bom Atom (kata umum adalah “Bom” dan dobatasi oleh kata “Atom”, jadi Bom Atom adalah bom yang meledak Karena reaksi atom).

Nomina Koordinatif

Yaitu nomina yang memiliki bagian kata yang tidak saling menerangkan atau memiliki arti yang berbeda.

Contoh : Sebagai seorang sahabat kita akan mampu melewati suka dan duka Bersama ( Kata “suka” dan “duka” memiliki arti yang berlewanan dan tidak saling menerangkan

Nomina Apostif

Yairu nomina yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya, biasanya berbentuk kalimat.

Contoh : Krakatau, kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra yang termasuk dalam kawasan cagar alam. (Kata “Kepulauan Vulkanik” yang dapat menggantikan posisi Krakatau)

Yaitu kata kerja yang memiliki lebih dari 1 kata yang bisa mengacu pada jenis verba lainnya yang lebih spesifik lagi.

Verba Modifikatif

Yaitu kelompok verba yang menjadikan verba berbentuk umum menjadi verba yang lebih khusus

Contoh : Melihat Awan (“Melihat” aadalah verba berbentuk umum, yang di patasi oleh kata “Awan”)

Verba Koordinatif

Yaitu kelompok verba yang memiliki sifat tidak saling menerangkan atau memiliki makna yang berbeda.

Contoh : Andi berjalan dan melihat keramaian (Berjalan dan meilihat memiliki arti yang berbeda dan tidak saling menerangkan)

Verba Apositif

Yaitu kelompok verba yang berfungsi untuk menjelaskan ungkapan sebelumnya.
Contoh : Angin timur yang bertiup membersihkan awan, gulungan kabut asap yang terlihat membubung dari Krakatau. (Kata “membersihkan awan” diperjelas dengan “gulungan asap yang terlihat….”)

  1. Konjungsi Temporal
    1. Konjungsi temporal sederajat adalah kata hubung yang bersifat setara atau sederajat, yang penempatannya harus berada di tengah kalimat.

Contoh : tidak ada aktivitas lebih lanjut yang tercatat hingga beberapa minggu ke depan.

  1. Konjungsi Temporal tidak sederajat adalah kata hubung yang bersifat tidak sederajat, yang penempatannya bisa di awal, tengah, dan akhir kalimat.

Contoh : Sebelum letusan 1883, aktivitas seismik di sekitar Krakatau sangat tinggi

Yaitu proses pembuatan sebuah nomina dengan menambahkan afiks atau imbuhan tertentu

(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas )

Contoh : Potongan (dari kata “potong” yang mendaptakan imbuhan -an )

(ke-, pe-, dan se-)

Contoh : Setempat ( dari kata “Tempat” yang mendapatkan imbuhan Se- )

(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh : kemajuan ( dari kata “maju” yang mendapatkan imbuhan ke-an )

(-el- -er-)

Contoh : Telunjuk ( dari kata “tunjuk” yang mendapatkan imbuhan -el- )

(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

Contoh : Keterlambatan ( dari kata “lambat” yang mendapatkan imbuhan keter-an )

Menurut pendapat saya teks cerita sejarah “Erupsi Gunung Krakatau” adalah teks cerita sejarah yang sempurna. Itu disebabkan karena teks tersebut telah memiliki kaidah kebasaan yang seharusnya dimiliki oleh sebuah teks cerita sejarah. Seperti adanya beberapa kata yang menggunakan nominalisasi, konjungsi temporal, verba modifikatif, dan apositif. Teks ini juga memiliki bagian reorientasi yang sebenarnya bersifat opsional pada sebuah teks cerita sejarah.

15. Malik Jaffar Mustofa Rahayu

Nama : Malik Jaffar MR

Kelas : XII RPL

No : 15

Teks Cerita Sejarah

  • Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

  • Struktur Teks Cerita Sejarah

Orientasi

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Contoh Teks Cerita Sejarah

Kemerdekaan Indonesia

Tahap orientasi

Berawal dari pecahnya “Perang Asia Timur Raya” , dan Amerika menyatakan perang kepada Jepang karena serbuan tentara Jepang di Pusat Pertahanan Amerika Serikat “Pearl Harbour” pada tgl 8 Desember 1941. Tentara Jepang dengan Angkatan Laut dan Angkatan Udaranya semakin agresif beraksi mendarat di wilayah Indocina ,Filipina , Malaya dan Indonesia.

Pemerintah Hindia Belanda ikut ikutan Sekutu menyatakan perang dengan Jepang. Jepang mendarat ke Indonesia dengan tujuan melumpuhkan pasukan Belanda. Pendaratan pertama tentara Jepang di Tarakan kemudian merambah ke daerah Balikpapan, Manado, Ambon, Makasar, Pontianak dan Palembang. Daerah daerah di Jawa juga dikuasainya, pada tgl 1 Maret 1942, Jepang mendarat di Banten, Indramayu dan Rembang.

Wilayahnya semakin meluas dengan dikuasainya Batavia tgl 5 Maret 1942, dan semakin merajalela ke wilayah Surakarta, Cikampek, Semarang dan Surabaya. Belanda semakin terdesak dengan penyerangan Jepang dan Ooh akhirnya Pemeritah Hindia Belanda menyatakan “menyerah tanpa syarat”.

Tahap urutan peristiwa

Masyarakat Indonesia pada awalnya menyambut dengan ramah kedatangan militer Jepang, dapat dilihat dari sikap kooperatif tokoh tokoh Nasional kita Ir. Soekarno dan Moh Hatta. Pemerintahan Jepang mulai aktif merangkul rakyat dengan pembentukan organiasasi masyarakat, yang sebenarnya “ada udang di balik batu” sebenarnya dibalik itu untuk kepentingan Jepang di Perang Dunia II.

Organisasi itu antara lain : Gerakan Tiga A, Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA), Jawa Hokokai, Seinendan, Keibodan, Fujinkai, Heiho, MIAI dan Pembentukan BPUPKI.BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Usaha Persiapan Kemerdekaan RI) dibentuk pada tahun 1943 dibawah pemerintah Perdana Menteri Tojo, bertugas untuk mempelajari dan menyelidiki hal hal yang penting dan perlu bagi pembentukan pemerintah Indonesia.

Dalam perkembangannya selanjutnya BPUPKI dibubarkan dan diganti nama oleh tokoh pejuang kita, dari BPUPKI menjadi PPPKI atau dikenal dengan Docoritsu Junbi Inkai, dengan penggantian nama ini terkesan bahwa organisasi PPPKI bukan bentukan Jepang tetapi hasil kesepakatan dan perjuangan para tokoh kemerdekaan Indonesia.

Peristiwa penting yaitu pertemuan Soekarno, M. Hata dan Rajiman Wedyodiningrat dengan Jenderal Terauchi di Dalat menyampaikan bahwa pemerintah Jepang telah memutuskan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia yang wilayahnya meliputi bekas wilayah Hindia-Belanda.

Pasukan Jepang mulai melemah, kekalahan dan kekalahan diperolehnya dan Amerika semakin kuat, apalagi setelah menarik pasukannya yang ada di Eropa. Serangan Jepang dapat dihentikan oleh tentara Amerika antara lain pada bulan Mei 1942 di pertempuran Laut Koral dan Juni 1942 di Pertempuran Midway.

Jepang semakin klepek klepek karena Amerika mengamuk sehingga pada tgl 6 Agustus 1945 AS menjatuhkan Bom Atom pertamanya di Hiroshima. Amerika belum puas juga dan tiga hari kemudian tanggal 9 Agustus Bom Atom kedua mendarat kembali di kota Nagasaki, dua pusat kota pemerintahan Jepang menjadi hancur rata dengan tanah.

Akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tgl 14 Agustus 1945. Penyerahan kalah itu dilakukan di kapal Missouri pada tanggal 2 September 1945 oleh Kaisar Hirohito (Jepang) dan Jendral Douglas Mc Arthur (Sekutu).

Tahap reorientasi

Berita kekalahan Jepang terhadap Sekutu tidak dapat disembunyikan, dengan perjanjian Post Dam Jepang menyerahkan kekuasaannya kepada Sekutu dan otomatis di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia dengan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

  • Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  1. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  2. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  3. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  4. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  • Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  • Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  1. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  2. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

Contoh kalimat :

  1. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  2. Ani dan Aruni bermainrumah-rumahandi dalam tenda
  3. Suntikanobat penenang tidak berdampak pada pecandu narkoba itu.
  4. Lusinanpiring sudah disiapkan untuk pesta pernikahan.
  5. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.

Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

Contoh kalimat :

  1. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  2. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  3. Sayasekelasdengan Sadewa.
  4. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  5. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.

Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh kalimat :

  1. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  2. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  3. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  4. BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.

Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

Contoh kalimat :

  1. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  2. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  3. Serulingitu terbuat dari bambu.
  4. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  5. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.

Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

Contoh kalimat :

  1. Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  2. KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  3. Daerah kumuh perlu dipugar untukpenyerasiandengan daerah sekitarnya.
  4. Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatubangsa.

16. Maulana Sultan Alrian H.

17. Michael Araona Wily

Ulasan Teks Cerita Sejarah

Oleh

Nama : Michael Araona W.

Kelas : XII RPL

No : 17

Teks Cerita Sejarah

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Contoh Teks Cerita Sejarah

Teknologi Internet

Orientasi :

Internet adalah sebuah jaringan komputer yang pada mulanya diciptakan oleh Departemen Pertahanan milik Amerika Serikat pada sekitar tahun 1969. Awal mula diciptakannya internet adalah untuk kepentingan militer. Dengan sistem sistem operasi berbasis UNIX, mereka mendemonstrasikan dan mencoba perangkat keras dan lunak untuk berkomunikasi secara jarak jauh yang jaraknya tidak terjangkau melebihi jarak sambungan telepon.

Demonstrasi dan tes ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) ini meliputi ketangkasan jaringan, bentuk jaringan, dan kapasitas informasi yang dapat dipindahkan. Dan akhirnya setelah melewati beberapa kali uji ARPANET menjadi standard untuk menentukan pembangunan sebuah protokol baru yang saat ini kita sebut dengan transmission control protocol/internet protocol (TCP/IP).

Seperti yang disebutkan diatas, tujuan diciptakannya internet pada awalnya untuk keperluan pertahanan militer saja. Pada masa itu, departemen pertahanan AS menempatkan sejumlah komputer-komputer di beberapa daerah yang menjadi titik vital dan menghubungkannya dengan jaringan internet untuk mengantisipasi terjadinya serangan nuklir dan informasi terpusat yang notabennya sangat mudah dihancurkan jika ada serangan.

Urutan Peristiwa :

Pada awalnya, ARPANET ini hanya menghubungkan tidak lebih dari 4 situs saja, yakni university of california, university of utah, standford research instittute, dan santa barbara yang pada mulanya mereka membentuk sebuah jaringan terpadu sekitar tahun 1969 silam. Secara garis besar ARPANET resmi diluncurkan pada bulan oktober tahun 1972, dan tidak lama setelahnya proyek ini mengalami perkembangan yang sangat pesat hingga ke seluruh penjuru daerah di Amerika Serikat. Hal ini memicu antusias barbagai universitas untuk bergabung dengan jaringan ARPANET hingga membuat departemen pertahanan kewalahan.Maka dari itu, untuk menanggapi fenomena ini akhirnya Arpanet dipisah dan dipecah menjadi dua bagian yakni Milnet yang mengatur keperluan militer saja dan Arpanet baru dengan skala yang lebih kecil untuk keperluan non militer seperti untuk universitas. Penggabungan dari kedua sistem ini akhirnya disebut dengan DARPA internet, namun seiring perkembangan jaman akhirnya nama tersebut mengalami bentuk penyederhanaan menjadi internet saja.

Reorientasi :

Penggunaan internet di jaman sekarang ini sudah sangat dianggap penting bagi banyak orang. Seperti contoh seorang siswa sekolah dapat mencari dan mendapatkan informasi dari berbagai sumber yang tidak akan mereka temukan di perpustakaan sekolah mereka. Saling berkomunikasi jarak jauh baik itu dala lingkung siswa dengan siswa lain maupun siswa dengan guru. Semua hal hal diatas dapat mereka lakukan dengan mengakses internet.

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  2. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  3. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  4. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  5. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

Contoh kalimat :

  1. Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  2. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  3. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  4. Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  5. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.

Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

Contoh kalimat :

  1. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  2. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  3. Sayasekelasdengan Sadewa.
  4. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  5. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.

Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh kalimat :

  1. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  2. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  3. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  4. BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.

Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

Contoh kalimat :

  1. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  2. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  3. Serulingitu terbuat dari bambu.
  4. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  5. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.

Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

Contoh kalimat :

  1. Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  2. KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  3. Daerah kumuh perlu dipugar untukpenyerasiandengan daerah sekitarnya.
  4. Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatubangsa.

18. Mochammad Al Jihad Andi I

Nama : Moch. Al-Jihad Andi Ibrahim

Kelas : XII – RPL

Absen : 18

Makalah Teks Cerita Sejarah

  1. Definis Teks Cerita Sejarah

Teks Cerita Sejarah adalah teks cerita yang dibuat berdasarkan suatu peristiwa yang terjadi di masa lampau dan menjelaskan fakta / asal muasal kejadian sejarah tersebut.

Definisi dari Teks sendiri adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran, berpidato, dan sebagainya. Kemudian Cerita sendiri adalah tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal atau peristiwa. Dan terakhir Sejarah sendiri adalah pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi dalam masa lampau.

Dari 3 pengertian diatas , dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah adalah bahan atau wacana tertulis yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa yang benar – benar terjadi di masa lampau.

Teks Cerita Sejarah sendiri menurut saya memiliki tujuan untuk menggambarkan ulang bagaimana suatu peristiwa di masa lampau terjadi, baik asal-muasal tentang suatu kejadian, keberhasilan para pendahulu dalam memperjuangkan apa yang mereka ingin raih, kegagalan para pendahulu dalam mewujudkan impiannya, dan juga cara para pendahulu mengatasi masalah – masalah dalam riwayat sejarah tersebut.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Merupakan bagian perkenalan dari apa yang akan diceritakan dalam teks cerita sejarah dan dapat berisis ide atau gagasan utama dalam pembentukan teks cerita sejarah

Merupakan bagian isi atau badan dari teks cerita sejarah yang dituliskan dalam bentuk kronologis (Berurutan)

Bagian dari teks cerita sejarah yang berisi tentang pendapat pribadi penulis tentang isi dari teks yang dia tulis

  1. Contoh Teks Cerita Sejarah

Tsunami Aceh

Orientasi :

Peristiwa yang sangat memilukan terjadi di bumi serambi Mekkah Aceh. Gempa bumi dan Tsunami Aceh pada hari Minggu pagi, 26 Desember 2004. Kurang lebih 500.000 nyawa melayang dalam sekejab di seluruh tepian dunia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di daerah Aceh merupakan korban jiwa terbesar di dunia dan ribuan banguan hancur lebur, ribuan pula mayat hilang dan tidak di temukan dan ribuan pula mayat yang di kuburkan secara masal.

Urutan Peristiwa :

Gempa terjadi pada waktu tepatnya jam 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

Kepanikan ini terjadi dalam durasi yang tercatat paling lama dalam sejarah kegempaan bumi, yaitu sekitar 500-600 detik (sekitar 10 menit). Beberapa pakar gempa mengatakan menganalogikan kekuatan gempa ini, mampu membuat seluruh bola Bumi bergetar dengan amplitude getaran diatas 1 cm. Gempa yang berpusat di tengah samudera Indonesia ini, juga memicu beberapa gempa bumi diberbagai tempat didunia.

Gempa yang mengakibatkan tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.

Kekuatan gempa pada awalnya dilaporkan mencapai magnitude 9.0. Pada Februari 2005 dilaporkan gempa berkekuatan magnitude 9.3. Meskipun Pacific Tsunami Warning Center telah menyetujui angka tersebut. Namun, United States Geological Survey menetapkan magnitude 9.2. atau bila menggunakan satuan seismik momen (Mw) sebesar 9.3.

Kecepatan rupture diperkirakan sebesar 2.5km/detik ke arah antara utara – barat laut dengan panjang antara 1200 hingga 1300 km. Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1/2005) mencapai 127.672 orang.

Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.

Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh.

Menurut U.S. Geological Survey korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983 tewas. Tsunami Samudra Hindia menjadi gempa dan Tsunami terburuk 10 tahun terakhir.

Di Indonesia, gempa dan tsunami menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama, terutama di Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami. Tetapi, kebanyakan korban disebabkan oleh tsunami yang menghantam pantai barat Aceh.

Pemerintahan daerah Aceh lumpuh total, saat terjadi gempa bumi dan Tsunami Aceh, kebetulan di Jakarta sendiri sedang di adakan acara Halal Bi Halal masyarakat Aceh pasca menyambut lebaran Idul Fitri. Gempa Bumi yang terjadi pada jam 08:00 WIB dengan 9 Skala Richter Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Tepat jam 09:00 WIB satu persatu masyarakat Aceh yang hadir di Istora Jakarta panik karena hubungan telepon seluler ke Aceh putus total, mata mereka pada berkaca-kaca.

Reorientasi :

Peristiwa ini merupakan salahsatu peristiwa yang sangat mengenaskan dan paling banyak memakan korban yang pernah terjadi di Indonesia. Semoga kejadian ini tidak terjadi kembali di negri kita yang tercinta ini.

  1. Cara membuat Teks Cerita Sejarah
  1. Mencari ide atau gagasan utama untuk membuat suatu teks cerita sejarah, dengan mendapatkan ide atau gagasan utama kita dapat membuat Orientasi dalam teks cerita sejarah. Untuk mempermudah dalam membuat suatu Orientasi , kita dapat menggukan unsur 5W 1H seperti , Siapa yang terlibat peristiwa tersebut ?,

Apa yang terjadi dalam peristiwa tersebut ?, Kapan peristiwa tersebut terjadi ?, Kenapa peristiwa tersebut terjadi ?, dan Dimana peristiwa tersebut terjadi ?.

  1. Menganalisa / Mengidentifikasi permasalahan dan menulis kronologi/peristiwa secara lengkap
  1. Mengulas kembali isi teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri. Bagian ini merupakan bagian Optional / tidak harus ada dalam semua Teks Cerita Sejarah (Re-Orientasi)
  1. Menyempurnakan Teks Cerita Sejarah menggunakan EYD yang benar dan membenarkan tata bahasa agar mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  1. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

    Contoh kalimat :

  2. Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  3. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  4. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  5. Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  6. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.
  7. Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

    Contoh kalimat :

  8. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  9. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  10. Sayasekelasdengan Sadewa.
  11. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  12. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.
  13. Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

    Contoh kalimat :

  14. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  15. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  16. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  17. BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.
  18. Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

    Contoh kalimat :

  19. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  20. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  21. Serulingitu terbuat dari bambu.
  22. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.

19. Mochammad Choirul Anam

Menganalisa Teks Cerita Sejarah

“Sejarah Teknologi Internet”

Oleh :

Mochammad Choirul Anam

XII RPL – 19

Teks Cerita Sejarah

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah
  2. Orientasi

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Contoh Teks Cerita Sejarah

Sejarah Teknologi Internet

Orientasi :

Internet adalah sebuah jaringan komputer yang pada mulanya diciptakan oleh

Departemen Pertahanan milik Amerika Serikat pada sekitar tahun 1969. Awal mula diciptakannya internet adalah untuk kepentingan militer. Dengan sistem sistem operasi berbasis UNIX, mereka mendemonstrasikan dan mencoba perangkat keras dan lunak untuk berkomunikasi secara jarak jauh yang jaraknya tidak terjangkau melebihi jarak sambungan telepon.

Demonstrasi dan tes ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) ini meliputi ketangkasan jaringan, bentuk jaringan, dan kapasitas informasi yang dapat dipindahkan. Dan akhirnya setelah melewati beberapa kali uji ARPANET menjadi standard untuk menentukan pembangunan sebuah protokol baru yang saat ini kita sebut dengan transmission control protocol/internet protocol (TCP/IP).

Seperti yang disebutkan diatas, tujuan diciptakannya internet pada awalnya untuk keperluan pertahanan militer saja. Pada masa itu, departemen pertahanan AS menempatkan sejumlah komputer-komputer di beberapa daerah yang menjadi titik vital dan menghubungkannya dengan jaringan internet untuk mengantisipasi terjadinya serangan nuklir dan informasi terpusat yang notabennya sangat mudah dihancurkan jika ada serangan.

Urutan Peristiwa :

Pada awalnya, ARPANET ini hanya menghubungkan tidak lebih dari 4 situs saja, yakni university of california, university of utah, standford research instittute, dan santa Barbara yang pada mulanya mereka membentuk sebuah jaringan terpadu sekitar tahun 1969 silam. Secara garis besar ARPANET resmi diluncurkan pada bulan oktober tahun 1972, dan tidak lama setelahnya proyek ini mengalami perkembangan yang sangat pesat hingga ke seluruh penjuru daerah di Amerika Serikat. Hal ini memicu antusias barbagai universitas untuk bergabung dengan jaringan ARPANET hingga membuat departemen pertahanan kewalahan.

Maka dari itu, untuk menanggapi fenomena ini akhirnya Arpanet dipisah dan dipecah menjadi dua bagian yakni Milnet yang mengatur keperluan militer saja dan Arpanet baru dengan skala yang lebih kecil untuk keperluan non militer seperti untuk universitas. Penggabungan dari kedua sistem ini akhirnya disebut dengan DARPA internet, namun seiring perkembangan jaman akhirnya nama tersebut mengalami bentuk penyederhanaan menjadi internet saja.

Reorientasi :

Penggunaan internet di jaman sekarang ini sudah sangat dianggap penting bagi banyak orang. Seperti contoh seorang siswa sekolah dapat mencari dan mendapatkan informasi dari berbagai sumber yang tidak akan mereka temukan di perpustakaan sekolah mereka. Saling berkomunikasi jarak jauh baik itu dala lingkung siswa dengan siswa lain maupun siswa dengan guru. Semua hal hal diatas dapat mereka lakukan dengan mengakses internet.

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  2. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  3. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  4. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  5. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
    1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah mungil, rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan), terdiri atas:

Pewatas belakang, contoh :

  1. Ia bekerja keras sepanjang hari
  2. Kami membca buku itu sekali lagi

Pewatas depan, contoh :

  1. Kami yakin mendapatkan pekerjaan itu
  2. Mereka pasti membuat karya yang lebih baik lagi pada tahun mendatang
  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipi‘dan’ atau ‘atau’). Contoh :
    1. Orang itu merusak dan menghancurkan tempat tinggalnya sendiri
    2. Kita pergi ke toko buku atau ke perpustakaan
  2. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan). Contoh :
  3. Pekerjaan Orang itu, berdagang kain, kini semakin maju
  4. Setiap selesai salat magrib, Rusdi mengaji, melantunkan ayat-ayat suci AlQuran
  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

Contoh kalimat :

  1. Pekerjaan Orang itu, berdagang kain, kini semakin maju
  2. Adik mempunyai buku bacaan untuk belajar dirumah
  3. Anggaran yang digunakan RT desa terlalu banyak

Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

Contoh kalimat :

  1. Dimas terpilih menjadi ketua osis disekolah
  2. Saya sekelas dengan saudara saya
  3. Adik setiap minggu olahraga dilapangan

Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh kalimat :

  1. Pengaturan jam masuk sekolah sudah ditetapkan guru
  2. Pertunjukan karnaval itu berhasil dengan lancer
  3. Kekayaan Haji Mabrur sudah tak terhitung jumlahnya

Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

Contoh kalimat :

  1. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.
  2. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  3. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.

Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

Contoh kalimat :

  1. Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  2. KeterlibatanAhmad dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan segalanya
  3. Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatu

Kesimpulan

Menurut pendapat saya teks cerita sejarah “Sejarah Teknologi Internet” adalah teks cerita sejarah yang sempurna. Itu disebabkan karena teks tersebut telah memiliki kaidah kebasaan yang seharusnya dimiliki oleh sebuah teks cerita sejarah. Seperti adanya beberapa kata yang menggunakan nominalisasi, konjungsi temporal, verba modifikatif, dan apositif. Teks ini juga memiliki bagian reorientasi yang sebenarnya bersifat opsional pada sebuah teks cerita sejarah.

20. Mochammad Rizal Arifin

Makalah

Teks Cerita Sejarah

Oleh :

Mochammad Rizal Arifin

XII-RPL

20

Daftar Isi

Cover…………………………………………………………………………………………………………………………….. i

Daftar Isi………………………………………………………………………………………………………………………… ii

BAB I

  • Definisi Teks Cerita Sejarah……………………………………………………………………………………. 1

1.2 Struktur Teks Cerita Sejarah……………………………………………………………………………………. 1

1.3 Contoh Teks Cerita Sejarah…………………………………………………………………………………….. 2

BAB II

2.1 Cara Membuat Teks Cerita Sejarah…………………………………………………………………………. 4

2.2 Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah………………………………………………………………………… 4

BAB III

3.1 Kelompok Nomina dan Kelompok Verba………………………………………………………………….. 5

3.2 Konjungsi……………………………………………………………………………………………………………… 6

3.3 Nominalisasi…………………………………………………………………………………………………………. 7

BAB I

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah
  2. Orientasi

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Contoh Teks Cerita Sejarah

Sejarah Hari Buruh

Orientasi :

Hari Buruh, yang dikenal juga dengan sebutan May Day, diperingati setiap 1 Mei. Di beberapa negara, Hari Buruh dijadikan hari libur tahunan, yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh. Hari Buruh ini lahir dari rentetan perjuangan kelas pekerja. Pada 1886, terjadi demonstrasi kaum buruh Amerika Serikat yang menuntut pemberlakuan delapan jam kerja. Federation of Organized Trades and Labor Unions akhirnya menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh yang diperingati oleh kaum buruh seluruh dunia. Penetapan ini dilakukan untuk memperingati momen tuntutan delapan jam kerja sehari dan juga memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.

Urutan Peristiwa :

Tuntutan kaum buruh ini bermula sejak era industri di awal abad ke-19. Perkembangan kapitalisme industri menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara kapitalis Barat. Di Amerika Serikat misalnya, pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik menuai amarah dan perlawan dari kalangan kelas pekerja. Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi pada 1806 oleh pekerja cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisasinya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja 19 hingga 20 jam sehari. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.

Demonstrasi besar yang berlangsung sejak April 1886, dari waktu ke waktu pendukungnya semakin banyak. Demonstrasi menjalar ke berbagai kota, seperti Chicago, New York, Detroit, Louisville, dan Baltimore. Demonstrasi ini mempersatukan buruh berkulit putih dan hitam. Sampai pada 1 Mei 1886, demonstrasi yang menjalar dari Maine ke Texas dan dari New Jersey ke Alabama diikuti oleh setengah juta buruh di negeri tersebut.

Perkembangan ini memancing reaksi dari kalangan pengusaha dan pejabat pemerintahan setempat saat itu. Melalui Chicago’s Commercial Club, dikeluarkan dana sekitar US$2.000 untuk membeli peralatan senjata mesin guna menghadapi demonstrasi. Demonstrasi damai menuntut pengurangan jam kerja itu pun berakhir dengan korban dan kerusuhan. Sekitar 180 polisi menghadang demonstrasi dan memerintahkan agar demonstran membubarkan diri.

Sebuah bom meledak di dekat barisan polisi. Polisi pun membabi- buta menembaki buruh yang berdemonstrasi. Akibatnya korban pun jatuh dari pihak buruh pada 3 Mei 1886, empat orang buruh tewas dan puluhan lainnya terluka. Dengan tuduhan terlibat dalam pengeboman, delapan orang aktivis buruh ditangkap dan dipenjarakan. Akibat dari tindakan ini, polisi menerapkan pelarangan terhadap setiap demonstrasi buruh. Namun, kaum buruh tidak begitu saja menyerah. Pada 1888 mereka kembali melakukan aksi dengan tuntutan yang sama. Selain itu, mereka juga memutuskan untuk kembali melakukan demonstrasi pada 1 Mei 1890.

Rangkaian demonstrasi yang terjadi pada saat itu, tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. Bahkan menurut Rosa Luxemburg (1894), demonstrasi yang menuntut pengurangan jam kerja tersebut sebenarnya diinspirasikan oleh demonstrasi serupa yang terjadi sebelumnya di Australia pada tahun 1856. Tuntutan pengurangan jam kerja juga singgah di Eropa. Saat itu, gerakan buruh di Eropa tengah menguat. Tentu saja, fenomena ini semakin mengentalkan kesatuan dalam gerakan buruh sedunia dalam satu perjuangan.

Reorientasi :

Peristiwa monumental yang menjadi puncak dari persatuan gerakan buruh dunia adalah penyelenggaraan Kongres Buruh Internasional tahun 1889. Kongres yang dihadiri ratusan delegasi dari berbagai negeri dan memutuskan delapan jam kerja per hari menjadi tuntutan utama kaum buruh seluruh dunia. Selain itu, kongres juga menyambut usulan delegasi buruh dari Amerika Serikat yang menyerukan pemogokan umum 1 Mei 1890 guna menuntut pengurangan jam kerja dengan menjadikan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh se-Dunia.

Delapan jam/hari atau 40 jam/minggu (lima hari kerja) telah ditetapkan menjadi standar perburuhan internasional oleh ILO melalui Konvensi ILO No. 01 tahun 1919 dan Konvensi No. 47 tahun 1935. Ditetapkannya konvensi tersebut merupakan suatu pengakuan internasional yang secara tidak langsung merupakan buah dari perjuangan kaum buruh sedunia untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Penetapan 8 jam kerja per hari sebagai salah satu ketentuan pokok dalam hubungan industrial perburuhan adalah penanda berakhirnya bentuk kerja paksa dan perbudakan yang bersembunyi di balik hubungan industrial.

BAB II

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  2. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  3. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  4. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  5. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.

BAB III

  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
    1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Jam.

Kelompok Nomina (Modifikatif) : Jam Tangan, Jam Dinding, Jam Digital, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katajammemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katajam tangan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu jam yang ditaruh di tangan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat kata sandang dan kata pangan. Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Jombang, kota santri,adalah kota di mana banyak tempat Pondok Pesantren.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Jombang.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi
  2. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

Contoh kalimat :

  1. Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  2. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  3. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  4. Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  5. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.

Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

Contoh kalimat :

  1. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  2. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  3. Sayasekelasdengan Sadewa.
  4. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  5. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.

Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh kalimat :

  1. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  2. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  3. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  4. BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.

Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

Contoh kalimat :

  1. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  2. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  3. Serulingitu terbuat dari bambu.
  4. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  5. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.

Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

Contoh kalimat :

  1. Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  2. KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  3. Daerah kumuh perlu dipugar untukpenyerasiandengan daerah sekitarnya.
  4. Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatubangsa.

21. Muhammad Burhanuddin Fawwaz

TEKS CERITA SEJARAH

Disusun Oleh

Muhammad Burhanuddin Fawwaz

XII RPL / 21

MAKALAH KEBAHASAAN TEKS CERITA SEJARAH

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Makalah ini dibuat untuk menjelaskan tentang struktur kebahasaan pada teks cerita sejarah. Hal ini meliputi definisi, struktur, dan pembahasan tentang kebahasaan yang terdapat pada teks cerita tersebut.

1.2. Tujuan

Tujuan disusunnya makalah ini untuk menyelesaikan tugas yang sudah diberikan kepada saya, selain itu pembuatan makalah ini dapat bermanfaat bagi orang yang membacanya , karena apa yang akan saya jelaskan adalah materi yang susah.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Teks Cerita Sejarah

MenuutKamus Besar Bahasa Indonesia,sejarah diartikan sebagai asal usul (keturunan) silsilah, kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau, pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi pada masa lampau, ilmu sejarah.

Sumber lain menyebutkan bahwa sejarah adalah catatan peristiwa masa lampau. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang menceritakan suatu peristiwa di masa lampau yang benar benar terjadi atau nyata.

2.2 Struktur Teks Cerita Sejarah

Struktur teks cerita sejarah dibagi menjadi 3 yaitu Orientasi, Urutan peristiwa, dan Reorientasi.

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

2.3 Ciri-Ciri Teks Cerita Sejarah

  • Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau urutan kejadian.
  • Bentuk teks cerita ulang (recount)
  • Struktur teksnya: orientasi, urutan peristiwa, reorientasi.
  • Sering menggunakan konjungsi temporal.
  • Isi berupa fakta.

2.4 Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  1. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  1. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  1. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.

2.5 Pembahasan Nomina Dan Verba

  1. Kelompok Nomina, yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasu menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh Nomina : Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) : Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan: Kalau nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh kata rumah memiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada kata rumah makan, merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/ rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh Nomina : Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) : Sandang pangan

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat kata sandang dan kata pangan. Di mana kata pangan tidak memiliki makna yang sama dengan kata sandang. Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat.

Cirebon, kota udang, adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok verba, yaitu kata kerja katanya lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis verba. Terdapat tiga jenis kelompok verba, yaitu sebagai berikut :
  2. Kelompok verba modifikatif.

Sama halnya pada kelompok nomina modifikatif, kelompok verba modifikatif yaitu kelompok verba yang mewatasi atau membatasi arti verba yang bersangkutan. Artinya, verba yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi verba yang bersifat khusus.

Contoh Verba : kerja.

Kelompok Verba (Modifikatif) : kerja rodi, kerja lembur, dll.

  1. Kelompok verba koordinatif, yaitu kelompok verba di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh Verba : tidur

Kelompok Verba (Koordinatif) : tidur makan.

  1. Kelompok verba apositif, yaitu sebagai keterangan yang ditambahkan atau diselipkan.

Contoh kalimat.

Penghasilan Aldi, berdagang baju, kini sudah bisa menutupi hutang-hutangnya.

2.6 Pembahasan Tentang Nominalisasi

Nominalisasi adalah salah satu kaidah kebahasaan dalam teks cerita.Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang.Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut.

(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

Contoh kalimat :

Buku bacaan yang dipegang anak itu milik Rika.

Aku sangat menyukai asinan yang dibuat ibu.

Maman S. Mahayana adalah seorang kritikus sastra yang terkenal.

Anggaran yang digunakan negara terlalu banyak.

Sosialisasi Anti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.

(ke-, pe-, dan se-)

Contoh kalimat :

Andi terpilih sebagai ketua kelompok kami.

Pedagang kaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.

Saya sekelas dengan Sadewa.

Bapak setiap pagi minum segelas air hangat.

Pecandu narkoba itu ditangkap saat terjaring razia.

(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh kalimat :

Pengaturan jam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.

Pertunjukan sirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.

Kekayaan Haji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.

Bantuan Kemanusiaan itu datang terlambat.

(-el- dan -er-)

Contoh kalimat :

Rafa dan Vania sedang asyik bermain gelembung sabun.

Telunjuk ibu tergores pisau saat mengiris bawang.

Seruling itu terbuat dari bambu.

Telapak tangan anak itu kotor saat bermain lumpur.

Siswi di sekolah itu diwajibkan memakai kerudung.

(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

Contoh kalimat :

Keberhasilan tidak bisa doraih tanpa usaha yang keras.

Keterlibatan Ranto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.

Daerah kumuh perlu dipugar untuk penyerasian dengan daerah sekitarnya.

Garuda Pancasila merupakan salah satu alat pemersatu bangsa.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

Pelajajaran tentang struktur kebahasaan terdiri dari berbagai jenis kebahasaan seperti struktur, ciri-ciri. verba dan nomina, nominalisasi, dan lain lani.

3.2 Saran

Dalam mempelajari materi tentang kebahasaan teks cerita sejarah sebaiknya pembaca mampu memahami materi dengan teliti.

22. Muhammad Hikam Ali Zuhdi

MAKALAH

TEKS CERITA SEJARAH

Disusun Oleh

Muhammmad Hkam Ali Zuhdi

XII RPL / 22

Teks Cerita Sejarah

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah
  2. Orientasi

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Contoh Teks Cerita Sejarah

Tsunami Aceh

Orientasi :

Peristiwa yang sangat memilukan terjadi di bumi serambi Mekkah Aceh. Gempa bumi dan Tsunami Aceh pada hari Minggu pagi, 26 Desember 2004. Kurang lebih 500.000 nyawa melayang dalam sekejab di seluruh tepian dunia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di daerah Aceh merupakan korban jiwa terbesar di dunia dan ribuan banguan hancur lebur, ribuan pula mayat hilang dan tidak di temukan dan ribuan pula mayat yang di kuburkan secara masal.

Urutan Peristiwa :

Gempa terjadi pada waktu tepatnya jam 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

Kepanikan ini terjadi dalam durasi yang tercatat paling lama dalam sejarah kegempaan bumi, yaitu sekitar 500-600 detik (sekitar 10 menit). Beberapa pakar gempa mengatakan menganalogikan kekuatan gempa ini, mampu membuat seluruh bola Bumi bergetar dengan amplitude getaran diatas 1 cm. Gempa yang berpusat di tengah samudera Indonesia ini, juga memicu beberapa gempa bumi diberbagai tempat didunia.

Gempa yang mengakibatkan tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.

Kekuatan gempa pada awalnya dilaporkan mencapai magnitude 9.0. Pada Februari 2005 dilaporkan gempa berkekuatan magnitude 9.3. Meskipun Pacific Tsunami Warning Center telah menyetujui angka tersebut. Namun, United States Geological Survey menetapkan magnitude 9.2. atau bila menggunakan satuan seismik momen (Mw) sebesar 9.3.

Kecepatan rupture diperkirakan sebesar 2.5km/detik ke arah antara utara – barat laut dengan panjang antara 1200 hingga 1300 km. Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1/2005) mencapai 127.672 orang.

Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.

Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh.

Menurut U.S. Geological Survey korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983 tewas. Tsunami Samudra Hindia menjadi gempa dan Tsunami terburuk 10 tahun terakhir.

Di Indonesia, gempa dan tsunami menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama, terutama di Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami. Tetapi, kebanyakan korban disebabkan oleh tsunami yang menghantam pantai barat Aceh.

Pemerintahan daerah Aceh lumpuh total, saat terjadi gempa bumi dan Tsunami Aceh, kebetulan di Jakarta sendiri sedang di adakan acara Halal Bi Halal masyarakat Aceh pasca menyambut lebaran Idul Fitri. Gempa Bumi yang terjadi pada jam 08:00 WIB dengan 9 Skala Richter Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Tepat jam 09:00 WIB satu persatu masyarakat Aceh yang hadir di Istora Jakarta panik karena hubungan telepon seluler ke Aceh putus total, mata mereka pada berkaca-kaca.

Reorientasi :

Peristiwa ini merupakan salahsatu peristiwa yang sangat mengenaskan dan paling banyak memakan korban yang pernah terjadi di Indonesia. Semoga kejadian ini tidak terjadi kembali di negri kita yang tercinta ini.

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  2. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  3. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  4. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  5. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

Contoh kalimat :

  1. Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  2. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  3. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  4. Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  5. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.

Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

Contoh kalimat :

  1. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  2. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  3. Sayasekelasdengan Sadewa.
  4. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  5. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.

Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh kalimat :

  1. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  2. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  3. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  4. BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.

Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

Contoh kalimat :

  1. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  2. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  3. Serulingitu terbuat dari bambu.
  4. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  5. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.

Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

Contoh kalimat :

  1. Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  2. KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  3. Daerah kumuh perlu dipugar untukpenyerasiandengan daerah sekitarnya.
  4. Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatubangsa.

23. Muhammad Naufal Ferdiansyah Hadju

M A K A L A H

TEKS CERITA SEJARAH

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Disusun Oleh:

Muhammad Naufal F. H. (XII RPL / 23)

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 BUDURAN

JURUSAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK

SIDOARJO

2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Karena rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan dan dapat menyusun makalah tentangg “Teks Cerita Sejarah”. Guna memenuhi tugas mata pelajaran bahasa Indonesia.

Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan maklah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik membangun yang ditunjukan demi kesempurnan makalah ini. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi semua pihak.

Sidoarjo,19 September 2017

Muhammad Naufal. F. H

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ……………………………..…………………..……………. 1

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………… 2

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………….. 3

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………….. 4

  1. Wacana Pembuka …………………………………………………………… 4
  2. Perumusan masalah …………………………………………………………. 4
  3. Tujuan ………………………………………………………………………. 4
  4. Manfaat ………………………………………………………………………. 4

BAB II TEKS CERITA SEJARAH …………….…………………………………. 5

  1. Definisi T.C.S ……………………………………………………………….. 5
  2. Struktur T.C.S ……………………..………………………………………… 6
  3. Contoh T.C.S ………………………………………………………………… 6
  4. Cara Membuat T.C.S ……………………………………………………….. 8

BAB III CIRI KEBAHASAAN TEKS CERITA SEJARAH …………….………….. 9

  1. Macam – Macam Ciri Kebahasaan T.C.S …………………………..……… 9
  2. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba ……………………..……………. 9
  3. Konjungsi ………………………………………………………….…..……… 11
  4. Nominalisasi ………………………………………………………………… 11

BAB IV PENUTUP ……………………………………………..………………….. 13

  1. Simpulan …………………………………………………………………… 13
  2. Saran ………………………………………..……………………………… 13

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………… 14

BAB I

PENDAHULUAN

Bahasa Indonesia merupakan bahasa negara kita yaitu negara indonesia. Berbagai macam bentuk karangan bertemakan kebahasaan seperti puisi, teks berita, pantun, dll. Salah satunya adalah teks cerita sejarah. Setiap kejadian memiliki suatu nilai sejarah yang berbeda – beda. Bisa asal muasal sesuatu atau kejadian pahit maupun menyenangkan yang memiliki nilai sejarah di dalamnya. Suatu kejadian tersebut di aplikasikan ke dalam sebuah teks yang akhirnya disebut teks cerita sejarah.

  1. Apa pengertian dari teks cerita sejarah?
  2. Apa saja struktur dari teks cerita sejarah?
  3. Bagaimana contoh dan cara membuat teks cerita sejarah?
  4. Apa saja ciri dari suatu teks cerita sejarah ?
  5. Apa itu verba, nomina, konjungsi, dan nominalisasi ?
  1. Untuk mengetahui apa itu teks cerita sejarah.
  2. Untuk mengetahui sturktur dari suatu teks cerita sejarah.
  3. Untuk mengetahui contoh dan cara membuat teks cerita sejarah yang baik dan benar.
  4. Untuk mengetahuiciri kebahasaan dan macam – macamnya dalam suatu teks cerita sejarah.
  1. Mengetahuiteks cerita sejarah.
  2. Mengetahui Ciri kebahasaan yang terkandung di dalam suatu teks cerita sejarah.

BAB II

TEKS CERITA SEJARAH

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Teks cerita sejarah sendiri terdiri dari 2 kata yaitu “Teks” yang merupakan bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi dan “Cerita” berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa kemudian kata “Sejarah” berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Contoh Teks Cerita Sejarah

Tsunami Aceh

Orientasi :

Berawal dari pecahnya “Perang Asia Timur Raya “ , dan Amerika menyatakan perang kepada Jepang karena serbuan tentara Jepang di Pusat Pertahanan Amerika Serikat “Pearl Harbour” pada tgl 8 Desember 1941. Tentara Jepang dengan Angkatan Laut dan Angkatan Udaranya semakin agresif beraksi mendarat di wilayah Indocina ,Filipina , Malaya dan Indonesia. Pemerintah Hindia Belanda ikut ikutan Sekutu menyatakan perang dengan Jepang. Jepang mendarat ke Indonesia dengan tujuan melumpuhkan pasukan Belanda .Pendaratan pertama tentara Jepang di Tarakan kemudian merambah ke daerah Balik Papan,Manado, Ambon, Makasar, Pontianak dan Palembang. Daerah daerah di Jawa juga dikuasainya ,pada tgl 1 Maret 1942 ,Jepang mendarat di BAnten, Indramayu dan Rembang. Wilayahnya semakin meluas dengan dikuasainya Batavia tgl 5 Maret 1942 , dan semakin merajalela ke wilayah Surakarta, Cikampek, Semarang dan Surabaya . Belanda semakin terdesak dengan penyerangan Jepang dan Ooh akhirnya Pemeritah Hindia Belanda menyatakan “menyerah tanpa syarat”.

Urutan Peristiwa :

Masyarakat Indonesia pada awalnya menyambut dengan ramah kedatangan militer Jepang , dapat dilihat dari sikap kooperatif tokoh tokoh Nasional kita Ir. Soekarno dan Moh Hatta. Pemerintahan Jepang mulai aktif merangkul rakyat dengan pembentukan organiasasi masyarakat , yang sebenarnya “ada udang di balik batu” sebenarnya dibalik itu untuk kepentingan Jepang di Perang Dunia II. Organisasi itu antara lain :Gerakan Tiga A, Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA), Jawa Hokokai, Seinendan, Keibodan, Fujinkai, Heiho, MIAI, Pembentukan BPUPKI.

BPUPKI(Badan Penyelidik Usaha Usaha Persiapan Kemerdekaan RI) dibentuk pada th 1943 dibawah pemerintah Perdana Menteri Tojo, bertugas untuk mempelajari dan menyelidiki hal hal yang penting dan perlu bagi pembentukan pemerintah Indonesia. Dalam perkembangannya selanjutnya BPUPKI dibubarkan dan diganti nama oleh tokoh pejuang kita , dari BPUPKI menjadi PPPKI atau dikenal dengan Docoritsu Junbi Inkai, dengan penggantian nama ini terkesan bahwa organisasi PPPKI bukan bentukan Jepang tetapi hasil kesepakatan dan perjuangan para tokoh kemerdekaan Indonesia. Peristiwa penting yaitu pertemuan Soekarno ,M Hata dan Rajiman Wedyodiningrat dengan Jenderal Terauchi di Dalat menyampaikan bahwa pemerintah Jepang telah memutuskan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia yang wilayahnya meliputi bekas wilayah Hindia-Belanda.

Pasukan Jepang mulai melemah, kekalahan dan kekalahan diperolehnya dan Amerika semakin kuat, apalagi setelah menarik pasukannya yang ada di Eropa. Serangan Jepang dapat dihentikan oleh tentara Amerika antara lain pada bulan Mei 1942 di pertempuran Laut Koral dan Juni 1942 di Pertempuran Midway. Jepang semakin klepek klepek karena Amerika mengamuk sehingga pada tgl 6 Agustus 1945 AS menjatuhkan Bom Atom pertamanya di Hiroshima . Amerika belum puas juga dan tiga hari kemudian tanggal 9 Agustus Bom Atom kedua mendarat kembali di kota Nagasaki, dua pusat kota pemerintahan Jepang menjadi hancur rata dengan tanah. Akhirnya Ohhhh Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tgl 14 Agustus 1945. Penyerahan kalah itu dilakukan di kapal Missouri pada tanggal 2 September 1945 oleh Kaisar Hirohito(Jepang) dan Jendral Douglas Mc Arthur (Sekutu).

Reorientasi :

Berita kekalahan Jepang terhadap Sekutu tidak dapat disembunyikan, dengan perjanjian Post Dam Jepang menyerahkan kekuasaannya kepada Sekutu dan otomatis di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan . Kesempatan ini dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia dengan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  2. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  3. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  4. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  5. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.

BAB III

CIRI KEBAHASAAN TEKS CERITA SEJARAH

  1. Macam – Macam Ciri Kebahasaan Dalam Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, Ciri kebahasaan teks cerita sejarah merupakan tanda khas yang ada di dalam teks cerita sejarah. berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
    1. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  • Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.

Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  • Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  • Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  • Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  • Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  • Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

Contoh kalimat :

  1. Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  2. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  3. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  4. Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  5. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.

Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

Contoh kalimat :

  1. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  2. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  3. Sayasekelasdengan Sadewa.
  4. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  5. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.

Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh kalimat :

  1. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  2. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  3. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  4. BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.

Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

Contoh kalimat :

  1. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  2. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  3. Serulingitu terbuat dari bambu.
  4. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  5. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.

Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

Contoh kalimat :

  1. Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  2. KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  3. Daerah kumuh perlu dipugar untukpenyerasiandengan daerah sekitarnya.
  4. Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatubangsa.

BAB III

PENUTUP

Teks Cerita Sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Teks Cerita Sejarah memiliki suatu struktur yang membangun teks cerita sejarah tersebut, yaitu orientasi atau tahap pengenalan, urutan peristiwa sejarah, dan reorientasi yang merupakan pendapat dari penulis.

Untuk membuat teks cerita sejarah tahap pertama yang harus kita lakukan adalah mencari ide / gagasan dalam wacana yang berisi sejarah, kemudian menganalisa urutan peristiwa, setelah itu mengulas kembali dan menyempurnakan teks yang kita buat tadi.

Setiap teks memiliki ciri kebahasaan termasuk juga teks cerita sejarah. Beberapa diataranya yaitu penggunaan frasa dan nomina dalam kalimat, kemudian ada konjungsi yang menghubungkan antar kalimat, dan yang terakhir nominalisasi di setiap kata.

Diharapkan setelah penulis menyusun makalah ini pembaca dapat memahami teks cerita sejarah beserta sturktur dan ciri kebahasaannya sehingga dapat membuat teks cerita sejarahnya sendiri dengan baik dan benar.

DAFTAR PUSTAKA

24. Muhammad Rifan D.

Menganalisa

Teks Cerita Sejarah

Sejarah Terciptanya Instagram

Muhammad Rif’an D

XII RPL

24

Teks Cerita Sejarah

  1. Pengertian Teks Cerita Sejarah

Teks Cerita Sejarah Terdiri dari 3 kata “Teks”, “Cerita”, dan “Sejarah”. Teks memiliki definisi naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang, Cerita memiliki definisi tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal, dan Sejarah yang memiliki definisi kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

Jadi Teks Cerita Sejarah adalah kata kata asli dari pengarang yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu kejadian dan peristiwa penting yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Awal atau pengenalan dari sebuah teks cerita sejarah yang biasanya berisi, kapan peristiwa tersebut terjadi, dimana peristiwa tersebut terjadi.

Rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya diceritakan dalam sebuah urutan kronologis.

Komentar pribadi penulis tentang peristiwa atau kejadian sejarah yang diceritakan. Reorientasi bersifat opsional yang artinya tidak harus ada dalam sebuah teks cerita sejarah.

  1. Contoh Teks Cerita Sejarah

Sejarah Terciptanya Instagram

Siapa yang tidak kenal dengan instagram, Aplikasi yang berfungsi untuk berbagi foto dan video ini memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto, memfilter digital, menambahkan efek, dan mempublikasikan foto tersebut ke berbagai jenis jejaring sosial yang ada termasuk kedalam jejaring instagram itu sendiri.

Instagram sendiri terbentuk dari dua kata utama yakni “insta” yang berarti “instan” seperti pada kamera jenis polaroid yang lebih akrab disebut dengan foto instan. Dan kata “gram” mengarah pada kata “telegram” yang cara atau pengaplikasiannya adalah untuk mengirimkan sejumlah informasi pada seseorang dengan sangat cepat.

Burbn.Inc yang merupakan perusahaan start up teknologi yang notabennya hanya berkonsentrasi pada pengembangan dan pembuatan aplikasi telepon genggam berdiri pada sekitar tahun 2010 lalu. Pada mulanya Burbn.Inc sendiri berfokus pada pendalaman seluruh fungsi bahasa pemrograman yakni HTML5. Namun seiring berjalannya waktu, Mike krieger dan Kevin Systorm selaku CEO dari perusahaan ini memilih untuk berfokus hanya pada satu hal saja.

Seminggu lamanya mereka berusaha membuat ide ide yang mungkin dapat mendatangkan profit, pada akhirnya kedua CEO ini berhasil menciptakan versi pertama dari instagram, namun seperti pada prototype pada umumnya, versi awal dari instagram ini masih memiliki banyak sekali kelemahan dalam segala sistemnya. Setelah melalui berbagai tahap penyempurnaan versi burbn (instagram) ini akhirnya sudah dapat diujicoba dengan menggunakan perangkat iphone. Namun tetap saja dirasa memiliki banyak sekali fitur yang tidak terkategori dengan baik.

Sulit bagi Kevin dan Mike untuk mengatur ulang seluruh fitur yang ada dan memulai semuanya dari awal. Akhirnya mike dan kevin memilih untuk berfokus hanya pada fitur foto, berkomentar dan menyukai foto saja. Inilah kerangka awal terbentuknya jejaring sosial instagram saat ini.

Pada tahun 2012 tepatnya tanggal 09 april diumuman sebuah berita besar yakni saham dan kepemilikan facebook akan diambil alih oleh mark zuckerberg selaku pemiliki facebook dengan uang tunai dan saham senilai 1 miliar dollar.

Instagram saat ini telah banyak diminati baik tua maupun muda. Penggunaan yang mudah dan fitur yang terkesan canggih membuat instagram semakin populer dari tahun ke tahun. Dengan jejaring sosial instagram ini kita dapat mengetahui segala aktivitas teman teman kita hanya dengan melihat foto dan video mereka.

  1. Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
    1. Pronomina (kata ganti), adalah sebuah kata yang digunakan untuk menggantikan benda, orang, dan sesuatu secara tidak langsung. Contoh : dia, mereka, anda, dan -nya
    2. Frasa Adverbal adalah kata yang terdiri dari kata inti yang berupa kata sifat dan kata pembatasnya. Contoh : Hampir Baik (Baik sebagai inti kalimat yang merupakan kata sifat, dan Hampir adalah kata pewatas yang membatasi kata inti)
    3. Verba Material, adalah kata kerja yang menunjukan aktivitas atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang ikut berperan pada kegiatan tersebut Contoh : Budi sedang memakan spagetti
    4. Konjungsi Temporan adalah kata hubung yang berkaitan dengan waktu.

Kelompok nomina adalah kata benda yang memiliki dari satu kata, yang memiliki arti lain yang lebih spesifik.

Yaitu nomina yang memiliki fungsi untuk membatasi kata sebelumnya yang bersifat umum.

Contoh : Foto Instan (kata umum adalah “Foto” dan dibatasi oleh kata “Instan”, jadi Foto Instan adalah foto yang dihasilkan secara instan).

Yaitu nomina yang memiliki bagian kata yang tidak saling menerangkan atau memiliki arti yang berbeda.

Contoh : –

Yaitu nomina yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya, biasanya berbentuk kalimat.

Contoh : Siapa yang tidak kenal dengan Instagram, Aplikasi yang berfungsi untuk berbagi foto dan video ini memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto, memfilter digital, menambahkan efek, dan mempublikasikan foto tersebut ke berbagai jenis jejaring sosial yang ada termasuk kedalam jejaring instagram itu sendiri. (Kata “Aplikasi” dapat menggantikan posisi Instagram)

Yaitu kata kerja yang memiliki lebih dari 1 kata yang bisa mengacu pada jenis verba lainnya yang lebih spesifik lagi.

Yaitu kelompok verba yang menjadikan verba berbentuk umum menjadi verba yang lebih khusus

Contoh : Uang Tunai (“Uang” adalah verba berbentuk umum, yang di patasi oleh kata “Tunai”)

Yaitu kelompok verba yang memiliki sifat tidak saling menerangkan atau memiliki makna yang berbeda.

Contoh : Saham dan kepemilikan facebook ( Saham dan kepemilikan memiliki arti yang berbeda dan tidak saling menerangkan )

Yaitu kelompok verba yang berfungsi untuk menjelaskan ungkapan sebelumnya.
Contoh : Berhasil menciptakan versi pertama dari instagram, namun seperti pada prototype pada umumnya (Kata “versi pertama” diperjelas dengan “Prototype pada umumnya”)

  1. Konjungsi Temporal
    1. Konjungsi temporal sederajat adalah kata hubung yang bersifat setara atau sederajat, yang penempatannya harus berada di tengah kalimat.

Contoh : Instagram saat ini telah banyak diminati baik tua maupun muda.

  1. Konjung Temporal tidak sederajat adalah kata hubung yang bersifat tidak sederajat, yang penempatannya bisa di awal, tengah, dan akhir kalimat.

Contoh : Penggunaan yang mudah dan fitur yang terkesan canggih membuat instagram semakin populer dari tahun ke tahun.

Yaitu proses pembuatan sebuah nomina dengan menambahkan afiks atau imbuhan tertentu

(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas )

Contoh : –

(ke-, pe-, dan se-)

Contoh : Kedua ( dari kata “dua” yang mendapatkan imbuhan Ke- )

(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh : kemajuan ( dari kata “maju” yang mendapatkan imbuhan ke-an )

(-el- -er-)

Contoh : –

(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

Contoh : kepemilikan ( dari kata “milik” yang mendapatkan imbuhan kepe-an )

Menurut pendapat saya teks cerita sejarah “Sejarah Terciptanya Instagram” adalah teks cerita sejarah yang sempurna. Meskipun teks ini tidak memiliki beberapa verba dan nomina, teks ini memiliki Re-orientasi yang biasa nya tidak ada pada teks cerita sejarah.

25. M Saif Alikhan

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah (TCS)

Teks Cerita Sejarah dibagi menjadi 3 kata, yaitu teks, cerita dan sejarah. Secara istilah teks merupakan bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian cerita merupakan tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan sejarah merupakan kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Dan secara kesimpulan teks cerita sejarah memiliki definisi suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Secara istilah Teks cerita sejarah sendiri memiliki definisi sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Teks cerita sejarah merupakan sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memperoleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah (TCS)

Struktur Teks Cerita Sejarah dikelompokkan menjadi 4 kata yaitu struktur, teks, cerita, dan sejarah. Secara istilah struktur merupakan cara sesuatu disusun atau dibangun. Kemudian teks merupakan bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian cerita merupakan tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan sejarah merupakan kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Dan secara kesimpulan struktur teks cerita sejarah merupakan cara atau susunan yang digunakan dalam membuat teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Struktur teks cerita sejarah dibagi menjadi 3, yaitu :

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Contoh Teks Cerita Sejarah (TCS)

Sejarah Terciptanya Instagram

Siapa yang tidak kenal dengan instagram, Aplikasi yang berfungsi untuk berbagi foto dan video ini memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto, memfilter digital, menambahkan efek, dan mempubikasikan foto tersebut ke berbagai jenis jejaring sosial yang ada termasuk kedalam jejaring instagram itu sendiri.

Instagram sendiri terbentuk dari dua kata utama yakni “insta” yang berarti “instan” seperti pada kamera jenis polaroid yang lebih akrab disebut dengan foto instan. Dan kata “gram” mengarah pada kata “telegram” yang cara atau pengaplikasiannya adalah untuk mengirimkan sejumlah informasi pada seseorang dengan sangat cepat.

Burbn, Inc yang merupakan perusahaan start up teknologi yang notabennya hanya berkonsentrasi pada pengembangan dan pembuatan aplikasi telepon genggam berdiri pada sekitar tahun 2010 lalu. Pada mulanya Burbn, Inc sendiri berfokus pada pendalaman seluruh fungsi bahasa pemprograman yakni HTML5. Namaun seiring berjalannya waktu, Mike krieger dan Kevin Systorm selaku CEO dari perusahaan ini memilih untuk berfokus hanya pada satu hal.

Seminggu lamanya mereka berusaha membuat ide ide yang mungkin dapat mendatangkan profit, pada akhirnya kedua CEO ini berhasil enciptakan versi pertama dari instagram, namun seperti pada prototype pada umumnya, versi awal dari instagram ini masih memiliki banyak sekali kelemahan dalam segala sistemnya. Setelah melalui berbagai tahap penyempurnaan versi burbn (instagram) ini akhirnya sudah dapat diujicoba dengan menggunakan perangkat iphone. Namun tetap saja dirasa memiliki banyak sekali fitur yang tidak terkategori dengan baik.

Sulit bagi Kevin dan Mike untuk mengatur ulang seluruh fitur yang ada dan memulai semuanya dari awal. Akhirnya mike dan kevin memilih untuk berfokus hanya pada fitur foto, berkomentar dan menyukai foto saja. Inilah kerangka awal terbentuknya jejaring sosial instagram saat ini.

Pada tahun 2012 tepatnya tanggal 09 april diumuman sebuah berita besar yakni saha dan kepemilikan facebook akan diambil alih oleh mark zuckerberg selaku pemiliki facebook dengan uang tunai dan saham senilai 1 miliar dollar.

Instagram saat ini telah banyak diminati baik tua maupun muda. Penggunaan yang mudah dan fitur yang terkesan canggih membuat instagram semakin populer dari tahun ke tahun. Dengan jejaring sosial instagram ini kita dapat mengetahui segala aktivitas teman teman kita hanya dengan melihat foto dan video mereka.

Pada Teks Cerita Sejarah diatas memiliki struktur sebagai berikut

  1. Orientasi : Pada Paragraf ke 1 dan Paragraph ke 2
  2. Urutan Peristiwa : Pada Paragraf ke 3 sampai Paragraf ke 6
  3. Re-Orientasi : Pada Paragraf ke 7
  4. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  5. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  6. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  7. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  8. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

    Contoh kalimat :

  2. Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  3. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  4. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  5. Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  6. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.
  1. Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

    Contoh kalimat :

  2. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  3. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  4. Sayasekelasdengan Sadewa.
  5. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  6. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.
  1. Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

    Contoh kalimat :

  2. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  3. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  4. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  5. BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.
  1. Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

    Contoh kalimat :

  2. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  3. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  4. Serulingitu terbuat dari bambu.
  5. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  6. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.
  1. Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

    Contoh kalimat :

  2. Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  3. KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  4. Daerah kumuh perlu dipugar untukpenyerasiandengan daerah sekitarnya.
  5. Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatubangsa.

26. Nuzul Shinta Nur Rahmasari

Teks Cerita Sejarah

Diulas oleh

Nuzul Shinta Nur Rahmasari(XII-RPL/26)

Teks Cerita Sejarah

  1. Pengertian Teks Cerita Sejarah

Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Kejadian dalam peristiwa tersebut dianggap sebagai proses atau dinamika dalam suatu konteks historis. Sejarah termasuk ilmu empiris, karena sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia. Lalu, apa yang dimaksud dengan Teks Cerita Sejarah? Pengertian dari kata Teks itu sendiri adalah suatu bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian, kata Cerita berarti suatu karangan atau tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal baik peristiwa,kejadian,pengalaman, dan sebagainya. Sedangkan, kata Sejarah berarti kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Maka, dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks tertulis yang berisikan suatu peristiwa atau kejadian fakta yang terjadi pada masa lampau. Contohnya adalah Biografi, Catatan Sejarah, Legenda, dll.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah
  1. Orientasiadalah awal atau pengenalan dari sebuah cerita atau peristiwa sejarah. Biasanya berisi perkenalan tentang tokoh-tokoh dalam cerita yang akan diceritakan.
  2. Urutan Peristiwaatau insiden adalah rekaman peristiwa sejarah yang pernah terjadi. Urutan peristiwa ini biasanya disampaikan secara kronologis (berurutan).
  3. Reorientasiadalah bagian yang biasanya berisi komentar dari penulis tentang peristiwa sejarah yang diceritakan di dalam teks. Di dalam teks cerita sejarah, reorientasi bisa di cantumkan bisa juga tidak.
  • Contoh Teks Cerita Sejarah

Tragedi Trisakti

Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada tanggal 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta, Indonesia serta puluhan lainnya luka-luka.

Ekonomi Indonesia mulai goyah pada awal 1998,yang terpengaruh oleh krisis finansial Asia sepanjang 1997-1999. Mahasiswa pun melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke gedung DPR/MPR mahasiswa Universitas Trisakti.

Mahasiswa melakukan aksi damai dari kampus Trisakti menuju Gedung Nusantara pada pukul 12.30. Namun aksi mereka di hambat oleh blokade dari Polri dan militer yang datang kemudian. Beberapa mahasiswa mencoba bernegosiasi dengan pihak polisi.

Pada sore hari pukul 05.15, para mahasiswa bergerak mundur diikuti bergerak majunya aparat keamanan. Aparat keamanan pun mulai menembakan peluru ke arah mahasiswa. Para mahasiswa panik dan berhamburan, sebagian besar berlindung di Universitas Trisakti. Namun aparat keamanan terus melakukan penembakan. Ratusan korban pun berjatuhan dan dilarikan ke RS. Sumber Waras.

Melihat keadaan sedikit aman, mahasiswa mulai berani keluar dari ruangan. Terjadi negosiasi antara Dekan Fakultas Ekonomi dengan Kol.Pol.Athur Dumanik. Mahasiswa dapat pulang dengan syarat keluar secara sedikit demi sedikit dan di jamin mahasiswa akan pulang dengan aman.

Satuan pengamanan yang berada di lokasi pada saat itu adalah Brigade mobil Kepolisian RI. Batalyon Kovaleri g, Batalyon Infateri 203 Artikel Pertahanan Udara Kostrad, Batalyon Ifanteri 202, Pasukan Anti Huru Hara Kodam serta Pasukan Bermotor. Mereka dilengkapi dengan tameng, gar air mata, sliyer dan SS-1.

Namun pada pukul 20.00 di pastikan empat mahasiswa tewas tertembak dan satu orang dalam keadaan kritis. Hasil otopsi menunjukan kematian di sebabkan oleh peluru tajam. Tetapi hasil sementara di prediksi peluru tersebut hasil pantulan dari tanah yang digunakan untuk tembakan peringatan.

Tragedi Trisakti merupakan peristiwa penembakan yang menewaskan mahasiswa Universitas Trisakti. Penyebabnya adalah terguncangnya ekonomi Indonesia pada awal 1998, karena krisis moneter, sehingga para mahasiswa melakukan demonstrasi besar ke gedung DPR/MPR.

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  2. Menentukan peristiwa sejarah apa yang akan diangkat menjadi sebuah teks. Setidaknya, harus mencari tahu terlebih dahulu Apa peristiwa yang akan diceritakan? Siapa pelaku sejarahnya?, Kapan dan Di mana peristiwa itu terjadi?, Mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi?, dan Bagaimana kejadiannya?.
  3. Mengumpulkan berbagai sumber sejarah yang mendukung teks yang dibangun. Sumber sejarah yang dapat digunakan adalah sumber primer (berdasarkan saksi mata peristiwa) maupun dalam bentuk dokumen. Satu hal yang sangat penting adalah bahwa peristiwa sejarah harus disesuaikan dengan kisah nyata.
  4. Data yang diperoleh harus diverifikasi terlebih dahulu berdasarkan keaslian dan kesahihan sumber data yang diperoleh.
  5. Menyempurnakan Teks Cerita Sejarah dengan memperhatikan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Diksi atau pilihan kata harus tepat. Agar bisa lebih mudah untuk dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Dalam setiap teks pasti memiliki kaidah atau ciri kebahasaan sendiri, dibawah ini merupakan kaidah atau ciri kebahasaan dari Teks Cerita Sejarah.

  1. Pronomina (kata ganti), merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Contohnya adalah saya, kapan, -nya, ini.
  2. Frasa adverbial, meupakan kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, merupakan kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah hanya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Verba
  2. 1. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  3. a. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasu menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan: Kalau nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/ rumah untuk makan.

  1. b. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan : Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. c. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat.
Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan : Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. 2. Kelompok verba, yaitu kata kerja katanya lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis verba. Terdapat tiga jenis kelompok verba, yaitu sebagai berikut :
  2. a. Kelompok verba modifikatif.Sama halnya pada kelompok nomina modifikatif, kelompok verba modifikatif yaitu kelompok verba yang mewatasi atau membatasi arti verba yang bersangkutan. Artinya, verba yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi verba yang bersifat khusus.Contoh:Verba :kerja.Kelompok Verba (Modifikatif) :kerja rodi, kerja lembur, dll.

    Kelompok verba koordinatif, yaitu kelompok verba di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.Verba :tidur

Kelompok Verba (Koordinatif) : tidur makan.

  1. c. Kelompok verba apositif, yaitu sebagai keterangan yang ditambahkan atau diselipkan.

Contoh kalimat.
Penghasilan Aldi,berdagang baju, kini sudah bisa menutupi hutang-hutangnya.

VII. Konjungsi

  1. Konjungsi Temporal Sederajat

Biasanya digunakan pada kalimat majemuk setara dan konjungsinya tidak boleh diletakkan di awal dan akhir kalimat. Contohnya (Sebelumnya, sesudahnya, lalu, kemudian, selanjutnya).

  1. Konjungsi Temporal Tidak Sederajat
    Konjungsi yang mempunyai kedudukan bertingkat atau tidak sederajat dan biasanya digunakan pada kalimat majemuk dan boleh diletakkan di sembarang pola kalimat (awal, tengah, dan akhir kalimat). Contohnya (apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, tatkala dan sebagainya).

VIII. Nominalisasi

Nominalisasidapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang.Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut.

A. Sufiks(akhiran)
(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

Contoh kalimat :

  1. Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  2. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  3. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  4. Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  5. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.
  1. Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

    Contoh kalimat :

  2. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  3. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  4. Sayasekelasdengan Sadewa.
  5. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  6. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.
  1. Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

    Contoh kalimat :

  2. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  3. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  4. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  5. BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.
  1. Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

    Contoh kalimat :

  2. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembung
  3. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  4. Serulingitu terbuat dari bambu.
  5. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  6. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.
  1. Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

    Contoh kalimat :

  2. Keberhasilantidak bisa doraih tanpa usaha yang keras.
  3. KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  4. Daerah kumuh perlu dipugar untukpenyerasiandengan daerah sekitarnya.
  5. Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatu

27. Qoni Azharin

Ulasan Teks Cerita Sejarah Oleh

Qoni Azharin (XII-RPL/27)

Teks Cerita Sejarah

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Kejadian dalam peristiwa tersebut dianggap sebagai proses atau dinamika dalam suatu konteks historis. Sejarah termasuk ilmu empiris, karena sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia. Banyak orang yang merasa asing mendengarkan istilah Teks Cerita Sejarah, padahal dalam kehidupan sehari-hari kita selalu menjumpaiTeks tersebut, baik membaca koran, ataupun di internet. Apakah yang maksud Teks Cerita Sejarah? Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adaah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisikan tentang ide gagasan atau ide pokok dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, umumnya disampaikan dalam urutan kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Contoh Teks Cerita Sejarah

Sejarah Terciptanya Instagram

Orientasi :

Siapa yang tidak kenal dengan instagram, Aplikasi yang berfungsi untuk berbagi foto dan video ini memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto, memfilter digital, menambahkan efek, dan mempubikasikan foto tersebut ke berbagai jenis jejaring sosial yang ada termasuk kedalam jejaring instagram itu sendiri.

Instagram sendiri terbentuk dari dua kata utama yakni “insta” yang berarti “instan” seperti pada kamera jenis polaroid yang lebih akrab disebut dengan foto instan. Dan kata “gram” mengarah pada kata “telegram” yang cara atau pengaplikasiannya adalah untuk mengirimkan sejumlah informasi pada seseorang dengan sangat cepat.

Urutan Peristiwa :

Burbn, Inc yang merupakan perusahaan start up teknologi yang notabennya hanya berkonsentrasi pada pengembangan dan pembuatan aplikasi telepon genggam berdiri pada sekitar tahun 2010 lalu. Pada mulanya Burbn, Inc sendiri berfokus pada pendalaman seluruh fungsi bahasa pemprograman yakni HTML5. Namaun seiring berjalannya waktu, Mike krieger dan Kevin Systorm selaku CEO dari perusahaan ini memilih untuk berfokus hanya pada satu hal asaja.

Seminggu lamanya mereka berusaha membuat ide ide yang mungkin dapat mendatangkan profit, pada akhirnya kedua CEO ini berhasil enciptakan versi pertama dari instagram, namun seperti pada prototype pada umumnya, versi awal dari instagram ini masih memiliki banyak sekali kelemahan dalam segala sistemnya. Setelah melalui berbagai tahap penyempurnaan versi burbn (instagram) ini akhirnya sudah dapat diujicoba dengan menggunakan perangkat iphone. Namun tetap saja dirasa memiliki banyak sekali fitur yang tidak terkategori dengan baik.

Sulit bagi Kevin dan Mike untuk mengatur ulang seluruh fitur yang ada dan memulai semuanya dari awal. Akhirnya mike dan kevin memilih untuk berfokus hanya pada fitur foto, berkomentar dan menyukai foto saja. Inilah kerangka awal terbentuknya jejaring sosial instagram saat ini.

Pada tahun 2012 tepatnya tanggal 09 april diumuman sebuah berita besar yakni saham dan kepemilikan facebook akan diambil alih oleh mark zuckerberg selaku pemiliki facebook dengan uang tunai dan saham senilai 1 miliar dollar.

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  1. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, denganbegitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakanpengenalan dari suatu kejadian Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  2. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  3. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  4. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  5. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  6. Kelompok Nomina, yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Perusahaan.

Kelompok Nomina (Modifikatif) : Perusahaan Baja, Perusahaan Kulit.

*Keterangan: Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh kata perusahaan memiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada kata perusahaan baja merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina : Hak

Kelompok Nomina (Koordinatif) : Hak dan Kewajiban

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Sidoarjo, kota bandeng adalah kota dimana bandeng banyak di budidayakan.

*Keterangan : Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : mengirim pesan, membanting tulang, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipi dan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi, kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan keterampilan khusus.

  • Konjungsi
    1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat : Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Sufiks (akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

    Contoh kalimat :

  1. Buku bacaan yang dipegang anak itu milik Rika.
  2. Aku sangat menyukai asinan yang dibuat ibu.
  3. Maman S. Mahayana adalah seorang kritikus sastra yang terkenal.
  4. Anggaran yang digunakan negara terlalu banyak.
  5. Sosialisasi Anti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.
  • Prefiks (imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

    Contoh kalimat :

  1. Andi terpilih sebagai ketua kelompok kami.
  2. Pedagang kaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  3. Saya sekelas dengan Sadewa.
  4. Bapak setiap pagi minum segelas air hangat.
  5. Pecandu narkoba itu ditangkap saat terjaring razia.
  • Konfiks (imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

    Contoh kalimat :

  1. Pengaturan jam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  2. Pertunjukan sirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  3. Kekayaan Haji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  4. Bantuan Kemanusiaan itu datang terlambat.
  • Infiks (sisipan)(-el- dan -er-)

    Contoh kalimat :

  1. Rafa dan Vania sedang asyik bermain gelembung sabun.
  2. Telunjuk ibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  3. Seruling itu terbuat dari bambu.
  4. Telapak tangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  5. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakai kerudung.
  • Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

    Contoh kalimat :

  1. Keberhasilan tidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  2. Keterlibatan Ranto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  3. Daerah kumuh perlu dipugar untuk penyerasian dengan daerah sekitarnya.
  4. Garuda Pancasila merupakan salah satu alat pemersatu bangsa.

28. Redo Firmansyah

MAKALAH

TEKS CERITA SEJARAH

DI SUSUN OLEH :

REDO FIRMANSYAH

XII RPL / 28

Teks Cerita Sejarah

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Contoh Teks Cerita Sejarah

Tsunami Aceh

Orientasi :

Peristiwa yang sangat memilukan terjadi di bumi serambi Mekkah Aceh. Gempa bumi dan Tsunami Aceh pada hari Minggu pagi, 26 Desember 2004. Kurang lebih 500.000 nyawa melayang dalam sekejab di seluruh tepian dunia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di daerah Aceh merupakan korban jiwa terbesar di dunia dan ribuan banguan hancur lebur, ribuan pula mayat hilang dan tidak di temukan dan ribuan pula mayat yang di kuburkan secara masal.

Urutan Peristiwa :

Gempa terjadi pada waktu tepatnya jam 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

Kepanikan ini terjadi dalam durasi yang tercatat paling lama dalam sejarah kegempaan bumi, yaitu sekitar 500-600 detik (sekitar 10 menit). Beberapa pakar gempa mengatakan menganalogikan kekuatan gempa ini, mampu membuat seluruh bola Bumi bergetar dengan amplitude getaran diatas 1 cm. Gempa yang berpusat di tengah samudera Indonesia ini, juga memicu beberapa gempa bumi diberbagai tempat didunia.

Gempa yang mengakibatkan tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.

Kekuatan gempa pada awalnya dilaporkan mencapai magnitude 9.0. Pada Februari 2005 dilaporkan gempa berkekuatan magnitude 9.3. Meskipun Pacific Tsunami Warning Center telah menyetujui angka tersebut. Namun, United States Geological Survey menetapkan magnitude 9.2. atau bila menggunakan satuan seismik momen (Mw) sebesar 9.3.

Kecepatan rupture diperkirakan sebesar 2.5km/detik ke arah antara utara – barat laut dengan panjang antara 1200 hingga 1300 km. Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1/2005) mencapai 127.672 orang.

Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.

Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh.

Menurut U.S. Geological Survey korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983 tewas. Tsunami Samudra Hindia menjadi gempa dan Tsunami terburuk 10 tahun terakhir.

Di Indonesia, gempa dan tsunami menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama, terutama di Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami. Tetapi, kebanyakan korban disebabkan oleh tsunami yang menghantam pantai barat Aceh.

Pemerintahan daerah Aceh lumpuh total, saat terjadi gempa bumi dan Tsunami Aceh, kebetulan di Jakarta sendiri sedang di adakan acara Halal Bi Halal masyarakat Aceh pasca menyambut lebaran Idul Fitri. Gempa Bumi yang terjadi pada jam 08:00 WIB dengan 9 Skala Richter Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Tepat jam 09:00 WIB satu persatu masyarakat Aceh yang hadir di Istora Jakarta panik karena hubungan telepon seluler ke Aceh putus total, mata mereka pada berkaca-kaca.

Reorientasi :

Peristiwa ini merupakan salahsatu peristiwa yang sangat mengenaskan dan paling banyak memakan korban yang pernah terjadi di Indonesia. Semoga kejadian ini tidak terjadi kembali di negri kita yang tercinta ini.

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  2. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  3. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  4. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  5. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

    Contoh kalimat :

  2. Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  3. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  4. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  5. Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  6. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.
  7. Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

    Contoh kalimat :

  8. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  9. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  10. Sayasekelasdengan Sadewa.
  11. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  12. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.
  13. Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

    Contoh kalimat :

  14. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  15. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  16. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  17. antuanKemanusiaanitu datang terlambat.
  18. Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

    Contoh kalimat :

  19. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  20. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  21. Serulingitu terbuat dari bambu.
  22. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  23. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.
  24. Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

    Contoh kalimat :

  25. Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  26. KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  27. Daerah kumuh perlu dipugar untukpenyerasiandengan daerah sekitarnya.
  28. Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatubangsa.

29. Rizki Dwi Istofa

Ulasan Teks Cerita Sejarah

Oleh

Nama : Rizki Dwi Istofa

Kelas : XII RPL

No : 29

Teks Cerita Sejarah

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Contoh Teks Cerita Sejarah

Tsunami Aceh

Orientasi :

Peristiwa yang sangat memilukan terjadi di bumi serambi Mekkah Aceh. Gempa bumi dan Tsunami Aceh pada hari Minggu pagi, 26 Desember 2004. Kurang lebih 500.000 nyawa melayang dalam sekejab di seluruh tepian dunia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di daerah Aceh merupakan korban jiwa terbesar di dunia dan ribuan banguan hancur lebur, ribuan pula mayat hilang dan tidak di temukan dan ribuan pula mayat yang di kuburkan secara masal.

Urutan Peristiwa :

Gempa terjadi pada waktu tepatnya jam 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

Kepanikan ini terjadi dalam durasi yang tercatat paling lama dalam sejarah kegempaan bumi, yaitu sekitar 500-600 detik (sekitar 10 menit). Beberapa pakar gempa mengatakan menganalogikan kekuatan gempa ini, mampu membuat seluruh bola Bumi bergetar dengan amplitude getaran diatas 1 cm. Gempa yang berpusat di tengah samudera Indonesia ini, juga memicu beberapa gempa bumi diberbagai tempat didunia.

Gempa yang mengakibatkan tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.

Kekuatan gempa pada awalnya dilaporkan mencapai magnitude 9.0. Pada Februari 2005 dilaporkan gempa berkekuatan magnitude 9.3. Meskipun Pacific Tsunami Warning Center telah menyetujui angka tersebut. Namun, United States Geological Survey menetapkan magnitude 9.2. atau bila menggunakan satuan seismik momen (Mw) sebesar 9.3.

Kecepatan rupture diperkirakan sebesar 2.5km/detik ke arah antara utara – barat laut dengan panjang antara 1200 hingga 1300 km. Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1/2005) mencapai 127.672 orang.

Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.

Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh.

Menurut U.S. Geological Survey korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983 tewas. Tsunami Samudra Hindia menjadi gempa dan Tsunami terburuk 10 tahun terakhir.

Di Indonesia, gempa dan tsunami menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama, terutama di Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami. Tetapi, kebanyakan korban disebabkan oleh tsunami yang menghantam pantai barat Aceh.

Pemerintahan daerah Aceh lumpuh total, saat terjadi gempa bumi dan Tsunami Aceh, kebetulan di Jakarta sendiri sedang di adakan acara Halal Bi Halal masyarakat Aceh pasca menyambut lebaran Idul Fitri. Gempa Bumi yang terjadi pada jam 08:00 WIB dengan 9 Skala Richter Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Tepat jam 09:00 WIB satu persatu masyarakat Aceh yang hadir di Istora Jakarta panik karena hubungan telepon seluler ke Aceh putus total, mata mereka pada berkaca-kaca.

Reorientasi :

Peristiwa ini merupakan salahsatu peristiwa yang sangat mengenaskan dan paling banyak memakan korban yang pernah terjadi di Indonesia. Semoga kejadian ini tidak terjadi kembali di negri kita yang tercinta ini.

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  2. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  3. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  4. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  5. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

Contoh kalimat :

  1. ..dan patahan Semangko.
  2. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  3. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  4. Terlebih untuk orang orang yang.
  5. Keluarganya menjadi korban dalam bencana ini.

Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

Contoh kalimat :

  1. Terlebih untuk orang orang yang.
  2. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  3. Sayasekelasdengan Sadewa.
  4. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  5. Badan terkait yang bertugas.

Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh kalimat :

  1. Di antara pertemuan dua lempeng.
  2. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  3. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  4. BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.

Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

Contoh kalimat :

  1. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  2. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawan.

Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

Contoh kalimat :

  1. Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  2. KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.

30. Rizky Muhammad Aldi

31. Rodliyyah Zam Salsabila

Ulasan Teks Cerita Sejarah

Nama : Rodliyyah Zam Salsabila

Kelas / No : XII RPL / 31

Gempa bumi Sumatera Barat

Provinsi Sumatera Barat berada di antara pertemuan dua lempeng benua besar (lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia) dan patahan (sesar) Semangko. Di dekat pertemuan lempeng terdapat patahan Mentawai. Ketiganya merupakan daerah seismik aktif. Menurut catatan ahli gempa wilayah Sumatera Barat memiliki siklus 200 tahunan gempa besar yang pada awal abad ke-21 telah memasuki masa berulangnya siklus.

Gempa Bumi Sumatera Barat 2009 terjadi dengan kekuatan 7,6 Skala Richter di lepas pantai Sumatera Barat pada pukul 17:16:10 WIB tanggal 30 September 2009. Gempa ini terjadi di lepas pantai Sumatera, sekitar 50 km barat laut Kota Padang. Gempa menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah di Sumatera Barat seperti Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Agam, Kota Solok, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Menurut data Satkorlak PB, sebanyak 1.117 orang tewas akibat gempa ini yang tersebar di 3 kota & 4 kabupaten di Sumatera Barat, korban luka berat mencapai 1.214 orang, luka ringan 1.688 orang, korban hilang 1 orang. Sedangkan 135.448 rumah rusak berat, 65.380 rumah rusak sedang, & 78.604 rumah rusak ringan.

Meski Gempa bumi Sumatera Barat 30 September 2009 sudah terjadi 7 tahun yang lalu, namun kejadian tersebut masih selalu ada dalam ingatan, terlebih untuk orang-orang yang keluarganya menjadi korban dalam bencana alam ini. Mengingat kejadian di masa lalu, sudah sepantasnya kita memahami tentang gempa bumi agar kita selalu berhati-hati ketika mengunjungi daerah rawan gempa, atau kita mencari informasi akurat dari badan terkait yang bertugas memantau aktivitas dalam perut bumi untuk mendeteksi gempa.

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah
  2. Orientasi

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  1. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah yaitu dengan cara mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut.
  2. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  3. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  4. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.

Contoh : Mengingat kejadian di masa lalu, sudah sepantasnya kita memahami tentang gempa bumi agar kita selalu berhati-hati ketika mengunjungi daerah rawan gempa, atau kita mencari informasi akurat dari badan terkait yang bertugas memantau aktivitas dalam perut bumi untuk mendeteksi gempa.

  1. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.

Contoh : Gempa Bumi Sumatera Barat 2009 terjadi dengan kekuatan 7,6 Skala Richter di lepas pantai Sumatera Barat pada pukul 17:16:10 WIB tanggal 30 September 2009.

  1. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan.

Contoh : sudah sepantasnya kita memahami tentang gempa bumi agar kita selalu berhati-hati ketika mengunjungi daerah rawan gempa, atau kita mencari informasi akurat dari badan terkait yang bertugas memantau aktivitas dalam perut bumi untuk mendeteksi gempa.

  1. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banyak memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.

Contoh : – Menurut data Satkorlak PB, sebanyak 1.117 orang tewas akibat gempa ini yang tersebar

– Meski Gempa bumi Sumatera Barat 30 September 2009 sudah terjadi 7 tahun yang lalu

  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
    1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh :seismik aktif, ahli gempa, luka berat, rusak berat, luka ringan, rusak sedang

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh : lepas pantai

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dallimat.

Contoh kalimat : –

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : korban hilang

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : –

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : –

  1. Konjungsi
  2. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

Contoh kalimat :

  1. … dan patahan (sesar) Semangko
  2. Menurut catatan ahli gempa …
  3. … masih selalu ada dalam ingatan
  4. keluarganya menjadi korban dalam bencana alam ini.

Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

Contoh kalimat :

  1. … sudah terjadi 7 tahun yang lalu
  2. terlebih untuk orang-orang yang
  3. Mengingat kejadian di masa lalu
  4. atau kita mencari informasi
  5. badan terkait yang bertugas

Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh kalimat :

  1. Di antara pertemuan dua lempeng
  2. Ketiganya merupakan daerah seismik aktif
  3. memasuki masa berulangnya siklus
  4. dengan kekuatan 7,6 Skala
  5. kejadian tersebut masih selalu ada
  6. sudah sepantasnya kita memahami

Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

Contoh kalimat : –

  1. Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

    Contoh kalimat : –

Kesimpulan :

Dari ulasan yang saya lakukan terhadap contoh teks cerita sejarah diatas, maka dapat saya simpulkan bahwa teks cerita sejarah yang berjudul “Gempa Bumi Sumatera” merupakan teks cerita sejarah yang sempurna / lengkap yang artinya teks tersebut memenuhi semua persyaratan dari sebuah teks cerita sejarah meskipun ada beberapa kaidah kebahasaan yang tidak ada pada teks tersebut.

32. Surya Febry Rachmahadi

MAKLAH

TEKS CERITA SEJARAH

Disusun Oleh

Surya Febry Rachmahadi

XII RPL / 32

Teks Cerita Sejarah

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi pada masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis yang memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks dari bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Contoh Teks Cerita Sejarah

Tsunami Aceh

Berawal dari pecahnya “Perang Asia Timur Raya “ , dan Amerika menyatakan perang kepada Jepang karena serbuan tentara Jepang di Pusat Pertahanan Amerika Serikat “Pearl Harbour” pada tgl 8 Desember 1941. Tentara Jepang dengan Angkatan Laut dan Angkatan Udaranya semakin agresif beraksi mendarat di wilayah Indocina ,Filipina , Malaya dan Indonesia. Pemerintah Hindia Belanda ikut ikutan Sekutu menyatakan perang dengan Jepang. Jepang mendarat ke Indonesia dengan tujuan melumpuhkan pasukan Belanda .Pendaratan pertama tentara Jepang di Tarakan kemudian merambah ke daerah Balik Papan,Manado, Ambon, Makasar, Pontianak dan Palembang. Daerah daerah di Jawa juga dikuasainya ,pada tgl 1 Maret 1942 ,Jepang mendarat di BAnten, Indramayu dan Rembang. Wilayahnya semakin meluas dengan dikuasainya Batavia tgl 5 Maret 1942 , dan semakin merajalela ke wilayah Surakarta, Cikampek, Semarang dan Surabaya . Belanda semakin terdesak dengan penyerangan Jepang dan Ooh akhirnya Pemeritah Hindia Belanda menyatakan “menyerah tanpa syarat”.

Masyarakat Indonesia pada awalnya menyambut dengan ramah kedatangan militer Jepang , dapat dilihat dari sikap kooperatif tokoh tokoh Nasional kita Ir. Soekarno dan Moh Hatta. Pemerintahan Jepang mulai aktif merangkul rakyat dengan pembentukan organiasasi masyarakat , yang sebenarnya “ada udang di balik batu” sebenarnya dibalik itu untuk kepentingan Jepang di Perang Dunia II. Organisasi itu antara lain :Gerakan Tiga A, Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA), Jawa Hokokai, Seinendan, Keibodan, Fujinkai, Heiho, MIAI, Pembentukan BPUPKI.

BPUPKI(Badan Penyelidik Usaha Usaha Persiapan Kemerdekaan RI) dibentuk pada th 1943 dibawah pemerintah Perdana Menteri Tojo, bertugas untuk mempelajari dan menyelidiki hal hal yang penting dan perlu bagi pembentukan pemerintah Indonesia. Dalam perkembangannya selanjutnya BPUPKI dibubarkan dan diganti nama oleh tokoh pejuang kita , dari BPUPKI menjadi PPPKI atau dikenal dengan Docoritsu Junbi Inkai, dengan penggantian nama ini terkesan bahwa organisasi PPPKI bukan bentukan Jepang tetapi hasil kesepakatan dan perjuangan para tokoh kemerdekaan Indonesia. Peristiwa penting yaitu pertemuan Soekarno, M Hata dan Rajiman Wedyodiningrat dengan Jenderal Terauchi di Dalat menyampaikan bahwa pemerintah Jepang telah memutuskan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia yang wilayahnya meliputi bekas wilayah Hindia-Belanda.

Pasukan Jepang mulai melemah, kekalahan dan kekalahan diperolehnya dan Amerika semakin kuat, apalagi setelah menarik pasukannya yang ada di Eropa. Serangan Jepang dapat dihentikan oleh tentara Amerika antara lain pada bulan Mei 1942 di pertempuran Laut Koral dan Juni 1942 di Pertempuran Midway. Jepang semakin klepek klepek karena Amerika mengamuk sehingga pada tgl 6 Agustus 1945 AS menjatuhkan Bom Atom pertamanya di Hiroshima . Amerika belum puas juga dan tiga hari kemudian tanggal 9 Agustus Bom Atom kedua mendarat kembali di kota Nagasaki, dua pusat kota pemerintahan Jepang menjadi hancur rata dengan tanah. Akhirnya Ohhhh Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tgl 14 Agustus 1945. Penyerahan kalah itu dilakukan di kapal Missouri pada tanggal 2 September 1945 oleh Kaisar Hirohito(Jepang) dan Jendral Douglas Mc Arthur (Sekutu).

Berita kekalahan Jepang terhadap Sekutu tidak dapat disembunyikan, dengan perjanjian Post Dam Jepang menyerahkan kekuasaannya kepada Sekutu dan otomatis di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan . Kesempatan ini dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia dengan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  2. Mencari ide gagasan yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  3. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  4. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  5. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

Contoh kalimat :

  1. Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  2. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  3. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  4. Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  5. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.

Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

Contoh kalimat :

  1. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  2. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  3. Sayasekelasdengan Sadewa.
  4. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  5. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.

Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh kalimat :

  1. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  2. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  3. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  4. BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.

Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

Contoh kalimat :

  1. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  2. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  3. Serulingitu terbuat dari bambu.
  4. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  5. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.

Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

Contoh kalimat :

  1. Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  2. KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  3. Daerah kumuh perlu dipugar untukpenyerasiandengan daerah sekitarnya.
  4. Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatubangsa.

33. Wahyu Firman S

Menganalisa Teks Cerita Sejarah

“Erupsi Gunung Krakatau”

Wahyu Firman S

XII RPL – 33

Teks Cerita Sejarah

  1. Pengertian Teks Cerita Sejarah

Teks Cerita Sejarah Terdiri dari 3 kata “Teks”, “Cerita”, dan “Sejarah”. Teks memiliki definisi naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang, Cerita memiliki definisi tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal, dan Sejarah yang memiliki definisi kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

Jadi Teks Cerita Sejarah adalah kata kata asli dari pengarang yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu kejadian dan peristiwa penting yang benar-benar terjadi pada masa lampau.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Awal atau pengenalan dari sebuah teks cerita sejarah yang biasanya berisi, kapan peristiwa tersebut terjadi, dimana peristiwa tersebut terjadi.

Rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya diceritakan dalam sebuah urutan kronologis.

Komentar pribadi penulis tentang peristiwa atau kejadian sejarah yang diceritakan. Reorientasi bersifat opsional yang artinya tidak harus ada dalam sebuah teks cerita sejarah.

  1. Contoh Teks Cerita Sejarah

Erupsi Gunung Krakatau

Krakatau (bahasa Inggris: Krakatoa)adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra yang termasuk dalam kawasan cagar alam. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat;awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australiadan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York. Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia,Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh pada masa ketika populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegrafsudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.

Sebelum letusan 1883, aktivitas seismik di sekitar Krakatau sangat tinggi, menyebabkan sejumlah gempa bumi yang dirasakan hingga ke Australia. Pada 20 Mei 1883, pelepasan uap mulai terjadi secara teratur diPerboewatan, pulau paling utara di Kepulauan Krakatau.Pelepasan abu vulkanik mencapai ketinggian hingga 6 km dan suara letusan terdengar hingga ke Batavia (sekarang Jakarta), yang berjarak 160 km dari Krakatau. Aktivitas vulkanik menurun pada akhir Mei, dan tidak ada aktivitas lebih lanjut yang tercatat hingga beberapa minggu ke depan.

Letusan kembali terjadi pada 16 Juni, yang menimbulkan letusan keras dan menutupi pulau dengan awan hitam tebal selama lima hari. Pada 24 Juni, angin timur yang bertiup membersihkan awan tersebut, dan dua gulungan kabut asap terlihat membubung dari Krakatau. Letusan ini diyakini telah menyebabkan munculnya dua ventilasi baru yang terbentuk di antara Perboewatan dan Danan. Aktivitas gunung juga menyebabkan air pasang di sekitarnya menjadi sangat tinggi, dan kapal-kapal di pelabuhan harus ditambatkan dengan rantai agar tidak terseret laut. Guncangan gempa mulai terasa diAnyer, Jawa Barat, dan kapal-kapal Belanda melaporkan mengenai adanya batu apung besar yang mengambang di Samudera Hindia di sebelah barat.

Pada tanggal 11 Agustus, pakar topografi Belanda, Kapten H. J. G. Ferzenaar, mulai menyelidiki pulau. Ia menemukan tiga gulungan abu telah melingkupi pulau, dan lepasan uap dari setidaknya sebelas ventilasi lainnya, sebagian besarnya terdapat di Danan dan Rakata. Saat mendarat, Ferzenaar mencatat adanya lapisan abu setebal 0,5 m, dan musnahnya semua vegetasi pulau, hanya menyisakan tunggul-tunggul pohon. Keesokan harinya, sebuah kapal yang lewat melaporkan mengenai adanya ventilasi baru yang berjarak “hanya beberapa meter di atas permukaan laut”. Aktivitas vulkanik Krakatau terus berlanjut hingga pertengahan Agustus.

Tanggal 25 Agustus, letusan semakin meningkat. Sekitar pukul 13.00 tanggal 26 Agustus, Krakatau memasuki fase paroksimal. Satu jam kemudian, para pengamat bisa melihat awan abu hitam dengan ketinggian 27 km (17 mi). Pada saat ini, letusan terjadi terus menerus dan ledakan terdengar setiap sepuluh menit sekali. Kapal-kapal yang berlayar dalam jarak 20 km (12 mi) dari Krakatau telah dihujani abu tebal, dengan potongan-potongan batu apung panas berdiameter hampir 10 cm (3.9 in) mendarat di dek kapal. Tsunami kecil menghantam pesisir Pulau Jawa dan Sumatera hampir 40 km (25 mi) jauhnya pada pukul 18.00 dan 19.00.

Pada 27 Agustus, empat letusan besar terjadi pukul 05.30, 06.44, 10.02, dan 10:41 waktu setempat. Pada pukul 5.30, letusan pertama terjadi di Perboewatan, yang memicu tsunami menuju Telock Botong. Pukul 06.44, Krakatau meletus lagi di Danan, menimbulkan tsunami di arah timur dan barat. Letusan besar pada pukul 10.02 terjadi begitu keras dan terdengar hampir 3,110 km (1,930 mi) jauhnya ke Perth, Australia Barat, danRodrigues di Mauritius (4,800 km (3,000 mi) jauhnya).

Penduduk di sana mengira bahwa letusan tersebut adalah suara tembakan meriam dari kapal terdekat. Masing-masing letusan disertai dengan gelombang tsunami, yang tingginya diyakini mencapai 30 m di beberapa tempat. Wilayah-wilayah di Selat Sunda dan sejumlah wilayah di pesisir Sumatera turut terkena dampak aliran piroklastik gunung berapi. Energi yang dilepaskan dari ledakan diperkirakan setara dengan 200 megaton TNT ,kira-kira hampir empat kali lipat lebih kuat dari Tsar Bomba(senjata termonuklir paling kuat yang pernah diledakkan). Pada pukul 10.41, tanah longsor yang meruntuhkan setengah bagian Rakata memicu terjadinya letusan akhir.

Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut. Gunung Krakatau yang meletus, getarannya terasa sampai Eropa.

  1. Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
    1. Pronomina (kata ganti), adalah sebuah kata yang digunakan untuk menggantikan benda, orang, dan sesuatu secara tidak langsung. Contoh : dia, mereka, anda, dan -nya
    2. Frasa Adverbal adalah kata yang terdiri dari kata inti yang berupa kata sifat dan kata pembatasnya. Contoh : Hampir Baik (Baik sebagai inti kalimat yang merupakan kata sifat, dan Hampir adalah kata pewatas yang membatasi kata inti)
    3. Verba Material, adalah kata kerja yang menunjukan aktivitas atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang ikut berperan pada kegiatan tersebut Contoh : Budi sedang menonton TV
    4. Konjungsi Temporan adalah kata hubung yang berkaitan dengan waktu.

Kelompok nomina adalah kata benda yang memiliki dari satu kata, yang memiliki arti lain yang lebih spesifik.

Yaitu nomina yang memiliki fungsi untuk membatasi kata sebelumnya yang bersifat umum.

Contoh : Bom Atom (kata umum adalah “Bom” dan dobatasi oleh kata “Atom”, jadi Bom Atom adalah bom yang meledak Karena reaksi atom).

Yaitu nomina yang memiliki bagian kata yang tidak saling menerangkan atau memiliki arti yang berbeda.

Contoh : Sebagai seorang sahabat kita akan mampu melewati suka dan duka Bersama ( Kata “suka” dan “duka” memiliki arti yang berlewanan dan tidak saling menerangkan

Yairu nomina yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya, biasanya berbentuk kalimat.

Contoh : Krakatau, kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra yang termasuk dalam kawasan cagar alam. (Kata “Kepulauan Vulkanik” yang dapat menggantikan posisi Krakatau)

Yaitu kata kerja yang memiliki lebih dari 1 kata yang bisa mengacu pada jenis verba lainnya yang lebih spesifik lagi.

Yaitu kelompok verba yang menjadikan verba berbentuk umum menjadi verba yang lebih khusus

Contoh : Melihat Awan (“Melihat” aadalah verba berbentuk umum, yang di patasi oleh kata “Awan”)

Yaitu kelompok verba yang memiliki sifat tidak saling menerangkan atau memiliki makna yang berbeda.

Contoh : Andi berjalan dan melihat keramaian (Berjalan dan meilihat memiliki arti yang berbeda dan tidak saling menerangkan)

Yaitu kelompok verba yang berfungsi untuk menjelaskan ungkapan sebelumnya.
Contoh : Angin timur yang bertiup membersihkan awan, gulungan kabut asap yang terlihat membubung dari Krakatau. (Kata “membersihkan awan” diperjelas dengan “gulungan asap yang terlihat….”)

  1. Konjungsi Temporal
    1. Konjungsi temporal sederajat adalah kata hubung yang bersifat setara atau sederajat, yang penempatannya harus berada di tengah kalimat.

Contoh : tidak ada aktivitas lebih lanjut yang tercatat hingga beberapa minggu ke depan.

  1. Konjung Temporal tidak sederajat adalah kata hubung yang bersifat tidak sederajat, yang penempatannya bisa di awal, tengah, dan akhir kalimat.

Contoh : Sebelum letusan 1883, aktivitas seismik di sekitar Krakatau sangat tinggi

Yaitu proses pembuatan sebuah nomina dengan menambahkan afiks atau imbuhan tertentu

(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas )

Contoh : Potongan (dari kata “potong” yang mendaptakan imbuhan -an )

(ke-, pe-, dan se-)

Contoh : Setempat ( dari kata “Tempat” yang mendapatkan imbuhan Se- )

(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh : kemajuan ( dari kata “maju” yang mendapatkan imbuhan ke-an )

(-el- -er-)

Contoh : Telunjuk ( dari kata “tunjuk” yang mendapatkan imbuhan -el- )

(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

Contoh : Keterlambatan ( dari kata “lambat” yang mendapatkan imbuhan keter-an )

Menurut pendapat saya pribadim , teks cerita sejarah “Erupsi Gunung Krakatau” adalah teks cerita sejarah yang sudah sempurna. Hal itu dikarenakan teks cerita sejarah tersebut telah memiliki kaidah kebasaan yang yang benar. Seperti adanya beberapa kata yang menggunakan nominalisasi, konjungsi temporal, verba modifikatif, dan apositif. Teks ini juga memiliki bagian reorientasi yang sebenarnya bersifat opsional pada sebuah teks cerita sejarah.

34. Wahyu Romadhianto

Teks Cerita Sejarah

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah
  2. Orientasi

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Contoh Teks Cerita Sejarah

Sejarah Tercipnya INSTAGRAM

Orientasi :

Siapa yang tidak kenal dengan instagram, Aplikasi yang berfungsi untuk berbagi foto dan video ini memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto, memfilter digital, menambahkan efek, dan mempubikasikan foto tersebut ke berbagai jenis jejaring sosial yang ada termasuk kedalam jejaring instagram itu sendiri.

Instagram sendiri terbentuk dari dua kata utama yakni “insta” yang berarti “instan” seperti pada kamera jenis polaroid yang lebih akrab disebut dengan foto instan. Dan kata “gram” mengarah pada kata “telegram” yang cara atau pengaplikasiannya adalah untuk mengirimkan sejumlah informasi pada seseorang dengan sangat cepat.

Urutan Peristiwa :

Burbn, Inc yang merupakan perusahaan start up teknologi yang notabennya hanya berkonsentrasi pada pengembangan dan pembuatan aplikasi telepon genggam berdiri pada sekitar tahun 2010 lalu. Pada mulanya Burbn, Inc sendiri berfokus pada pendalaman seluruh fungsi bahasa pemprograman yakni HTML5. Namaun seiring berjalannya waktu, Mike krieger dan Kevin Systorm selaku CEO dari perusahaan ini memilih untuk berfokus hanya pada satu hal asaja.

Seminggu lamanya mereka berusaha membuat ide ide yang mungkin dapat mendatangkan profit, pada akhirnya kedua CEO ini berhasil enciptakan versi pertama dari instagram, namun seperti pada prototype pada umumnya, versi awal dari instagram ini masih memiliki banyak sekali kelemahan dalam segala sistemnya. Setelah melalui berbagai tahap penyempurnaan versi burbn (instagram) ini akhirnya sudah dapat diujicoba dengan menggunakan perangkat iphone. Namun tetap saja dirasa memiliki banyak sekali fitur yang tidak terkategori dengan baik.

Sulit bagi Kevin dan Mike untuk mengatur ulang seluruh fitur yang ada dan memulai semuanya dari awal. Akhirnya mike dan kevin memilih untuk berfokus hanya pada fitur foto, berkomentar dan menyukai foto saja. Inilah kerangka awal terbentuknya jejaring sosial instagram saat ini.

Pada tahun 2012 tepatnya tanggal 09 april diumuman sebuah berita besar yakni saha dan kepemilikan facebook akan diambil alih oleh mark zuckerberg selaku pemiliki facebook dengan uang tunai dan saham senilai 1 miliar dollar.

Reorientasi :

Instagram saat ini telah banyak diminati baik tua maupun muda. Penggunaan yang mudah dan fitur yang terkesan canggih membuat instagram semakin populer dari tahun ke tahun. Dengan jejaring sosial instagram ini kita dapat mengetahui segala aktivitas teman teman kita hanya dengan melihat foto dan video mereka.

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  2. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  3. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  4. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  5. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

Contoh kalimat :

  1. Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  2. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  3. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  4. Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  5. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.

Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

Contoh kalimat :

  1. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  2. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  3. Sayasekelasdengan Sadewa.
  4. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  5. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.

Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh kalimat :

  1. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  2. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  3. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  4. BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.

Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

Contoh kalimat :

  1. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  2. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  3. Serulingitu terbuat dari bambu.
  4. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  5. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.

Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

Contoh kalimat :

  1. Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  2. KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  3. Daerah kumuh perlu dipugar untukpenyerasiandengan daerah sekitarnya.
  4. Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatubangsa.

Nama : Wahyu Romadhianto

Kelas : XII-RPL

35. Widya Tri Wicahyani

Ulasan Teks Cerita Sejarah

Oleh

Nama : Widya Tri Wicahyai

Kelas : XII RPL

No : 35

Teks Cerita Sejarah

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya menjelaskan suatu fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang menjadi latar belakang (asal muasal) terjadinya sesuatu yang mana kejadian tersebut memiliki nilai sejarah.

Definisi dari kata Teks adalah bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita berarti tuturan atau karangan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan kata Sejarah berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu jenis teks atau bahan tertulis yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dan biasanya menjadi suatu latar belakang atau sejarah. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merenkontruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini.

Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari pada peristiwa sejarah.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi tentang ide gagasan atau ide utama dari suatu topik.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  • Contoh Teks Cerita Sejarah

Tsunami Aceh

Orientasi :

Peristiwa yang sangat memilukan terjadi di bumi serambi Mekkah Aceh. Gempa bumi dan Tsunami Aceh pada hari Minggu pagi, 26 Desember 2004. Kurang lebih 500.000 nyawa melayang dalam sekejab di seluruh tepian dunia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di daerah Aceh merupakan korban jiwa terbesar di dunia dan ribuan banguan hancur lebur, ribuan pula mayat hilang dan tidak di temukan dan ribuan pula mayat yang di kuburkan secara masal.

Urutan Peristiwa :

Gempa terjadi pada waktu tepatnya jam 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

Kepanikan ini terjadi dalam durasi yang tercatat paling lama dalam sejarah kegempaan bumi, yaitu sekitar 500-600 detik (sekitar 10 menit). Beberapa pakar gempa mengatakan menganalogikan kekuatan gempa ini, mampu membuat seluruh bola Bumi bergetar dengan amplitude getaran diatas 1 cm. Gempa yang berpusat di tengah samudera Indonesia ini, juga memicu beberapa gempa bumi diberbagai tempat didunia.

Gempa yang mengakibatkan tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.

Kekuatan gempa pada awalnya dilaporkan mencapai magnitude 9.0. Pada Februari 2005 dilaporkan gempa berkekuatan magnitude 9.3. Meskipun Pacific Tsunami Warning Center telah menyetujui angka tersebut. Namun, United States Geological Survey menetapkan magnitude 9.2. atau bila menggunakan satuan seismik momen (Mw) sebesar 9.3.

Kecepatan rupture diperkirakan sebesar 2.5km/detik ke arah antara utara – barat laut dengan panjang antara 1200 hingga 1300 km. Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1/2005) mencapai 127.672 orang.

Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.

Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh.

Menurut U.S. Geological Survey korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983 tewas. Tsunami Samudra Hindia menjadi gempa dan Tsunami terburuk 10 tahun terakhir.

Di Indonesia, gempa dan tsunami menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama, terutama di Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami. Tetapi, kebanyakan korban disebabkan oleh tsunami yang menghantam pantai barat Aceh.

Pemerintahan daerah Aceh lumpuh total, saat terjadi gempa bumi dan Tsunami Aceh, kebetulan di Jakarta sendiri sedang di adakan acara Halal Bi Halal masyarakat Aceh pasca menyambut lebaran Idul Fitri. Gempa Bumi yang terjadi pada jam 08:00 WIB dengan 9 Skala Richter Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Tepat jam 09:00 WIB satu persatu masyarakat Aceh yang hadir di Istora Jakarta panik karena hubungan telepon seluler ke Aceh putus total, mata mereka pada berkaca-kaca.

Reorientasi :

Peristiwa ini merupakan salahsatu peristiwa yang sangat mengenaskan dan paling banyak memakan korban yang pernah terjadi di Indonesia. Semoga kejadian ini tidak terjadi kembali di negri kita yang tercinta ini.

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  2. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  3. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  4. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  5. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata dia, atau mereka.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Hari.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Hari Minggu, Bulan Juni, Rumah susun, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh kataharimemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katahari Minggu,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan kata yang bermakna khusus.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Lahir

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Lahir batin

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katalahirdan katabatin.Di mana katabatintidak memiliki makna yang sama dengankatalahir.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Peristiwa yang sangat memilukan terjadi di bumi serambi Mekkah, Aceh.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Aceh.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : lari estafet, membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : mencuri dan menggelapkan, menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh :

– Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan keterampilan khusus.

– Pekerjaan ayahmenjualdaging di pasar semakin banyak peminatnya.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Sufiks(akhiran)(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

    Contoh kalimat :

  2. Bukubacaanyang dipegang anak itu milik Rika.
  3. Aku sangat menyukaiasinanyang dibuat ibu.
  4. Maman S. Mahayana adalah seorangkritikussastra yang terkenal.
  5. Anggaranyang digunakan negara terlalu banyak.
  6. SosialisasiAnti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.
  7. Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

    Contoh kalimat :

  8. Andi terpilih sebagaiketuakelompok kami.
  9. Pedagangkaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
  10. Sayasekelasdengan Sadewa.
  11. Bapak setiap pagi minumsegelasair hangat.
  12. Pecandunarkoba itu ditangkap saat terjaring razia.
  13. Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

    Contoh kalimat :

  14. Pengaturanjam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  15. Pertunjukansirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
  16. KekayaanHaji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
  17. BantuanKemanusiaanitu datang terlambat.
  18. Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

    Contoh kalimat :

  19. Rafa dan Vania sedang asyik bermaingelembungsabun.
  20. Telunjukibu tergores pisau saat mengiris bawang.
  21. Serulingitu terbuat dari bambu.
  22. Telapaktangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
  23. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakaikerudung.
  24. Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

    Contoh kalimat :

  25. Keberhasilantidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
  26. KeterlibatanRanto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
  27. Daerah kumuh perlu dipugar untukpenyerasiandengan daerah sekitarnya.
  28. Garuda Pancasila merupakan salah satu alatpemersatubangsa.

36. Yasmin Irza Amelia

MAKALAH

TEKS CERITA SEJARAH

Yasmin Irza Amelia XII RPL / 36

SMKN 2 BUDURAN

2017

  1. Pengertian Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya memuat cerita dan menjelaskan mengenai suatu fakta atau suatu kejadian yang terjadi pada masa lalu yang akhirnya menjadi sebuah latar belakang (asal muasal) yang mana kejadian tersebut mempunyai unsur nilai sejarah didalamnya.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Orientasi

Awal atau pengenalan dari sebuah cerita atau peristiwa sejarah. Biasanya berisi perkenalan tentang tokoh-tokoh dalam cerita yang akan diceritakan.

Urutan Peristiwa

Rekaman peristiwa sejarah yang telah terjadi. Umumnya disampaikan dalam urutan kronologis.

Reorientasi

Pada tahap ini teks berisi komentar yang sifatnya pribadi oleh penulis mengenai kejadian atau peristiwa sejarah yang telah diceritakan. Tahap ini adalah tahap yang sifatnya pilihan (optional) yang berarti, pada tahap ini penulis teks sejarah boleh untuk tidak menyajikannya. Tidak semua teks cerita sejarah berisi re-orientasi.

  1. Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
  • Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk mengganti benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung.
  • Verba Material, adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan suatu aktivitas yang menggunakan fisik dalam melakukannya, misalnya membaca, melempar, mendorong, dan lainnya.
  • Konjungsi Temporal, adalah kata sambung yang berguna untuk menunjukkan urutan kejadian dari suatu peristiwa. Contohnya yaitu “kemudian”, “setelah”, “lalu” dan lainnya.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  2. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :

Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, rumah susun, dll.

Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  • Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan. contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat
  • Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau) contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili.
  • Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan) contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat : apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat : sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

  • Sufiks (akhiran) (-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas) Contoh kalimat : Buku bacaan yang dipegang anak itu milik Rika.
  • Prefiks (imbuhan) (ke-, pe-, dan se-) Contoh kalimat : Andi terpilih sebagai ketua kelompok kami.
  • Konfiks (imbuhan gabung) (ke-an, pe-an, dan per-an) Contoh kalimat : Pengaturan jam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.
  • Infiks (sisipan) (-el- dan -er-) Contoh kalimat : Rafa dan Vania sedang asyik bermain gelembung sabun.
  • Kombinasi afiks (pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an) Contoh kalimat : Keberhasilan tidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.

Contoh Teks Cerita Sejarah

Bumi Berguncang di Dataran Konflik

Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala richter mengguncang kawasan barat Provinsi Baluchistan, Pakistan. Gempa ini terjadi pada 24 September 2013. Pusat gempa berada di kedalaman 23 kilometer, sekitar 233 kilometer tenggara Dalbandin, Baluchistan. Bencana menyebabkan sedikitnya 515 orang tewas, 765 orang terluka, dan lebih dari 100.000 orang terlantar, serta menghancurkan sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur. Gempa juga dirasakan masyarakat di Gwadar, Khuzdar, Chagai, Hyderabad, dan Karachi yang berada ratusan kilometer dari pusat gempa.

Bahkan, guncangan terasa hingga New Delhi, India. Beberapa jam setelah gempa, sebuah pulau baru muncul di kota pelabuhan Gwadar di pesisir Pakistan. Pulau itu diduga terbentuk dari lapisan tanah di kawah lumpur. Gundukan lumpur dan batu itu tingginya 18 meter dengan panjang 30 meter dan lebar 76 meter. Lima hari setelah terjadi gempa pertama, Provinsi Baluchistan kembali diguncang gempa berkekuatan 6,8 skala richter, yaitu pada 28 September 2013.

Pusat gempa berada di 96 kilometer timur laut Distrik Awaran, dengan kedalaman 14 kilometer. Sedikitnya 22 orang tewas dan hampir 15.000 rumah di Kota Nokjo, bagian barat Provinsi Baluchistan. Evakuasi korban dan pendistribusian bantuan ke sejumlah daerah terdampak gempa terkendala kerusakan infrastruktur jalan dan lokasi yang berjauhan. Tim penyelamat juga harus berhadapan dengan serangan kelompok separatis Baluchistan.

Lima orang tentara perbatasan yang mengawal konvoi bantuan tewas saat berhadapan dengan militan di Kota Panjgore, 800 km utara Quetta, (28/9/2013). Sebelumnya, helikopter tim pemantau dan penyelamat korban gempa juga diserang kelompok separatis. Pemerintah Pakistan mencatat kelompok separatis Baluchistan tersebar di sejumlah distrik di Provinsi Baluchistan tersebut. Salah satu tempat persebaran kelompok itu berada di pedalaman Distrik Awaran yang dekat dengan pusat gempa dan tingkat kerusakannya paling parah.

Sumber : Litbang Kompas, pada Buku Pintar Kompas 2013, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2014, halaman 296 sampai 297). Berikut contohnya.

Kesimpulan

Teks Cerita Sejarah “Bumi Berguncang di Dataran Konflik” adalah teks cerita sejarah yang tepat karena memiliki struktur yang sesuai dengan aturan Teks Cerita Sejarah pada umumnya.

37. Yuda Aditya Pratama

Ulasan Teks Cerita Sejarah

Disusun Oleh :

Yuda Aditya Pratama

XII-RPL / 37

  1. Definisi Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang di dalamnya memuat suatu cerita yang menjelaskan suatu peristiwa atau fakta yang terjadi di masa lalu dan kejadian tersebut mempunyai nilai sejarah di dalamnya.

Teks Cerita Sejarah terdapat 3 kata di dalamnya. Yang pertama adalah Teks yang berarti bahan tertulis untuk dasar memberikan suatu informasi. Kemudian kata Cerita yang berarti tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal/peristiwa. Kemudian kata Sejarah yang berarti kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau. Maka dapat disimpulkan bahwa Teks Cerita Sejarah merupakan suatu teks yang menceritakan tentang fakta atau kejadian di masa lalu, dimana kejadian ini mengandung nilai sejarah di dalamnya. Contohnya adalah Berita, Biografi, Cerita Sejarah Indonesia, dll.

  1. Struktur Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah mempunyai Struktur teks sebagai berikut :

Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari Teks Cerita Sejarah yang biasanya berisi ide utama dari teks tersebut.

Urutan Peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kronologis.

Reorientasi berisi tentang komentar pribadi dari penulis Teks tersebut tentang peristiwa sejarah yang diceritakan.

  1. Contoh Teks Cerita Sejarah

Tsunami Aceh

Orientasi

Peristiwa yang sangat memilukan terjadi di bumi serambi Mekkah Aceh. Gempa bumi dan Tsunami Aceh pada hari Minggu pagi, 26 Desember 2004. Kurang lebih 500.000 nyawa melayang dalam sekejab di seluruh tepian dunia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di daerah Aceh merupakan korban jiwa terbesar di dunia dan ribuan banguan hancur lebur, ribuan pula mayat hilang dan tidak di temukan dan ribuan pula mayat yang di kuburkan secara masal.

Urutan Peristiwa

Gempa terjadi pada waktu tepatnya jam 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.

Kepanikan ini terjadi dalam durasi yang tercatat paling lama dalam sejarah kegempaan bumi, yaitu sekitar 500-600 detik (sekitar 10 menit). Beberapa pakar gempa mengatakan menganalogikan kekuatan gempa ini, mampu membuat seluruh bola Bumi bergetar dengan amplitude getaran diatas 1 cm. Gempa yang berpusat di tengah samudera Indonesia ini, juga memicu beberapa gempa bumi diberbagai tempat didunia.

Gempa yang mengakibatkan tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.

Kekuatan gempa pada awalnya dilaporkan mencapai magnitude 9.0. Pada Februari 2005 dilaporkan gempa berkekuatan magnitude 9.3. Meskipun Pacific Tsunami Warning Center telah menyetujui angka tersebut. Namun, United States Geological Survey menetapkan magnitude 9.2. atau bila menggunakan satuan seismik momen (Mw) sebesar 9.3.

Kecepatan rupture diperkirakan sebesar 2.5km/detik ke arah antara utara – barat laut dengan panjang antara 1200 hingga 1300 km. Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1/2005) mencapai 127.672 orang.

Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.

Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh.

Menurut U.S. Geological Survey korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983 tewas. Tsunami Samudra Hindia menjadi gempa dan Tsunami terburuk 10 tahun terakhir.

Di Indonesia, gempa dan tsunami menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama, terutama di Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami. Tetapi, kebanyakan korban disebabkan oleh tsunami yang menghantam pantai barat Aceh.

Pemerintahan daerah Aceh lumpuh total, saat terjadi gempa bumi dan Tsunami Aceh, kebetulan di Jakarta sendiri sedang di adakan acara Halal Bi Halal masyarakat Aceh pasca menyambut lebaran Idul Fitri. Gempa Bumi yang terjadi pada jam 08:00 WIB dengan 9 Skala Richter Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Tepat jam 09:00 WIB satu persatu masyarakat Aceh yang hadir di Istora Jakarta panik karena hubungan telepon seluler ke Aceh putus total, mata mereka pada berkaca-kaca.

Reorientasi

Peristiwa ini merupakan salahsatu peristiwa yang sangat mengenaskan dan paling banyak memakan korban yang pernah terjadi di Indonesia. Semoga kejadian ini tidak terjadi kembali di negri kita yang tercinta ini.

  1. Cara Membuat Teks Cerita Sejarah
  1. Mencari ide gagasan dalam Wacana yang berisi sejarah, dengan begitu kita akan dapat membuat Orientasi yang merupakan pengenalan dari suatu kejadian. Caranya adalah dengan mencari jawaban dari 5W 1H dalam Wacana tersebut. Contohnya : Apa yang terjadi? Kapan hal tersebut terjadi? Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Dan Mengapa peristiwa tersebut terjadi?
  2. Menganalisa urutan peristiwa dengan mengidentifikasi masalah dan menulis kronologi kejadian/peristiwa secara bertahap.
  3. Mengulas kembali isi dari Teks tersebut dan menulis ulang menggunakan bahasa sendiri sesuai analisa struktur paragraf yang sudah di lakukan sebelumnya. Bagian ini Optional, artinya boleh saja tidak menyertakan tahapan ini.
  4. Menyempurnakan Teks dengan memperhatikan EYD ataupun tata bahasa agar lebih mudah dipahami.
  1. Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Setiap teks pasti memiliki ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan, berikut adalah ciri kebahasaan dari teks cerita sejarah :

  1. Pronomina (kata ganti), adalah kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung. Misalnya kata saya, atau dia.
  2. Frasa adverbial, adalah kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.
  3. Verba material, adalah kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya memotong, menggoreng, dan memukul.
  4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.
  1. Kelompok Nomina dan Kelompok Verba
  1. Kelompok Nomina,yaitu kata benda yang mempunyai lebih dari satu kata. Di mana gabungan dari kata tersebut dapat mengacuh kepada jenis nomina. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu sebagai berikut :
  1. Kelompok nomina modifikatif, yaitu kelompok nomina yang mewatasi atau membatasi arti nomina yang bersangkutan. Artinya, nomina yang sebelumnya bersifat umum dibatasi menjadi nomina yang bersifat khusus.

Contoh.
Nomina :Rumah.

Kelompok Nomina (Modifikatif) :Rumah makan, rumah sakit, dll.

*Keterangan:

Nomina, bentuk katanya bermakna umum. Seperti dalam contoh katarumahmemiliki arti yang umum. Sedangkan kelompok nomina, seperti pada katarumah makan,merupakan dua kata yang mengacuh pada kata benda dan bermakna khusus, yaitu tempat/rumah untuk makan.

  1. Kelompok nomina koordinatif, yaitu kelompok nomina di mana penggabungan dari kata-katanya bermakna tidak saling menerangkan atau bisa saja bertolak belakang.

Contoh.
Nomina :Makanan

Kelompok Nomina (Koordinatif) :Sandang pangan

*Keterangan :

Dalam kelompok nomina (Koordinatif), terdapat katasandangdan katapangan.Di mana katapangantidak memiliki makna yang sama dengankatasandang.Begitu pun sebaliknya.

  1. Kelompok nomina apositif, yaitu kelompok nomina yang merupakan kata tambahan yang dapat menggantikan unsur kata sebelumnya. Biasanya bentuk ini dapat terlihat dalam sebuah kalimat.

Contoh kalimat : Cirebon, kota udang,adalah kota di mana tempat Sunan Gunung Jati berdakwah.

*Keterangan :

Kata miring pada kalimat tersebut merupakan jenis kelompok nomina apositif. Karena dapat menggantikan kata Cirebon.

  1. Kelompok Kata Verba (inti kata sifat) dibedakan atas :
  2. Kelompok kata verba modifikatif (mewatasi /saling menerangkan)

contoh : membanting tulang, mencuri perhatian, menulis surat

  1. Kelompok kata verba koordinatif / setara (tidak saling menerangkan, dapat disisipidan, atau)

contoh : menulis dan membaca, menanam dan memupuk, menangkap dan mengadili

  1. Kelompok kata verba apositif (keterangan yang ditambahkan/diselipkan dan saling menggantikan)

contoh : Menulis puisi,kegiatan mencurahkan isi hati, memerlukan ampilan khusus.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat :

Apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala.

  1. Konjungsi temporal yang menghubungan dua bagian kalimat yang sederajat :

Sebelumnya, sesudahnya.

Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Sufiks(akhiran)
    (-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)
    Contoh kalimat :
  2. Dalam sekejab di seluruh tepian dunia.
  3. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia.
  4. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama.
  1. Prefiks(imbuhan)(ke-, pe-, dan se-)

    Contoh kalimat :

  2. Saat terjadi gempa bumi dan tsunami aceh.
  3. Paling banyak memakan korban di Indonesia.
  4. Durasi yang tercatat paling lama dalam sejarah dunia.
  1. Konfiks(imbuhan gabung)(ke-an, pe-an, dan per-an)

    Contoh kalimat :

  2. Kepanikan ini terjadi dalam durasi yang sangat lama.
  3. Kekuatan gempa ini mampu membuat setengah bumi bergetar.
  4. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah.
  1. Infiks(sisipan)(-el- dan -er-)

    Contoh kalimat :

  2. Telunjuk orangitu sangat panjang.
  3. Serulingitu berbunyi sangat merdu.
  4. Telapaktangan adik sangat kotor.
  1. Kombinasi afiks(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an)

    Contoh kalimat :

  2. Menurut coordinator Perserikatan Bangsa Bangsa.
  3. Jumlah korban tewas diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa.
  4. Diperkirakan sedikitnya 150.000 orang hilang.

Teks Cerita Sejarah tersebut memiliki unsur yang benar dan urutan peristiwa yang kompleks. Memiliki kaidah kebahasaan yang seharusnya dimiliki oleh sebuah teks cerita sejarah, seperti adanya penggunaan konjungsi, nominalisasi, dan afiks.

Top Articles
Latest Posts
Article information

Author: Tish Haag

Last Updated: 01/26/2023

Views: 6196

Rating: 4.7 / 5 (47 voted)

Reviews: 86% of readers found this page helpful

Author information

Name: Tish Haag

Birthday: 1999-11-18

Address: 30256 Tara Expressway, Kutchburgh, VT 92892-0078

Phone: +4215847628708

Job: Internal Consulting Engineer

Hobby: Roller skating, Roller skating, Kayaking, Flying, Graffiti, Ghost hunting, scrapbook

Introduction: My name is Tish Haag, I am a excited, delightful, curious, beautiful, agreeable, enchanting, fancy person who loves writing and wants to share my knowledge and understanding with you.