MIA dan IIS) - PDF Free Download (2023)

si

1

Um

I A d a n II S

12

Se

20

s X II S M A,

/M

K urik ulu m

ela

um

bahasa indonesia

K 3,

TEKS CERITA SEJARAH Semester 1 (Kurikulum 2013, kelas XII SMA, Umum/MIA dan IIS). Standar Kompetensi 1.

Kompetensi Dasar

Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan.

1

1.1. Memahami struktur dan kaidah teks sejarah, baik melalui lisan maupun tulisan. 1.2. Membandingkan teks cerita sejarah. 1.3. Menganalisis teks cerita sejarah. 1.4. Mengevaluasi teks cerita sejarah. 1.5. Menginterpretasi makna teks cerita sejarah. 1.6. Memproduksi teks cerita sejarah. 1.7. Menyunting teks cerita sejarah. 1.8. Mengabstraksi teks cerita sejarah. 1.9. Mengonversi teks cerita sejarah.

Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari Pelajaran 01, siswa diharapkan mempunyai kemampuan: 1. Memahami konsep teks cerita sejarah, struktur, dan kaidahnya. 2. Memahami struktur kebahasaan teks cerita sejarah. 3. Membandingkan, menganalisis, mengevaluasi, menginterpretasi, menyunting, mengabstraksi, dan mengonversi teks cerita sejarah.

A.

memproduksi,

PEMBANGUNAN KONTEKS DAN PEMODELAN TEKS CERITA SEJARAH Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cerita adalah tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dsb.). Sejarah adalah pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadiaan yang benar-benar terjadi di masa lampau; ilmu sejarah. Teks cerita sejarah adalah cerita yang memuat unsur-unsur sejarah. Unsur-unsur sejarah tersebut: (1) manusia; manusia merupakan unsur sentral, bicara sejarah tentu tentang sejarahnya manusia dan peristiwa yang dikaji juga peristiwa yang berkaitan dengan manusia, (2) waktu; waktu menjadi unsur dan konsep dalam sejarah, sejarah adalah studi tentang aktivitas manusia dari kurun waktunya maka sifat kronologis dalam sejarah menjadi amat penting, dan (3) ruang, adalah tempat terjadinya peristiwa yang terkait dengan aspek geografis dan unsur ruang ini akan menjadikan pemahaman kita tentang peristiwa sejarah menjadi riil. Dengan demikian, teks cerita sejarah adalah teks yang didalamnya menjelaskan tentang peristiwa yang berkaitan dengan manusia pada masa lampau di suatu tempat yang disusun secara kronologis yang menjadi asal muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai kesejarahan. Teks cerita sejarah termasuk ke dalam cerita ulang faktual atau dikenal dengan sebutan teks rekon (recount) karena dasar penceritaannya berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, pengalaman nyata di masa lalu yang dapat dibangkitkan atau dihidupkan kembali. Sama seperti biografi disebut juga cerita ulang, tetapi biografi khusus menceritakan tentang riwayat hidup seseorang.

B.

MEMAHAMI STRUKTUR DAN KAIDAH KEBAHASAAN TEKS CERITA SEJARAH

a.

Struktur Teks Cerita Sejarah Struktur teks cerita sejarah secara runtut, yakni orientasi, peristiwa sejarah (event), dan reorientasi.

2

1.

Orientasi (pengenalan) adalah gambaran umum dari isi teks.

2.

Peristiwa (event) adalah urutan-urutan peristiwa.

3.

Reorientasi (pengenalan kembali) adalah sebuah penutup pada akhir teks yang bersifat tidak harus ada.

Di bawah ini bagan teks cerita sejarah dan contoh naskah. STRUKTUR TEKS CERITA SEJARAH ORIENTASI

PERISTIWA 1 PERISTIWA 2 dst.

REORIENTASI Contoh teks: Judul

SEJARAH KOTA TUA JAKARTA

Orientasi

Jakarta yang terdiri atas dua unsur yaitu “Sunda” dan “Kalapa”. Nama Sunda dalam Sunda Kalapa baru muncul pada abad ke-10, disebutkan di dalam prasasti Kebon Kopi II yang berangka tahun 854 Saka (932 Masehi). Pada masa sekarang ibukota dari Kerajaan Padjadjaran terletak di Batu Tulis, sebuah daerah yang berada di Bogor, Jawa Barat. Letak ibukota kerajaan ini dinyatakan dalam Prasasti Batutulis yang berangka tahun 1355 Saka (1433 Masehi), yang menyebutkan sebuah kota bernama Pakuan Padjadjaran.

Peristiwa tahap 1

Bersamaan dengan perkembangan Kerajaan Padjadjaran, datanglah Bangsa Eropa pertama yang berhasil menginjakkan kaki di Sunda Kalapa yaitu Portugis. Kedatangan Portugis pertama di Sunda Kalapa pada tahun 1513 Masehi dibawah pimpinan De Alvin. Ekspedisi kedua bangsa Portugis di bawah pimpinan Henrique Leme, bertujuan untuk mencari rempah-rempah dan mendirikan benteng perdagangan. Keinginan Portugis membuat benteng perdagangan di Sunda Kalapa ini terwujud dengan adanya perjanjian antara Prabu Surawisesa dengan Portugis

3

pada tahun 1522. Perjanjian ini disebut sebagai perjanjian internasional pertama yang dilaksanakan di Nusantara, perjanjian ini dilakukan di Kota Pakuan Padjadjaran dan diabadikan dalam sebuah Padrao. Peristiwa tahap 2

Seiring dengan adanya kerjasama antara Kerajaan Padjadjaran dan Portugis, terjadi perkembangan yang signifikan terhadap kekuasaan Portugis di Sunda Kalapa. Melihat perkembangan kekuasaan Portugis yang begitu pesat, Kerajaan Demak dibantu oleh kerajaan Cirebon melakukan penyerangan terhadap Sunda Kalapa di bawah pimpinan Pangeran Fatahilah pada tahun 1526-1527. Dalam serangan tersebut Portugis berhasil dikalahkan dan Sunda Kalapa berhasil direbut dari kekuasaan Portugis. Jatuhnya Sunda Kalapa ke tangan Pangeran Fatahilah menandai berubahnya nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada tahun 1527.

Peristiwa tahap 3

Bangsa Eropa kedua yang berhasil singgah di Jayakarta adalah Belanda di bawah pimpinan Cornelis De Houtman dengan tujuan berdagang dan mencari rempah-rempah. Setelah kedatangan tim ekspedisi Belanda di bawah pimpinan De Houtman, semakin banyaklah orang Belanda yang datang dan singgah di Jayakarta untuk berdagang rempah-rempah. Perdagangan yang tidak teratur ini membuat Belanda kalah dengan Inggris yang telah pula berdagang di Jayakarta. Akhirnya, didirikanlah sebuah persekutuan dagang Belanda yang bernama Vereenigde Oostindische Compagnie atau yang biasa disingkat VOC pada tahun 1602. Tujuan didirikannya VOC adalah untuk memonopoli perdagangan rempahrempah Asia dan memperkuat diri terhadap ancaman persatuan dagang Inggris yaitu EIC. Tahun 1619 Belanda merebut Jayakarta dari Pangeran Fatahillah serta mengganti namanya menjadi Batavia. Penyerangan ini dipimpin oleh Gubernur Jenderal J.P. Coen. Sekitar 180 tahun berselang, VOC mengalami kemunduran yang luar biasa akibat banyaknya korupsi dan ketidakberesan yang terjadi di dalam tubuh VOC. Hingga akhirnya pada tahun 1799 VOC resmi dibubarkan, dan berdirilah pemerintahan yang berada langsung di bawah Kerajaan Belanda, diperintah oleh Raja Louis Napoleon.

Peristiwa tahap 4

Setelah pemerintahan Belanda di Nusantara berada dalam pengawasan langsung Kerajaan Belanda, maka diangkat beberapa Gubernur Jenderal baru untuk memerintah dan bertanggung jawab terhadap Hindia Belanda. Salah satu yang cukup terkenal adalah Daendels yang memerintah sejak tahun 1808, juga terkenal sebagai pemimpin yang keras dan disiplin. Keputusan yang dibuat oleh Daendels turut berperan

4

dalam pembangunan kota Batavia, di antaranya pembangunan pabrik senjata, pembangunan jalan raya, pembangunan benteng pertahanan dan lain sebagainya. Pemerintahan Belanda berakhir sepenuhnya di Nusantara setelah Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang melalui perundingan Linggarjati pada tahun 1942. Peristiwa tahap 5

Berakhirnya masa pemerintahan Belanda di Nusantara bukanlah akhir dari masa penderitaan dan penjajahan bangsa asing di Nusantara. Dengan ditandatanganinya perjanjian Linggarjati, kekuasaan atas Nusantara dilimpahkan dari pemerintah Belanda kepada pemerintah Jepang. Masa pendudukan Jepang di Nusantara tergolong sangat singkat. Jepang berkuasa sejak tahun 1942 hingga 1945. Dalam propagandanya Jepang menyebarkan paham 3A, yaitu Jepang sebagai pemimpin, pelindung, dan cahaya Asia. Jepang berharap dengan tampilnya sebagai “kakak besar” bangsa Indonesia, maka masa pendudukannya akan lebih mudah diterima oleh Rakyat Indonesia. Tujuan utama dari pendudukan Jepang ini adalah untuk membentuk persemakmuran bersama dengan Asia Timur Raya. Jepang menjadikan Batavia bentukan Belanda sebagai pusat kekuatan Jepang. Pada saat Jepang terlibat dalam perang dunia II, Batavia yang telah berganti nama menjadi Jakarta dijadikan tempat pelatihan tentara, tempat pemerintahan pusat, serta tempat pemusatan kekuatan militer Jepang. Jepang juga melatih putera-puteri Indonesia untuk siap berperang dengan dibentuknya PETA. Demi mengambil hati rakyat Indonesia, Jepang juga menjanjikan kemerdekaan, salah satu caranya dengan pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 1 Maret 1945.

Peristiwa tahap 6

Keputusan Jepang untuk melibatkan diri dalam Perang Dunia II adalah hal yang fatal. Pada tahun 1945, Sekutu menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, dua kota penting milik Jepang. Peristiwa ini dipergunakan oleh pemuda Indonesia untuk mendesak angkatan tua untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Akhirnya setelah melalui pertimbangan matang, pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya di Jakarta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur No. 17. Lokasi pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan adalah rumah dari tokoh nasional Indonesia yaitu Soekarno. Pada saat pembacaan naskah Proklamasi, Soekarno ditemani oleh Hatta. Keduanya menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pertama. Penyebarluasan berita mengenai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan melalui stasiun radio RRI Jakarta.

5

Reorientasi

Semenjak kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, Jakarta menjadi pusat pemerintahan dan Ibukota Indonesia. Jakarta pernah kehilangan perannya sebagai ibukota negara saat situasi pascakemerdekaan tidak kondusif dan ibukota serta pusat pemerintahan terpaksa dipindahkan ke Jogjakarta. Namun, pemindahan ibukota ini tidak permanen, sehingga setelah kondisi aman ibukota dan pusat pemerintahan Indonesia dikembalikan ke Jakarta hingga sekarang. (www. Jerofah.org)

b.

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah Ciri kebahasaan yang digunakan dalam penceritaan peristiwa sejarah menggunakan unsur-unsur kebahasaan sebagai berikut: konjungsi temporal, kelompok nomina, kelompok verba, nomina (hasil nominalisasi). 1.

Konjungsi Temporal Konjungsi temporal adalah konjungsi yang mengacu pada waktu dan berfungsi sebagai alat kekohesifan yang membuat rentetan peristiwa menjadi padu. Konjungsi temporal sebagai penanda adverbial waktu. Konjungsi temporal terdiri dari dua jenis, yaitu: •

Konjungsi temporal sederajat: sebelumnya dan sesudahnya.

Konjungsi temporal tidak sederajat: apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala, dsb. Contoh: •

Bunn, yang sebelumnya bekerja sebagai reporter yang meliput epidemi ini untuk PIX-TV di San Francisco, bersama-sama dengan produsennya, Nansy Saslow, juga memikirkan dan memulai "AIDS Lifeline" ("Tali Nyawa AIDS") - sebuah kampanye penyadaran masyarakat dan pendidikan kesehatan yang diindikasikan ke berbagai stasiun TV di AS.

Sejak 2008, tema Hari AIDS Sedunia dipilih oleh Komite Pengarah Global Kampanye Hari AIDS Sedunia setelah melalui konsultasi yang luas dengan banyak pihak, organisasi dan lembaga-lembaga pemerintah yang terlibat dalam pencegahan dan perawatan korban HIV/AIDS.

Kata depan pada merupakan penanda adverbial waktu lampau (peristiwanya sudah terjadi) selain konjungsi temporal.

6

Contoh:

2.

Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter.

Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988.

Kelompok Kata (kelompok nomina dan kelompok verba) Kelompok kata adalah dua kata atau lebih yang tidak predikatif. Kelompok kata tersebut menduduki satu fungsi kalimat saja (subjek saja, predikat saja, objek saja, pelengkap saja atau keterangan saja). •

Kelompok Nomina Kelompok nomina adalah kelompok kata yang intinya berjenis kata nomina. Dengan perkataan lain, kelompok nomina dibentuk dengan memperluas kata benda. Ada tiga jenis kelompok nomina, antara lain:

Kelompok nomina koordinatif (tidak saling menerangkan). Cirinya dapat disisipi konjungsi dan dan atau. Contoh: hutan rimba (hutan dan rimba), ayah ibu (ayah dan ibu), sandang pangan (sandang dan pangan), lahir batin (lahir dan batin), dan sebagainya.

Kelompok nomina modifikatif (mewatasi). Cirinya terdapat kata pewatas yang menerangkan inti kelompok kata yang berjenis kata benda. Contoh: meja kayu (kayu > pewatas), rumah besar (besar > pewatas), sepasang sepatu tua (sepasang dan sepatu > pewatas), dsb.

Kelompok nomina apositif (keterangan tambahan). Cirinya kelompok kata diapit oleh dua tanda koma (,). Contoh: Argha Zamzami Ardian, siswa SMAN 35 Jakarta, melanjutkan studi di Jerman.

Kelompok Verba Kelompok verba adalah kelompok kata yang intinya berjenis kata verba. Dengan perkataan lain, kelompok verba dibentuk dengan memperluas kata kerja. Ada tiga jenis kelompok verba, yaitu: •

Kelompok verba koordinatif (tidak saling menerangkan) Cirinya dapat disisipi konjungsi dan dan atau. Contoh: makan minum (makan dan minum), baca tulis (baca dan tulis), bangun tidur (bangun dan tidur), jual beli (jual dan beli) dan sebagainya.

7

Kelompok verba modifikatif (mewatasi) Cirinya terdapat kata pewatas yang menerangkan inti kelompok kata yang berjenis kata kerja. Contoh: sedang membaca, akan berdiskusi, sedang makan, belum belajar, dan sebagainya.

Kelompok verba apositif (keterangan tambahan) Cirinya kelompok kata diapit oleh dua tanda koma (,). Contoh: Pasangan muda, baru menikah itu, berbisnis mobil mewah.

Nominalisasi Nominalisasi adalah proses pembentukan nomina dari kelas kata lain karena mendapat imbuhan (afiks). Afiks pembentuk nomina: •

Sufiks : -an, konfiks : ke-an, pe-an, dan per-an. Contoh: Sebelum

Sesudah

Keterangan

makan

makanan

Verba [V] > Nomina [N]

pakai

pakaian

Verba [V] > Nomina [N]

manis

manisan

Adjektiva [A] > Nomina [N]

adil

keadilan

Adjektiva [A] > Nomina [N]

rumah

perumahan

Nomina [N] > Nomina [N]

mukim

permukiman

Verba [V] > Nomina [N]

berhasil

keberhasilan

Verba [V] > Nomina [N]

serasi

penyerasian

Adjektiva [A] > Nomina [N]

seragam

keseragaman

Nomina [N] > Nomina [N]

terkait

keterkaitan

Verba [V] > Nomina [N]

kecil

kekecilan

Adjektiva [A] > Nomina [N]

Prefiks : pe-, se-, keContoh: Sebelum

Sesudah

Keterangan

tua

ketua

Adjektiva [A] > Nomina [N]

dagang

pedagang

Verba [V] > Nomina [N]

kamar

sekamar

Nomina [N] > Nomina [N]

8

Sufiks serapan: -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us,-isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, –tas, -wan, -man. Contoh: Sebelum

Sesudah

Keterangan

sekretaris

sekretariat

Nomina [N] > Nomina [N]

komunis

komunisme

Nomina [N]> Nomina [N]

nasional

nasionalis

Nomina [N]> Nomina [N]

redaksi

redaktur

Nomina [N] > Nomina [N]

konsep

konseptor

Nomina [N] > Nomina [N]

kritik

kritikus

Nomina [N} > Nomina [N]

karya

karyawan

Nomina [N] > Nomina [N]

seni

seniman

Nomina [N] > Nomina [N]

nota

notaris

Nomina [N] > Nomina [N]

aktif

aktivitas

Nomina [N] > Nomina [N]

peraga

peragawati

Nomina [N] > Nomina [N]

Infiks: –el-, -erContoh: Sebelum

Sesudah

Keterangan

patuk

pelatuk

Nomina [N] > Nomina [N]

gembung

gelembung

Verba [V] > Nomina [N]

tunjuk

telunjuk

Verba [V] > Nomina [N]

kudung

kerudung

Nomina [N] > Nomina [N]

suling

seruling

Nomina [N] > Nomina [N]

C.

MEMBANDINGKAN DAN MENGANALISIS TEKS CERITA SEJARAH

a.

Membandingkan Dua Teks Cerita Sejarah Membandingkan adalah kegiatan mencari persamaan dan perbedaan terhadap benda atau sesuatu. Dalam hal ini yang akan dibandingkan adalah dua teks cerita sejarah yang bertemakan sama, yaitu tentang “Hari AIDS Sedunia”. Membandingkan teks cerita sejarah yang harus diperhatikan sebagai berikut:

9

1.

Terlebih dahulu dibaca dengan saksama kedua teks yang akan dibandingkan.

2.

Perhatikan struktur teks cerita sejarah. Apakah rentetan peristiwa sudah tersusun secara kronologis?

3.

Telitilah kaidah kebahasaan teks cerita sejarah. Apakah teks tersebut sudah menunjukkan karakter cerita sejarah?

4.

Adakah rekaman peristiwa yang terlewati atau hilang.

5.

Bagaimana cara penyajian kedua teks cerita sejarah yang dibandingkan?

Berikut disajikan dua teks cerita sejarah, bacalah dengan saksama! TEKS I Judul

Sejarah Hari AIDS Sedunia

Orientasi

Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss. Bunn dan Netter menyampaikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Program AIDS Global (kini dikenal sebagai UNAIDS). Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988.

Peristiwa Tahap 1

Bunn menyarankan tanggal 1 Desember untuk memastikan liputan oleh media berita barat, sesuatu yang diyakininya sangat penting untuk keberhasilan Hari AIDS Sedunia. Ia merasa bahwa karena 1988 adalah tahun pemilihan umum di AS, penerbitan media akan kelelahan dengan liputan pascapemilu mereka dan bersemangat untuk mencari cerita baru untuk mereka liput. Bunn dan Netter merasa bahwa 1 Desember cukup lama setelah pemilu dan cukup dekat dengan libur Natal sehingga, pada dasarnya, tanggal itu adalah tanggal mati dalam kalender berita dan dengan demikian waktu yang tepat untuk Hari AIDS Sedunia.

Peristiwa Tahap 2

Bunn, yang sebelumnya bekerja sebagai reporter yang meliput epidemi ini untuk PIX-TV di San Francisco, bersama-sama dengan produsennya, Nansy Saslow, juga memikirkan dan memulai "AIDS Lifeline" ("Tali Nyawa AIDS") - sebuah kampanye penyadaran masyarakat dan pendidikan kesehatan yang disindikasikan ke berbagai stasiun TV di AS. "AIDS Lifeline" memperoleh Penghargaan Peabody, sebuah Emmy lokal, dan Emmy Nasional pertama yang pernah diberikan kepada sebuah stasiun lokal di AS.

10

Peristiwa Tahap 3

Pada 18 Juni 1986, sebuah proyek "AIDS Lifeline" memperoleh penghargaan "Presidential Citation for Private Sector Initiatives", yang diserahkan oleh Presiden Ronald Reagan. Bunn kemudian diminta oleh Dr. Mann, atas nama pemerintah AS, untuk mengambil cuti dua tahun dari tugas-tugas pelaporannya untuk bergabung dengan Dr. Mann (seorang epidemolog untuk Pusat Pengendalian Penyakit) dan membantu untuk menciptakan Program AIDS Global. Bunn menerimanya dan diangkat sebagai Petugas Informasi Umum pertama untuk Program AIDS Global. Bersama-sama dengan Netter, ia menciptakan, merancang, dan mengimplementasikan peringatan Hari AIDS Sedunia pertama - kini inisiatif kesadaran dan pencegahan penyakit yang paling lama berlangsung dalam jenisnya dalam sejarah kesehatan masyarakat.

Peristiwa Tahap 4

Program Bersama PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS) mulai bekerja pada 1996, dan mengambil alih perencanaan dan promosi Hari AIDS Sedunia. Bukannya memusatkan perhatian pada satu hari saja, UNAIDS menciptakan Kampanye AIDS Sedunia pada 1997 untuk melakukan komunikasi, pencegahan, dan pendidikan sepanjang tahun.

Peristiwa Tahap 5

Pada dua tahun pertama, tema Hari AIDS Sedunia dipusatkan pada anak-anak dan orang muda. Tema-tema ini dikritik tajam saat itu karena mengabaikan kenyataan bahwa orang dari usia berapa pun dapat terinfeksi HIV dan menderita AIDS. Tetapi tema ini mengarahkan perhatian kepada epidemi HIV/AIDS, menolong mengangkat stigma sekitar penyakit ini, dan membantu meningkatkan pengakuan akan masalahnya sebagai sebuah penyakit keluarga.

Peristiwa Tahap 6

Pada 2004, Kampanye AIDS Sedunia menjadi organisasi independen. Sejak dibentuknya hingga 2004, UNAIDS memimpin kampanye Hari AIDS Sedunia, memilih tema-tema tahunan melalui konsultasi dengan organisasi-organisasi kesehatan global lainnya. Sejak 2008, tema Hari AIDS Sedunia dipilih oleh Komite Pengarah Global Kampanye Hari AIDS Sedunia setelah melalui konsultasi yang luas dengan banyak pihak, organisasi dan lembaga-lembaga pemerintah yang terlibat dalam pencegahan dan perawatan korban HIV/AIDS. Untuk setiap Hari AIDS Sedunia dari 2005 hingga 2010, temanya adalah "Hentikan AIDS, Jaga Janjinya", dengan sebuah subtema tahunan.

11

Reorientasi

Tema payung ini dirancang untuk mendorong para pemimpin politik untuk memegang komitmen mereka untuk menghasilkan akses sedunia kepada pencegahan, perawatan, pemeliharaan, dan dukungan terhadap penyakit dan para korban HIV/AIDS pada tahun 2010. Tema ini tidaklah spesifik bagi Hari AIDS Sedunia, melainkan digunakan sepanjang tahun dalam upaya-upaya Kampanye AIDS Sedunia untuk menyoroti kesadaran HIV/AIDS dalam konteks peristiwa-peristiwa global lainnya termasuk Pertemuan Puncak G8. Kampanye AIDS Sedunia juga menyelenggarakan kampanye-kampanye di masing-masing negara di seluruh dunia, seperti Kampanye Mahasiswa Menghentikan AIDS, sebuah kampanye untuk menularkan kesadaran kepada orang-orang muda di seluruh Britania Raya. (Sumber: Wikipedia)

TEKS II Judul

Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Ini sejarahnya.

Orientasi

Peringatan hari AIDS sedunia dirayakan setiap tanggal 1 Desember. Pernahkah Anda bertanya mengapa tanggal 1 Desember dipilih menjadi hari untuk mengingat bahwa AIDS adalah penyakit berbahaya yang harus dihindari? Bukan tanpa alasan World Health Organisation (WHO) menetapkan tanggal tersebut sebagai peringatan hari AIDS.

Peristiwa Tahap 1

Hal itu diawali dari sejarah awal ditemukannya virus HIV serta kasus AIDS di Amerika Serikat pada tahun 1981. Walau memang AIDS pertama kali muncul di Afrika, namun adanya kasus AIDS yang diderita oleh sebuah komunitas kecil gay (lelaki penyuka sejenis) di sebuah wilayah di Amerika lantas menggugah kesadaran akan bahaya penyakit tersebut.

Peristiwa Tahap 2

Lantas dua orang petugas untuk program penanganan AIDS dunia dari WHO bernama James Bunn dan Thomas Netter memiliki ide dalam menanamkan kesadaran untuk menghindari AIDS melalui penyebaran informasi secara luas. Ide itu juga muncul dalam bentuk perayaan hari AIDS sedunia, agar seluruh dunia sadar betapa bahayanya virus HIV AIDS.

Peristiwa Tahap 3

Mereka lantas mengusulkan dan menggagas perayaan itu pada tahun 1987, dan disetujui oleh Dr Jonathan Mann, kepala program AIDS.

12

Peristiwa Tahap 4

Penetapan tanggal 1 Desember dipilih sebab pemilu di AS berlangsung sebelumnya, dan Natal sesudahnya. Itu penting bagi pemberitaan di media massa, agar lebih diperhatikan oleh masyarakat AS saat itu.

Peristiwa Tahap 5

Kemudian di tahun 1996, UNAIDS, salah satu lini di WHO, yang melakukan program promosi serta perencanaan untuk peringatan hari AIDS sedunia. Dan lambang pita merah digunakan untuk peringatan hari AIDS sedunia, dicanangkan di gedung putih pada 2007.

Reorientasi

Dengan peringatan hari AIDS tersebut berbagai kampanye kesehatan mulai dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran akan bahaya virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Data dari WHO mencatat telah 36 juta orang meninggal dari rentang waktu 1981 – 2012 akibat virus HIV AIDS. (By: C. Novita: Sidomi.com, sesuai dengan teks aslinya)

Perbandingan Teks I dan Teks II Persamaan : 1.

Kedua teks mempunyai tema “Sejarah Hari AIDS Sedunia”.

2.

Struktur kedua teks sudah memenuhi struktur teks cerita sejarah: terdapat judul, orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi.

3.

Kaidah kebahasaan kedua teks sebagai berikut: Ciri kebahasaan

Teks I

Adverbia waktu, dan pada Agustus 1987. konjungsi temporal. pada 1 Desember 1988. Pada 18 Juni 1986. Bunn, yang sebelumnya bekerja sebagai reporter. pada 1996. pada 1997. Pada dua tahun pertama. Pada 2004. Sejak dibentuknya hingga 2004. dari 2005 hingga 2010. pada tahun 2010.

13

Teks II setiap tanggal 1 Desember. pada tahun 1981. tahun 1987. di tahun 1996. pada 2007. dari rentang waktu 1981 – 2012.

Ciri kebahasaan

Teks I

Teks II

Kelompok nomina

Hari AIDS Sedunia. dua pejabat informasi masyarakat. tahun pemilihan umum. Penghargaan Peabody,

Peringatan hari sedunia. virus HIV. salah satu lini. program promosi.

Kelompok verba

pertama kali dicetuskan.

lantas menggugah.

AIDS

Perbedaaan 1.

Teks I tidak menyebutkan sebab diadakan hari AIDS sedunia. Teks II menyebutkan sebab diadakan hari AIDS sedunia. “AIDS adalah penyakit berbahaya yang harus dihindari?... Walau memang AIDS pertama kali muncul di Afrika, namun adanya kasus AIDS yang diderita oleh sebuah komunitas kecil gay (lelaki penyuka sejenis) di sebuah wilayah di Amerika lantas menggugah kesadaran akan bahaya penyakit tersebut.

2.

Teks I rentetan peristiwa lebih lengkap daripada teks II. Teks I: peristiwa pada tahun 1987, 1988, 1986, 1996, 1997, 2004, 2010. Teks II: peristiwa pada tahun 1981, 1987, 1996, 2007, 2012.

3.

b.

Kedua teks tidak menyebutkan kepanjangan singkatan AIDS. Teks II memberikan kepanjangan HIV “Human Immunodeficiency Virus”. Hal ini disebabkan kedua teks bercerita tentang “Sejarah Hari AIDS Sedunia” bukan bercerita tentang sejarah penyakit AIDS-nya.

Menganalisis Teks Cerita Sejarah Pengertian analisis sesuai arti di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah (1) penyelidikan terhadap sesuatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb.) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb.), (2) penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Jadi, menganalisis teks cerita sejarah adalah mengkaji teks sesuai dengan struktur, kaidah kebahasaan, dan kandungan teks cerita sejarah. Teks cerita sejarah yang akan dianalisis adalah teks II “Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Ini sejarahnya”.

14

1.

Analisis Struktur Teks •

Judul Judul merupakan kepala karangan yang mencerminkan keseluruhan isi karangan. Judul dibuat semenarik mungkin (provokatif ), singkat, dan logis. Judul pada teks tersebut “Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Ini sejarahnya”. Jika melihat bentuk tulisannya, penulisan judul tersebut tidak mengikuti aturan dan kurang tepat. Aturan penulisan judul, yaitu pada setiap kata diawali dengan huruf kapital kecuali konjungsi dan preposisi atau seluruh kata ditulis dengan huruf kapital. Seharusnya judul ditulis “Hari AIDS Sedunia Setiap 1 Desember: Ini Sejarahnya!” atau “HARI AIDS SEDUNIA SETIAP 1 DESEMBER: INI SEJARAHNYA!”. Dari judul tersebut, pembaca sudah bisa menebak isi teks yang hanya membicarakan mengapa hari AIDS sedunia jatuh setiap 1 Desember. Setelah dibaca teks tersebut berisi pula tentang sebab perlu dicanangkan hari AIDS sedunia. Kutipannya seperti di bawah ini. Hal itu diawali dari sejarah awal ditemukannya virus HIV serta kasus AIDS di Amerika Serikat pada tahun 1981. Walau memang AIDS pertama kali muncul di Afrika, namun adanya kasus AIDS yang diderita oleh sebuah komunitas kecil gay (lelaki penyuka sejenis) di sebuah wilayah di Amerika lantas menggugah kesadaran akan bahaya penyakit tersebut. Artinya judul ditulis kurang tepat. Lebih tepat judul ditulis “Hari AIDS Sedunia”.

Orientasi Bagian orientasi adalah pendahuluan untuk mengantarkan isi sebagai penjabaran. Bagian ini sudah dapat dikatakan baik apabila mengantarkan cerita 1 Desember ditetapkan sebagai hari AIDS sedunia. Sayangnya peristiwa tahap 1, paragraf kedua, berisi sebab tentang peringatan hari AIDS sedunia.

Tahapan Peristiwa Peristiwa tahap 1 sudah tepat jika pada bagian orientasi berisi gagasan tentang perlunya peringatan hari AIDS sedunia. Peristiwa tahap 2 merupakan akibat dari peristiwa tahap 1. Peristiwa tahap 3 berisi tindak lanjut peristiwa tahap 2. Peristiwa tahap 4 merupakan sebab dipilihnya tanggal 1 Desember sebagai “Hari AIDS Sedunia”. Peristiwa tahap 5 bercerita tentang UNAIDS yang mempromosikan dan membuat program hari AIDS sedunia setiap tahunnya. Pada tahapan peristiwa tidak terlihat tahun berapa mulai diperingati hari AIDS sedunia. Tahapan peristiwa harusnya disusun lebih rinci baik tahun maupun peristiwa yang berkaitan dengan hari AIDS Sedunia.

15

Misalnya:

Kasus AIDS di Amerika Serikat.

Tahun 1981

Munculnya ide hari AIDS sedunia.

Tahun 1987

Peringatan pertama hari AIDS sedunia.

1 Desember 1988

Peringatan kedua dan seterusnya s.d. tahun 1995.

1989—1995

UNAIDS menangani program hari AIDS sedunia.

Tahun 1996

Peringatan hari AIDS sedunia selanjutnya.

1997—2006

Peringatan di Gedung Putih (Lambang pita merah).

Tahun 2007

Peringatan hari AIDS sedunia selanjutnya.

2008—2012

Reorientasi Reorientasi merupakan penegasan dari orientasi. Pada bagian orientasi dinyatakan “AIDS adalah penyakit berbahaya yang harus dihindari?” ditegaskan pada bagian reorientasi “Dengan peringatan hari AIDS tersebut berbagai kampanye kesehatan mulai dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran akan bahaya virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).”

2.

Analisis Kaidah Kebahasaan Teks Teks cerita sejarah tersebut sudah bercirikan sebuah teks cerita sejarah dengan adanya penanda waktu berupa adverbial waktu lampau seperti setiap tanggal 1 Desember seperti pada tahun 1981, tahun 1987, di tahun 1996, dan pada 2007.

3.

Analisis Kandungan Teks Cerita Sejarah Menganalisis teks cerita sejarah juga menganalisis kandungan sejarah. Pada teks cerita sejarah, kita secara tidak langsung mendapatkan wawasan sejarah. Belajar sejarah adalah belajar dari masa lalu untuk dipahami dan dijalani pada masa kini dan antisipasi untuk masa depan. “Hari AIDS Sedunia” pada teks tersebut memberikan pelajaran bagi yang membaca agar terhindar dari penyakit AIDS dan menghindari penyebab-penyebab yang menimbulkan penyakit AIDS agar individu, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara terbebas dari penyakit yang mematikan itu. Kandungan teks cerita sejarah “Hari AIDS Sedunia 1 Desember, Ini sejarahnya” sudah memberikan pesan tersebut. Seperti kutipan di bawah ini: … AIDS adalah penyakit berbahaya yang harus dihindari? … menggugah kesadaran akan bahaya penyakit tersebut. …ide dalam menanamkan kesadaran untuk menghindari AIDS melalui penyebaran informasi secara luas. Ide itu juga muncul dalam bentuk perayaan hari AIDS sedunia, agar seluruh dunia sadar betapa bahayanya virus HIV AIDS.

16

… kampanye kesehatan mulai dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran akan bahaya virus Human Immunodeficiency Virus (HIV).

D.

MENGEVALUASI DAN MENGINTERPRETASI MAKNA TEKS CERITA SEJARAH

a.

Mengevaluasi Teks Cerita Sejarah Evaluasi adalah penilaian. Mengevaluasi artinya memberikan penilaian atau menilai (KBBI). Mengevaluasi teks cerita sejarah berarti memberikan penilaian terhadap teks cerita sejarah. Apakah sebuah teks cerita sejarah mampu menjalani fungsi sosial sebagai cerita sejarah, yakni merekonstruksi dan menyampaikan informasi yang berkaitan dengan masa lampau. Sebelum mengevaluasi terlebih dahulu memilih, membaca, dan mengukur teks apakah informasi yang terdapat di dalamnya sudah sesuai dengan informasi yang dibutuhkan dan sudah memenuhi kriteria teks cerita sejarah. Pada bagian ini yang akan dievaluasi adalah teks I “Sejarah Hari AIDS Sedunia”. Bacalah kembali teks tersebut dengan saksama! 1.

Evaluasi I Menggali dan mengelompokkan informasi setiap paragraf berdasarkan jenis dan waktu kejadian. Paragraf 1.

Informasi 1)

2)

3)

2.

1)

Jenis Informasi (ide pokok)

Waktu

James W. Bunn dan Thomas Pencetus dan Agustus 1987 Netter pencetus hari AIDS penetapan hari sedunia. AIDS sedunia. Bunn dan Netter menyampaikan ide kepada Dr. Jonathan Mann. Rekomendasi peringatan pertama Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember 1988. Tanggal 1 Desember sebagai A l a s a n 1987 hari AIDS sedunia disarankan ditetapk annya oleh Bunn. 1 Desember sebagai hari AIDS sedunia.

17

Paragraf

3.

Informasi

Waktu

-

2)

Waktu yang tepat untuk hari AIDS sedunia 1 Desember karena cukup lama setelah pemilu AS dan cukup dekat dengan libur Natal sehingga, pada dasarnya, tanggal itu adalah tanggal mati dalam kalender berita.

1)

Bunn sebelumnya seorang reporter bersama dengan produsennya, Nansy Saslow, memikirkan dan memulai "AIDS Lifeline" ("Tali Nyawa AIDS") - sebuah kampanye penyadaran masyarakat dan pendidikan kesehatan yang disindikasikan ke berbagai stasiun TV di AS. "AIDS Lifeline" memperoleh Penghargaan Peabody, sebuah Emmy lokal, dan Emmy Nasional pertama yang pernah diberikan kepada sebuah stasiun lokal di AS.

Bunn dan Saslow pendiri “AIDS Lifeline” yang memperoleh b e b e r a p a penghargaan

Sebuah proyek "AIDS Lifeline" memperoleh penghargaan "Presidential Citation for Private Sector Initiatives", yang diserahkan oleh Presiden Ronald Reagan.

S e t e l a h Pada 18 Juni “AIDS Lifeline” 1986 m e n e r i m a penghargaan "Presidential Citation for Private Sector Initiatives", Bunn diajak bergabung oleh

2)

4.

Jenis Informasi (ide pokok)

1)

18

Paragraf

Informasi 2)

3)

4)

5)

Bunn menerima permintaan Dr. Mann untuk bergabung menciptakan Program AIDS Global. Bunn diangkat sebagai Petugas Informasi Umum pertama untuk Program AIDS Global. Bunn bersama-sama dengan Netter, menciptakan, merancang, dan mengimplementasikan peringatan Hari AIDS Sedunia pertama. Hari AIDS Sedunia, kini sebagai inisiatif kesadaran dan pencegahan penyakit yang jenisnya paling lama berlangsung dalam dalam sejarah kesehatan masyarakat.

Jenis Informasi (ide pokok)

Waktu

Dr. Mann di AIDS Global dan bersama Netter menciptakan peringatan hari AIDS sedunia.

5. 6. 7. 8. Sebagai bentuk latihan lanjutkanlah untuk paragraf 5—8! 2.

Evaluasi II Teks cerita sejarah secara prinsip peristiwanya disusun secara runtut atau kronologis yang bertujuan agar cerita yang disajikan tidak melompat-lampat. Pada teks I “Sejarah Hari AIDS Sedunia” disajikan tidak kronologis. Perbaikannya sebagai berikut:

19

Tahun

Teks: Sejarah Hari AIDS Sedunia

Seb.1986

James W. Bunn, seorang reporter, yang meliput epidemi AIDS untuk PIX-TV di San Francisco, bersama-sama dengan produsennya, Nansy Saslow, memikirkan dan memulai "AIDS Lifeline" - sebuah kampanye penyadaran masyarakat dan pendidikan kesehatan yang disindikasikan ke berbagai stasiun TV di AS. "AIDS Lifeline" memperoleh Penghargaan Peabody, sebuah Emmy lokal, dan Emmy Nasional pertama yang pernah diberikan kepada sebuah stasiun lokal di AS.

1986

Pada 18 Juni 1986, sebuah proyek "AIDS Lifeline" memperoleh penghargaan "Presidential Citation for Private Sector Initiatives", yang diserahkan oleh Presiden Ronald Reagan. Bunn kemudian diminta oleh Dr. Jonathan Mann (Direktur Program AIDS Global), atas nama pemerintah AS, untuk mengambil cuti dua tahun dari tugas-tugas pelaporannya untuk bergabung dengannya dan membantu untuk menciptakan Program AIDS Global. Bunn menerimanya dan diangkat sebagai Petugas Informasi Umum pertama untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss.

1987

Pada Agustus 1987, Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global mencetuskan hari AIDS sedunia dan menyampaikan ide mereka kepada Dr. Mann. Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat diadakannya hari AIDS sedunia.

1987/1988

Bunn menyarankan tanggal 1 Desember yang berkaitan dengan liputan oleh media berita barat, sesuatu yang diyakininya sangat penting untuk keberhasilan Hari AIDS Sedunia. Ia merasa bahwa karena 1988 adalah tahun pemilihan umum di AS, penerbitan media akan kelelahan dengan liputan pascapemilu, mereka dan bersemangat untuk mencari cerita baru untuk mereka liput. Bunn dan Netter merasa bahwa 1 Desember cukup lama setelah pemilu dan cukup dekat dengan libur Natal sehingga, pada dasarnya, tanggal itu adalah tanggal mati dalam kalender berita dan dengan demikian waktu yang tepat untuk Hari AIDS Sedunia.

20

1988-1989

Pada dua tahun pertama, peringatan hari AIDS sedunia, 1 Desember 1988 dan 1989 bertemakan tentang anak-anak dan orang muda. Tema-tema ini dikritik tajam saat itu karena mengabaikan kenyataan bahwa orang dari usia berapa pun dapat terinfeksi HIV dan menderita AIDS. Tetapi tema ini mengarahkan perhatian kepada epidemi HIV/AIDS, menolong mengangkat stigma sekitar penyakit ini, dan membantu meningkatkan pengakuan akan masalahnya sebagai sebuah penyakit keluarga.

1990-1995 Tidak ada

Peringatan hari AIDS sedunia 1 Desember setiap tahunnya dengan tema-tema yang berbeda.

1996-1997

UNAIDS, dahulu AIDS Global, merupakan program bersama PBB untuk HIV/AIDS mulai bekerja pada 1996, dan mengambil alih perencanaan dan promosi Hari AIDS Sedunia. Bukannya memusatkan perhatian pada satu hari saja, UNAIDS menciptakan Kampanye AIDS Sedunia pada 1997 untuk melakukan komunikasi, pencegahan, dan pendidikan sepanjang tahun.

1990-1995 Tidak ada

Peringatan hari AIDS sedunia 1 Desember setiap tahunnya yang dikelola oleh UNAIDS.

2004-2010

Pada 2004, Kampanye AIDS Sedunia menjadi organisasi independen. Sejak dibentuknya hingga 2004, UNAIDS memimpin kampanye Hari AIDS Sedunia, memilih tema-tema tahunan melalui konsultasi dengan organisasi-organisasi kesehatan global lainnya. Sejak 2008, tema Hari AIDS Sedunia dipilih oleh Komite Pengarah Global Kampanye Hari AIDS Sedunia setelah melalui konsultasi yang luas dengan banyak pihak, organisasi dan lembaga-lembaga pemerintah yang terlibat dalam pencegahan dan perawatan korban HIV/AIDS. Untuk setiap Hari AIDS Sedunia dari 2005 hingga 2010, temanya adalah "Hentikan AIDS, Jaga Janjinya", dengan sebuah subtema tahunan.

2010

Tema payung ini dirancang untuk mendorong para pemimpin politik untuk memegang komitmen mereka untuk menghasilkan akses sedunia kepada pencegahan, perawatan, pemeliharaan, dan dukungan terhadap penyakit dan para korban HIV/AIDS pada tahun 2010. Tema ini tidaklah spesifik bagi Hari AIDS Sedunia, melainkan digunakan sepanjang tahun dalam upaya-upaya Kampanye AIDS

21

Tahun

Teks: Sejarah Hari AIDS Sedunia Sedunia untuk menyoroti kesadaran HIV/AIDS dalam konteks peristiwa-peristiwa global lainnya termasuk Pertemuan Puncak G8. Kampanye AIDS Sedunia juga menyelenggarakan kampanyekampanye di masing-masing negara di seluruh dunia, seperti kampanye Mahasiswa Menghentikan AIDS, sebuah kampanye untuk menularkan kesadaran kepada orang-orang muda di seluruh Britania Raya.

b.

Menginterpretasi Makna Teks Cerita Sejarah Interpretasi adalah pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoretis terhadap sesuatu; tafsiran (KBBI). Menginterpretasi makna teks cerita sejarah artinya memberikan penafsiran terhadap teks tersebut agar data sejarah yang terkandung di dalamnya dapat berbicara. Tujuan interpretasi biasanya untuk meningkatkan pengertian atau pemahaman terhadap teks. Dengan memahami teks cerita sejarah, kita mengingat masa lalu, memahami masa kini, dan mempersiapkan masa depan. Di bawah ini adalah interpretasi terhadap teks “Hari AIDS Sedunia”. HIV AIDS merupakan menyakit yang mematikan. Awalnya sumber penyakit ini berasal dari Afrika dan berkembang di Amerika dan bahkan sekarang juga sudah tersebar ke Asia termasuk Indonesia. Seruan untuk pencegahan penyakit AIDS sudah digalakkan oleh AIDS Global Swiss yang dipimpin Dr. Jonathan Mann. Akan tetapi, itu saja belum cukup. Dr. Mann merekrut Bunn, seorang reporter yang meliput epidemik AIDS dan pendiri AIDS Lifeline, untuk membantu dan membuat program Global AIDS. Bunn dan Netter mempunyai ide untuk mencanangkan hari AIDS sedunia yang diperingati setiap 1 Desember. Tujuannya tidak lain untuk pencegahan AIDS. Tidak cukup satu hari, UNAIDS menciptakan Kampanye AIDS Sedunia pada 1997 untuk melakukan komunikasi, pencegahan, dan pendidikan sepanjang tahun. Akhirnya Kampanye AIDS Sedunia menjadi organisasi independen dan UNAIDS terus memimpin kampanye AIDS sedunia sampai sekarang.

22

Upaya UNAIDS adalah sebuah ajakan. Bagaimanapun harus ditanamkan kesadaran pada diri setiap individu bahwa AIDS adalah penyakit yang mematikan dan kesadaran pencegahan AIDS dengan pondasi moral yang kuat. Niscaya AIDS akan hilang dari muka bumi.

c.

Memproduksi Teks Cerita Sejarah Hal-hal yang harus diperhatikan untuk memproduksi teks cerita sejarah sebagai berikut: 1.

Menentukan tema cerita sejarah. Cari tahu terlebih dahulu dengan rumus 5W + 1H. What/apa peristiwa yang akan diceritakan, Who/siapa pelaku sejarahnya, When/ kapan dan Where/di mana peristiwa terjadi, Why/mengapa peristiwa itu terjadi, dan How/bagaimana kejadiannya.

2.

Menetapkan tujuan penulisan teks cerita sejarah.

3.

Mengumpulkan sumber-sumber sejarah untuk bahan tulisan. Sumber bisa didapat dengan wawancara terhadap saksi mata (sumber primer) dan dokumen-dokumen (sumber sekunder).

4.

Memverifikasi data yang diperoleh berdasarkan kesahihan dan keaslian sumber data.

5.

Membuat kerangka teks cerita sejarah dengan melakukan pembabakan peristiwa agar rentetan peristiwa dapat disusun secara kronologis.

6.

Memproduksi teks cerita sejarah dengan mengembangkan kerangka yang sudah dibuat dengan memerhatikan struktur dan kaidah kebahasaan teks cerita sejarah.

7.

Menyunting teks cerita sejarah yang selesai diproduksi sebelum dipublikasikan.

Sebagai bentuk latihan silakan produksi satu teks cerita sejarah tentang Raffles!

E.

MENYUNTING DAN MENGABSTRAKSI TEKS CERITA SEJARAH

a.

Menyunting Teks Cerita Sejarah Hal-hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan menyunting naskah, yaitu: 1.

Redaksional: gunakan bahasa baku dan efektif karena teks cerita sejarah termasuk jenis karangan ilmiah. Ejaan yang tepat sesuai dengan kaidah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Diksi atau pilihan kata harus tepat.

2.

Tidak boleh mengubah substansi teks tanpa persetujuan penulis atau pengarangnya.

23

Berikut disajikan naskah asli teks cerita sejarah. Bacalah dengan saksama! Masa Pemerintahan Thomas Stamford Raffless di Indonesia 1811-1816 Pada tahun 1811 pimpinan Inggris di India yaitu Lord Muito memerintahkan Thomas Stamford Raffles yang berkedudukan di Penang (Malaya) untuk menguasai Pulau Jawa. Dengan mengerahkan 60 kapal, Inggris berhasil menduduki Batavia pada tanggal 26 Agustus 1811 dan pada tanggal 18 September, 1811 Belanda menyerah melalui Kapitulasi Tuntang Isi Kapitulasi Tuntang adalah : 1.

pulau jawa dan sekitarnya dikuasai inggris.

2.

semua tentara belanda menjadi tawanan inggris

3.

orang belanda dapat menjadi pegawai inggris.

Pemerintahan Inggris di Indonesia dipegang oleh Raffles. Raffles diangkat sebagai Letnan Gubernur dengan tugas mengatur pemerintahan dan peningkatan perdagangan dan keamanan. 1.

2.

Bidang pemerintahan -

Membagi Pulau Jawa menjadi 18 karesidenan

-

Mengangkat Bupati menjadi pegawai negeri yang digaji

-

Mempraktekkan sistem yuri dalam pengadilan seperti di Inggris

-

Melarang adanya perbudakan

-

Membangun pusat pemerintahan di Istana Bogor

Bidang perekonomian dan keuangan -

Melaksanakan sistem sewa tanah (Land rente), Tindakan ini didasarkan pada pendapat bahwa pemerintah Inggris adalah yang berkuasa atas semua tanah, sehingga penduduk yang menempati tanah wajib membayar pajak.

-

Meneruskan usaha yang pernah dilakukan Belanda misalnya penjualan tanah kepada swasta, serta penanaman kopi. Melakukan penanaman bebas, melibatkan rakyat ikut serta dalam perdagangan. Memonopoli garam agar tidak dipermainkan dalam perdagangan karena sangat penting bagi rakyat. Menghapus segala penyerahan wajib dan kerja rodi

24

Di samping tindakan Raffles di bidang pemerintahan dan perekonomian/keuangan tersebut masih ada tindakan lain yang berpegaruh bagi Indonesia? Selain pengusaha, Raffles juga seorang sarjana yang sangat tertarik dengan sejarah dan keadaan alam Indonesia. Tindakan yang dilakukan Raffles antara lain: 1.

Membangun gedung Harmoni di jalan Majapahit Jakarta untuk Lembaga Ilmu pengetahuan yang berdiri sejak tahun 1778 bernama Bataviaasch Genootschap.

2.

Menyusun sejarah Jawa berjudul “Histori of Jawa“ yang terbit tahun 1817.

3.

Namanya diabadikan pada nama bunga Bangkai raksasa yang ditemukan seorang ahli Botani bernama Arnold di Bengkulu dan Raffles adalah Gubernur Jenderal di daerah tersebut. Tahukah anda nama bunga tersebut? Rafflesia Arnoldi namanya.

4.

Isteri Raffles bernama Olivia Marianne merintis pembuatan Kebun Raya Bogor.

5.

Tindakan yang merugikan Indonesia pada masa Raffles adalah benda-benda purbakala diboyong untuk memperkaya musium Calcutta di India di antaranya prasasti Airlangga tahun 1042 yang sering disebut Batu Calcutta.

Pemerintahaan Raffles hanya bertahan sampai tahun 1816, Keadaan di negeri jajahan rupanya sangat bergantung pada keadaan di negeri Eropa. Pada tahun 1814 Napoleon Bonaparte kalah melawan raja–raja di Eropa dalam perang koalisi. Untuk memulihkan kembali keadaan Eropa maka diadakan konggres Wina 1814 sedangkan antara Inggris dan Belanda ditindaklanjuti Convention of London 1814 yang berisi : 1.

Belanda menerima kembali jajahan yang diserahkan kepada Inggris dalam perjanjian kapitulasi tuntang.

2.

Inggris memperoleh Tanjung Harapan dan Srilangka dari Belanda.

Konsekuensi dari perjanjian tersebut maka Inggris meninggalkan Pulau Jawa. Raffles kemudian menduduki pos di Bengkulu. Pada tahun 1819 Inggris berhasil memperoleh Singapura dari Sultan Johor. Pada Tahun 1824 Inggris dan Belanda kembali berunding melalui Treaty of London tahun 1824 isinya antara lain menegaskan : 1.

Belanda memberikan Malaka kepada Inggris dan sebaliknya Inggris memberikan Bengkulu kepada Belanda.

2.

Belanda dapat berkuasa di sebelah selatan garis paralel Singapura sedangkan Inggris di sebelah Utaranya.

25

Seiring dengan perubahan permintaan dan kebutuhan di Eropa dari rempah-rempah ke tanaman industri, yaitu kopi, gula, dan teh maka pada abad 18 VOC mengalihkan perhatiannya untuk menanam ketiga jenis barang komoditi tersebut. Misalnya tebu di Muara Angke (sekitar Batavia), kopi dan teh daerah Priangan. Dalam melaksanakan pemerintahan VOC banyak mempergunakan tenaga Bupati. Sedangkan bangsa Cina dipercaya untuk pemungutan pajak dengan cara menyewakan desa untuk beberapa tahun lamanya. Bagaimana perkembangan VOC selanjutnya? Pada pertengahan abad ke 18 VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan, antara lain adalah : 1.

Banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi.

2.

Banyak pengeluaran untuk biaya peperangan contoh perang melawan Hasanuddin dari Gowa.

3.

Banyaknya gaji yang harus dibayar karena kekuasaan yang luas membutuhkan pegawai yang banyak

4.

Pembayaran Devident (keuntungan) bagi pemegang saham turut memberatkan setelah pemasukan VOC kekurangan.

5.

Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Perancis.

6.

Perubahan politik di Belanda dengan berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal menganjurkan perdagangan bebas.

Berdasarkan alasan di atas VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 dengan hutang 136,7 juta gulden dan kekayaan yang ditinggalkan berupa kantor dagang, gudang, dsb. (sumber: kelashistory21.blogspot.co.id)

Hasil penyuntingan naskah di atas! Masa Pemerintahan Thomas Stamford Raffles di Indonesia 1811-1816 Pada tahun 1811 Lord Muito, pimpinan Inggris di India, memerintahkan Thomas Stamford Raffles yang berkedudukan di Penang, Malaya, untuk menduduki Pulau Jawa. Inggris dibawah komando Raffles mengerahkan 60 kapal berhasil menduduki Batavia pada tanggal 26 Agustus 1811. Pada tanggal 18 September 1811 Belanda menyerah melalui Kapitulasi Tuntang. Isi Kapitulasi Tuntang adalah : (1) Pulau Jawa dan sekitarnya di kuasai Inggris, (2) semua tentara Belanda menjadi tawanan Inggris, dan (3) orang Belanda dapat menjadi pegawai Inggris.

26

Raffles memegang Pemerintahan Inggris di Indonesia. Dia diangkat sebagai letnan gubernur dengan tugas mengatur pemerintahan, peningkatan perdagangan dan keamanan. Semasa pemerintahannya, Raffles melakukan tindakan diberbagai bidang: (1) Bidang pemerintahan: membagi Pulau Jawa menjadi 18 karesidenan, mengangkat bupati menjadi pegawai negeri yang digaji, mempraktikkan sistem yuri dalam pengadilan seperti di Inggris, melarang adanya perbudakan, dan membangun pusat pemerintahan di Istana Bogor. (2) Bidang perekonomian dan keuangan: a) melaksanakan sistem sewa tanah (land rente) didasarkan pada pendapat bahwa pemerintah Inggris adalah yang berkuasa atas semua tanah sehingga penduduk yang menempati tanah wajib membayar pajak, b) meneruskan usaha yang pernah dilakukan Belanda misalnya penjualan tanah kepada swasta, serta penanaman kopi, c) melakukan penanaman bebas dengan melibatkan rakyat berperan serta dalam perdagangan, d) memonopoli garam agar tidak dipermainkan dalam perdagangan karena sangat penting bagi rakyat, dan e) menghapus segala penyerahan wajib dan kerja rodi. Di samping tindakan Raffles di bidang pemerintahan dan perekonomian tersebut masih ada tindakan lain yang berpengaruh bagi Indonesia. Tindakan-tindakan Raffles karena dia seorang pengusaha dan sarjana yang sangat tertarik dengan sejarah dan keadaan alam Indonesia, antara lain: (1) membangun Gedung Harmoni di Jalan Majapahit Jakarta untuk lembaga ilmu pengetahuan yang berdiri sejak tahun 1778 bernama Bataviaasch Genootschap, (2) menyusun sejarah Jawa berjudul “Histori of Jawa“ yang terbit tahun 1817, (3) Isteri Raffles bernama Olivia Marianne merintis pembuatan Kebun Raya Bogor, (4) benda-benda purbakala diboyong untuk memperkaya Museum Calcutta di India di antaranya Prasasti Airlangga tahun 1042 yang sering disebut Batu Calcutta, dan (5) namanya diabadikan untuk nama bunga Bangkai raksasa Rafflesia Arnoldi yang ditemukan ahli Botani bernama Arnold di Bengkulu dan Raffles adalah Gubernur Jenderal di daerah tersebut. Pemerintahan Raffles hanya bertahan sampai tahun 1816. Keadaan di negeri jajahan rupanya sangat bergantung pada keadaan di negeri Eropa. Pada tahun 1814 Napoleon Bonaparte kalah melawan raja–raja di Eropa dalam perang koalisi. Untuk memulihkan kembali keadaan Eropa maka diadakan kongres Wina 1814, sedangkan antara Inggris dan Belanda ditindaklanjuti Convention of London 1814 yang berisi : (1) Belanda menerima kembali jajahan yang diserahkan kepada Inggris dalam perjanjian Kapitulasi Tuntang, (2) Inggris memperoleh Tanjung Harapan dan Srilangka dari Belanda. Konsekuensi dari perjanjian tersebut maka Inggris meninggalkan Pulau Jawa. Raffles kemudian menduduki pos di Bengkulu.

27

Pada tahun 1819 Inggris berhasil memperoleh Singapura dari Sultan Johor. Pada tahun 1824 Inggris dan Belanda kembali berunding melalui Treaty of London tahun 1824 isinya antara lain menegaskan : (1) Belanda memberikan Malaka kepada Inggris dan sebaliknya Inggris memberikan Bengkulu kepada Belanda. (2) Belanda dapat berkuasa di sebelah Selatan garis paralel Singapura sedangkan Inggris di sebelah Utaranya.

Perhatikanlah perubahan pada penulisan huruf kapital dan penggunaan tanda baca serta pemotongan beberapa paragraf yang tidak lagi berbicara masa pemerintahan Raffles di Indonesia!

b.

Mengabstraksi Teks Cerita Sejarah Abstrak adalah ikhtisar (karangan, laporan, dsb.), ringkasan, atau inti (KBBI). Abstrak adalah hasil tulisan ringkas dari beberapa uraian. Mengabstraksi adalah proses menghasilkan abstrak (ringkasan). Uraian-uraian pokok yang ada dalam teks disusun menjadi sebuah teks baru yang ringkas, tetapi masih memperlihatkan sosok teks aslinya. Isi abstrak sudah meliputi seluruh bagian yang ada dalam teks. Mengabstraksi teks cerita sejarah berarti meringkas teks cerita sejarah yang lebih pendek dari teks aslinya dengan urutan yang sistematis. Ada dua cara mengabstraksi, yaitu merangkum dan mengikhtisar. Merangkum hasilnya adalah rangkuman, yaitu cara mengabstraksi dengan mengurutkan setiap pokok-pokok pikiran kemudian disusun tanpa mengubah struktur tetap teks aslinya. Mengikhtisar hasilnya adalah ikhtisar, yaitu mengabstraksi dengan menyusun pikiran-pikiran pokok lalu pikiran-pikiran pokok tersebut dirangkai dengan cara tidak berurutan. Penulis ikhtisar bebas mengombinasikan kata-kata asal tidak menyimpang dari inti. Pada bagian ini kita akan mengabstraksi dengan cara merangkum. Teks yang akan diabstraksi adalah teks Raffles di atas yang sudah disunting. Abstraknya di bawah ini. Masa Pemerintahan Thomas Stamford Raffles di Indonesia 1811-1816 Pada tahun 1811 Lord Muito memerintahkan Thomas Stamford Raffles untuk menduduki Pulau Jawa. Inggris berhasil menduduki Batavia tanggal 26 Agustus 1811. Pada tanggal 18 September 1811, Belanda menyerah melalui Kapitulasi Tuntang. Raffles diangkat sebagai letnan gubernur memegang Pemerintahan Inggris di Indonesia. Tugasnya mengatur

28

pemerintahan di berbagai bidang: (1) Bidang pemerintahan: membagi Pulau Jawa menjadi 18 karesidenan, melarang perbudakan, dan membangun pusat pemerintahan di Istana Bogor. (2) Bidang perekonomian dan keuangan: a) melaksanakan sistem sewa tanah, b) meneruskan usaha yang pernah dilakukan Belanda, c) penanaman bebas, d) memonopoli garam, dan e) menghapus segala penyerahan wajib dan kerja rodi. Tindakan Raffles lainnya: (1) membangun Gedung Harmoni di Jakarta (2) “Histori of Jawa“ yang terbit tahun 1817, (3) Olivia Marianne, isteri Raffles, merintis Kebun Raya Bogor, (4) benda-benda purbakala diboyong ke Museum Calcutta di India, dan (5) namanya diabadikan untuk nama bunga Bangkai raksasa Rafflesia Arnoldi. Pemerintahaan Raffles hanya bertahan sampai tahun 1816. Pada tahun 1814 Napoleon Bonaparte kalah melawan raja–raja di Eropa. Untuk memulihkan Eropa diadakan kongres Wina 1814. Antara Inggris dan Belanda ditindaklanjuti dengan Convention of London. Konsekuensi dari perjanjian tersebut, Inggris meninggalkan Pulau Jawa. Raffles kemudian menduduki pos di Bengkulu. Pada tahun 1819 Inggris berhasil memperoleh Singapura dari Sultan Johor. Pada tahun 1824 Inggris dan Belanda kembali berunding melalui Treaty of London tahun.

F.

MENGONVERSI TEKS CERITA SEJARAH Konversi adalah perubahan dari satu bentuk ke bentuk yang lain (KBBI). Mengonversi teks cerita sejarah artinya mengubah bentuk cerita berupa teks ke bentuk dan struktur yang lain. Pada bagian ini, akan dikonversi teks cerita sejarah Raffles ke dalam bentuk tabel seperti di bawah ini. Masa Pemerintahan Thomas Stamford Raffles di Indonesia 1811-1816 Tahun

Peristiwa

1811

Lord Muito, pimpinan Inggris di India, memerintahkan Thomas Stamford Raffles yang berkedudukan di Penang, Malaya, untuk menduduki Pulau Jawa.

26 Agustus 1811

Inggris berhasil menduduki Batavia.

18 September 1811

Belanda menyerah kepada Inggris melalui Kapitulasi Tuntang.

29

Tahun

Peristiwa

1811—1814

Raffles diangkat sebagai letnan gubernur memegang Pemerintahan Inggris di Indonesia. Tugasnya mengatur pemerintahan di berbagai bidang: (1) Bidang pemerintahan: membagi Pulau Jawa menjadi 18 karesidenan, melarang perbudakan, dan membangun pusat pemerintahan di Istana Bogor. (2) Bidang perekonomian dan keuangan: a) melaksanakan sistem sewa tanah, b) meneruskan usaha yang pernah dilakukan Belanda, c) penanaman bebas, d) memonopoli garam, dan e) menghapus segala penyerahan wajib dan kerja rodi. Tindakan Raffles lainnya: (1) membangun Gedung Harmoni di Jakarta, (2) “Histori of Jawa“ yang terbit tahun 1817, (3) Olivia Marianne, isteri Raffles, merintis Kebun Raya Bogor, (4) bendabenda purbakala diboyong ke Musium Calcutta di India dan (5) namanya diabadikan untuk nama bunga Bangkai raksasa Rafflesia Arnoldi.

Pada tahun 1814

Napoleon Bonaparte kalah melawan raja–raja di Eropa dalam perang koalisi. Kongres Wina untuk memulihkan kembali keadaan Eropa Convention of London antara Inggris dan Belanda.

1814—1816

Pemerintahan Raffles hanya bertahan sampai tahun 1816.

Buatlah konversi teks cerita sejarah ke dalam bentuk lainnya! Selamat belajar!

LATIHAN SOAL Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas! 1.

Apa yang dimaksud dengan teks cerita sejarah?

2.

Sebutkan struktur teks cerita sejarah dan buatlah diagramnya!

3.

Sebutkan kaidah kebahasaan teks cerita sejarah dan uraikan dengan singat!

4.

Apa yang dimaksud dengan menyunting cerita sejarah, apa saja yang mesti diperhatikan?

5.

Apa yang dimaksud dengan abstraksi teks cerita sejarah dan konversi teks cerita sejarah?

30

Top Articles
Latest Posts
Article information

Author: Aracelis Kilback

Last Updated: 02/22/2023

Views: 6190

Rating: 4.3 / 5 (44 voted)

Reviews: 83% of readers found this page helpful

Author information

Name: Aracelis Kilback

Birthday: 1994-11-22

Address: Apt. 895 30151 Green Plain, Lake Mariela, RI 98141

Phone: +5992291857476

Job: Legal Officer

Hobby: LARPing, role-playing games, Slacklining, Reading, Inline skating, Brazilian jiu-jitsu, Dance

Introduction: My name is Aracelis Kilback, I am a nice, gentle, agreeable, joyous, attractive, combative, gifted person who loves writing and wants to share my knowledge and understanding with you.